TULUNGAGUNG - Cara jadi PNS lulusan SMA masih menjadi pertanyaan bagi banyak pencari kerja yang baru menyelesaikan pendidikan tingkat menengah. Kabar baiknya, ijazah SMA tidak otomatis menutup peluang untuk mengikuti seleksi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Cara jadi PNS lulusan SMA dapat ditempuh melalui dua jalur utama, yakni sekolah kedinasan dan seleksi CPNS. Namun, kedua jalur tersebut memiliki mekanisme yang berbeda sehingga calon peserta perlu memahami ketentuannya sejak awal.
Bagi lulusan SMA yang ingin mengetahui cara jadi PNS lulusan SMA, persiapan juga tidak cukup hanya dengan belajar soal. Peserta perlu memahami formasi yang tersedia, tahapan seleksi, kondisi kesehatan, hingga pentingnya menjaga integritas selama proses penerimaan.
Lulusan SMA Bisa Pilih Sekolah Kedinasan
Jalur pertama yang dapat dipertimbangkan adalah sekolah kedinasan. Berbeda dengan seleksi CPNS pada umumnya, peserta sekolah kedinasan harus menjalani pendidikan terlebih dahulu.
Baca Juga: CPNS Jaksa Ahli Pertama: SKB Jadi Penentu, Ini Materi yang Wajib Dikuasai
Pendidikan tersebut berlangsung selama beberapa tahun sesuai program yang diikuti. Karena itu, peserta perlu memperhatikan status sekolah kedinasan sebelum menentukan pilihan.
Hal yang perlu dicermati adalah status ikatan dinas. Sekolah kedinasan yang memiliki ikatan dinas dapat memberikan peluang penempatan setelah peserta menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Beberapa sekolah yang disebut dalam materi antara lain PKN STAN, IPDN, STIS, STMKG, STIN, Poltekip, Poltekim, Poltek SSN, serta sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Perhubungan.
Namun, calon peserta tidak boleh hanya melihat nama sekolah. Status ikatan dinas dan ketentuan penerimaan harus diperiksa melalui informasi resmi ketika pendaftaran dibuka.
Jalur Kedua Lewat Seleksi CPNS
Pilihan berikutnya adalah mengikuti seleksi CPNS. Jalur ini memungkinkan lulusan SMA melamar formasi tertentu apabila persyaratan pendidikan yang ditetapkan memang menerima ijazah SMA atau sederajat.
Baca Juga: CPNS Jaksa Ahli Pertama: SKB Jadi Penentu, Ini Materi yang Wajib Dikuasai
Peserta yang dinyatakan lolos seleksi CPNS tidak langsung berstatus PNS. Pada masa awal bekerja, statusnya adalah CPNS. Setelah memenuhi ketentuan dan menjalani masa yang ditetapkan, barulah dapat diangkat menjadi PNS.
Dalam materi tersebut, sejumlah contoh formasi yang pernah mensyaratkan ijazah SMA antara lain penjaga tahanan di kejaksaan dan Kementerian Hukum dan HAM.
Ada pula formasi pengelola penanganan perkara di kejaksaan serta pemeriksa keimigrasian pemula di Kementerian Hukum dan HAM.
Formasi dan persyaratan tentu dapat berubah dalam setiap periode rekrutmen. Karena itu, pelamar harus mencermati pengumuman resmi dan tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial.
Jangan Hanya Fokus pada SKD
Setelah menentukan jalur, persiapan seleksi menjadi tahap berikutnya. Salah satu materi yang perlu diprioritaskan adalah Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.
SKD terdiri atas sejumlah komponen, termasuk Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi. Peserta perlu memahami karakteristik masing-masing materi agar dapat menyusun strategi belajar.
Namun, persiapan sebaiknya tidak berhenti pada SKD. Peserta juga perlu mengenali Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB.
Materi SKB dapat berbeda berdasarkan formasi dan instansi yang dilamar. Artinya, peserta harus mempelajari bidang yang berkaitan langsung dengan pekerjaan yang dituju.
Persiapan sejak awal menjadi penting karena jarak antara tahapan seleksi dapat membuat peserta tidak memiliki banyak waktu untuk mengejar ketertinggalan.
Kesehatan Jangan Sampai Diabaikan
Selain kemampuan akademik, kondisi fisik dan mental juga perlu dipersiapkan. Beberapa tahapan seleksi dapat mencakup pemeriksaan kesehatan atau kemampuan fisik tertentu.
Karena itu, peserta tidak disarankan baru mempersiapkan kesehatan setelah dinyatakan lolos tahapan sebelumnya. Persiapan fisik membutuhkan proses dan tidak semuanya dapat dilakukan secara instan.
Peserta juga perlu menjaga waktu istirahat dan mengatur porsi belajar. Proses seleksi CPNS maupun sekolah kedinasan membutuhkan konsentrasi dan stamina.
Integritas Bisa Menentukan Nasib Peserta
Hal lain yang tidak kalah penting adalah etika dan rekam jejak. Peserta harus mengikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur dan sesuai aturan.
Materi tersebut menyinggung kasus peserta yang menggunakan joki saat SKD. Meskipun memperoleh nilai tinggi, peserta tersebut akhirnya didiskualifikasi karena melanggar ketentuan.
Kasus itu menunjukkan bahwa nilai bukan satu-satunya hal yang harus diperhatikan. Pelamar juga harus menjaga integritas sejak proses pendaftaran hingga seluruh rangkaian seleksi selesai.
Dengan demikian, cara jadi PNS lulusan SMA bukan hanya soal mencari formasi yang menerima ijazah SMA. Peserta juga harus menentukan jalur yang sesuai, memahami tahapan seleksi, mempersiapkan kemampuan, menjaga kesehatan, dan yang paling penting, tetap jujur selama proses berlangsung.
Editor : Maylanni Diana Fitri