Harga Emas Antam Tembus Rp2,71 Juta, Ini Faktor yang Bikin Investor Waspada

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Harga emas Antam tembus Rp2,71 juta per gram. Simak pemicu kenaikan, risiko koreksi, dan strategi investor menghadapi harga tinggi. (Youtube. com)
Harga emas Antam tembus Rp2,71 juta per gram. Simak pemicu kenaikan, risiko koreksi, dan strategi investor menghadapi harga tinggi. (Youtube. com)

JAKARTA - Harga emas Antam kembali mencetak rekor tinggi. Harga emas Antam pada Selasa, 11 Agustus 2026, naik Rp20.000 menjadi Rp2.710.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.690.000 per gram.

Kenaikan harga emas Antam juga terjadi pada harga buyback. Nilai pembelian kembali emas Antam naik Rp35.000 menjadi Rp2.546.000 per gram. Pergerakan tersebut membuat emas domestik bertahan di level tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Tren harga emas Antam menunjukkan penguatan cukup konsisten sejak awal Agustus. Pada 1 Agustus 2026, harga emas berada di Rp2.603.000 per gram. Kemudian naik menjadi Rp2.679.000 pada 6 Agustus, Rp2.690.000 pada 8 Agustus, sebelum akhirnya menembus Rp2.710.000 per gram.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 7 Agustus 2026 Melemah, Antam, Galeri 24 dan Buyback Kompak Turun

Harga Emas Dunia Jadi Penggerak

Kenaikan harga emas domestik tidak terlepas dari penguatan harga emas dunia. Dalam perdagangan Selasa, harga emas spot berada di kisaran USD4.400 per troy ounce.

Emas kembali diburu investor karena ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global masih tinggi. Kondisi tersebut membuat emas tetap dipandang sebagai salah satu aset safe haven ketika investor menghadapi risiko pasar.

Salah satu perhatian utama pasar saat ini adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). Investor menunggu data inflasi Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk mengenai kebijakan moneter berikutnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini Naik Turun, Investor Disarankan Cermati Momen Sebelum Membeli

Jika inflasi Amerika melandai dan peluang penurunan suku bunga semakin besar, permintaan terhadap emas berpotensi meningkat. Penurunan suku bunga membuat imbal hasil aset berbunga, seperti obligasi, menjadi relatif kurang menarik sehingga sebagian dana dapat beralih ke emas.

Sebaliknya, dolar Amerika Serikat yang menguat serta kenaikan imbal hasil obligasi dapat menjadi tekanan bagi harga emas. Emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika instrumen berbasis dolar menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Ketegangan Geopolitik Masih Jadi Sorotan

Faktor geopolitik juga menjadi salah satu pendorong minat investor terhadap emas. Kebuntuan negosiasi Amerika Serikat dan Iran serta ketidakjelasan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat kekhawatiran pasar tetap tinggi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini Berubah, Ketahui Waktu Tepat Membeli Logam Mulia

Situasi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi pasokan energi dan memicu kekhawatiran terhadap inflasi global. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, investor cenderung mencari aset perlindungan untuk mengurangi risiko portofolio.

Di Indonesia, harga emas tidak hanya mengikuti pergerakan emas dunia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga berpengaruh terhadap harga emas dalam denominasi rupiah.

Ketika rupiah melemah terhadap dolar, harga emas dalam rupiah dapat terdorong naik meskipun pergerakan harga emas global relatif terbatas. Karena itu, kenaikan emas Antam hingga Rp2.710.000 per gram mencerminkan kombinasi sejumlah faktor.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Kembali Jadi Sorotan, Simak Faktor yang Membuat Nilainya Terus Berubah

Investor Diminta Tak Mengejar Harga

Meski tren harga emas sedang menguat, kenaikan tajam perlu diwaspadai. Ketika harga berada di level tinggi, risiko aksi ambil untung atau profit taking juga semakin besar.

Jika ketegangan geopolitik mereda, dolar kembali menguat, atau ekspektasi penurunan suku bunga The Fed berkurang, harga emas berpotensi mengalami koreksi. Karena itu, kenaikan harga tidak otomatis menjadi sinyal terbaik untuk membeli dalam jumlah besar.

Investor perlu menyesuaikan strategi dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Untuk investasi jangka panjang, pembelian emas secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih terukur dibandingkan membeli sekaligus saat harga sedang melonjak.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 7 Agustus 2026, Antam Cetak Kenaikan Tajam, Cek Update UBS dan Galeri 24

Sementara pemilik emas yang sudah mengantongi keuntungan cukup besar dapat mengevaluasi kembali target investasinya. Aksi ambil untung secara bertahap juga dapat dipertimbangkan agar keputusan tidak bergantung pada pergerakan harga dalam satu hari.

Selanjutnya, pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat, kebijakan The Fed, pergerakan dolar, nilai tukar rupiah, serta perkembangan konflik Timur Tengah. Faktor-faktor tersebut akan menentukan apakah reli harga emas berlanjut atau memasuki fase koreksi.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : tvOnenewscom
emas antam the fed investasi emas harga emas antam harga emas hari ini