JAKARTA - Harga emas Antam hari ini, Selasa (11/8/2026), kembali menguat ke level Rp2.710.000 per gram. Harga emas Antam hari ini naik Rp20.000 dari perdagangan sebelumnya di tengah tingginya permintaan investor.
Kenaikan harga emas Antam hari ini juga terjadi pada harga buyback. Harga pembelian kembali emas batangan bersertifikat Antam mencapai Rp2.546.000 per gram, naik Rp35.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan harga emas Antam hari ini menjadi perhatian pasar karena investor tengah menunggu data inflasi Amerika Serikat. Data tersebut dinilai penting untuk membaca arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).
Harga Emas Antam Naik Rp20.000
Mengacu pada informasi dalam transkrip yang bersumber dari halaman resmi Logam Mulia, harga emas batangan Antam pecahan 1 gram pada Selasa (11/8/2026) berada di Rp2.710.000 per gram.
Harga tersebut naik Rp20.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan terjadi setelah harga emas sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir.
Kondisi tersebut dimanfaatkan sebagian investor untuk meningkatkan permintaan. Ketika harga mengalami penurunan, investor dapat melihatnya sebagai kesempatan untuk menambah kepemilikan emas secara bertahap.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini Naik Turun, Investor Disarankan Cermati Momen Sebelum Membeli
Sementara itu, harga buyback Antam juga bergerak positif. Nilainya naik Rp35.000 menjadi Rp2.546.000 per gram.
Kenaikan harga jual dan buyback menunjukkan pasar emas domestik kembali menguat. Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan harga emas dunia serta sentimen ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan emas dalam negeri.
Harga Galeri 24 Ikut Menguat
Selain Antam, harga emas batangan Galeri 24 juga mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa. Untuk pecahan 1 gram, harga jual emas Galeri 24 berada di Rp2.696.000 per gram.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Kembali Berfluktuasi, Ini Tips Menentukan Waktu Terbaik untuk Membeli
Harga tersebut naik Rp27.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada harga pembelian kembali atau buyback Galeri 24.
Harga buyback Galeri 24 tercatat Rp2.528.000 per gram, naik Rp30.000. Dengan demikian, penguatan tidak hanya terjadi pada emas Antam, tetapi juga terlihat pada produk emas batangan Galeri 24.
Perbedaan harga jual dan buyback menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli emas. Investor sebaiknya tidak hanya melihat harga jual, tetapi juga mempertimbangkan nilai buyback ketika merencanakan investasi.
Baca Juga: Zaman Emas Cari Uang di Internet, Ini 7 Peluang Penghasilan dari Dunia Maya yang Sedang Naik Daun
Informasi mengenai harga emas UBS, emas cukim, serta taksiran harga emas perhiasan juga menjadi bagian dari pantauan pasar emas. Namun, angka lengkap untuk produk tersebut tidak dicantumkan dalam transkrip dan disebut tersedia melalui kolom komentar serta deskripsi video.
Data Inflasi AS Jadi Perhatian
Penguatan harga emas kali ini terjadi ketika perhatian pelaku pasar tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat. Data tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai langkah The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Investor biasanya mencermati data inflasi karena arah suku bunga dapat memengaruhi daya tarik emas dibandingkan instrumen investasi lainnya. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS juga dapat berdampak pada dolar dan harga emas dunia.
Baca Juga: Harga Emas Antam Terbaru Hari Ini Berubah, Ketahui Waktu Tepat Membeli Logam Mulia
Dalam kondisi tertentu, ekspektasi penurunan suku bunga dapat meningkatkan minat terhadap emas. Sebaliknya, kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi memberikan tekanan terhadap aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas.
Bagi investor Indonesia, perkembangan emas global juga penting karena harga emas domestik dapat dipengaruhi pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Dengan harga emas Antam yang kembali mencapai Rp2.710.000 per gram, investor perlu mencermati perkembangan berikutnya. Data inflasi AS, kebijakan The Fed, permintaan investor, serta pergerakan harga emas global menjadi sejumlah faktor yang dapat menentukan arah harga selanjutnya.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : toko emas dan perhiasan