Harga Pakan Ayam Naik, Harga Telur Malah Turun Jadi Rp2.700, Peternak Bantul Kelimpungan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 21:55 WIB
Harga pakan ayam di Bantul naik hingga Rp410 ribu per sak, sementara harga telur turun menjadi Rp2.700. Peternak mengaku semakin tertekan.(pinterest)
Harga pakan ayam di Bantul naik hingga Rp410 ribu per sak, sementara harga telur turun menjadi Rp2.700. Peternak mengaku semakin tertekan.(pinterest)

BANTUL - Harga pakan ayam terus mengalami kenaikan di tengah harga telur yang justru turun. Kondisi ini membuat peternak ayam di Bantul, Yogyakarta, terutama skala menengah ke bawah, semakin tertekan.

Berdasarkan keterangan salah seorang peternak, harga pakan ayam pabrikan kini mencapai sekitar Rp410.000 per sak berisi 50 kilogram. Sementara pakan oplosan atau campuran berada di kisaran Rp380.000 hingga Rp390.000 per sak.

Kenaikan harga pakan ayam tersebut disebut sudah berlangsung selama beberapa bulan. Di sisi lain, harga telur ayam yang menjadi sumber pendapatan peternak justru mengalami penurunan hingga berada di angka Rp2.700.

Harga Pakan Ayam Naik Rp30 Ribu-Rp40 Ribu

Peternak ayam di Bantul, Agit, mengatakan kenaikan harga pakan menjadi persoalan serius bagi peternak, khususnya mereka yang menjalankan usaha dengan skala menengah dan kecil.

Baca Juga: Bukan Warga Indonesia, Turis Inggris Ini Malah Ikut Upacara HUT ke-81 RI di Bali

Menurut dia, peternak belum mengetahui secara pasti penyebab harga pakan ayam terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat biaya produksi semakin tinggi.

Harga pakan pabrikan saat ini berada di sekitar Rp410.000 untuk kemasan 50 kilogram. Jika dibandingkan dengan harga sekitar empat bulan sebelumnya, terdapat kenaikan sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per sak.

Sementara itu, harga pakan campuran mengalami kenaikan yang disebut tidak terlalu signifikan. Kondisi tersebut membuat sebagian peternak memilih beralih menggunakan pakan yang dicampur sendiri untuk menekan biaya produksi.

Kenaikan biaya pakan menjadi beban tersendiri karena pakan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam usaha peternakan ayam. Ketika harga pakan meningkat, biaya pemeliharaan ayam otomatis ikut bertambah.

Harga Telur Justru Mengalami Penurunan

Persoalan semakin berat karena harga telur ayam tidak bergerak searah dengan kenaikan biaya produksi. Dalam beberapa hari, harga telur sempat mengalami kenaikan.

Baca Juga: Sakau Akibat Narkoba Bisa Berlangsung Berbulan-bulan, Ini Gejala dan Tahapannya

Namun, kondisi tersebut kembali berubah pada Jumat. Harga telur yang sebelumnya naik pada Selasa, Rabu, dan Kamis justru turun.

Peternak mengaku bingung dengan perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Harga telur disebut dapat berubah hampir setiap hari.

Menurut Agit, kondisi tersebut menjadi pertanyaan bagi peternak skala menengah ke bawah. Mereka kesulitan menentukan strategi penjualan karena harga telur terus berubah.

Pada saat yang sama, peternak harus menghadapi biaya produksi yang relatif tinggi akibat kenaikan harga pakan ayam.

Berdasarkan informasi dalam laporan tersebut, harga telur ayam di Bantul saat ini berada di angka sekitar Rp2.700. Penurunan tersebut semakin menekan margin yang diterima peternak.

Peternak Berusaha Bertahan

Kombinasi kenaikan harga pakan dan penurunan harga telur membuat peternak berada dalam posisi sulit. Agit menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi serba sulit bagi pelaku usaha peternakan.

Peternak tidak mudah menghentikan produksi karena keputusan tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian. Namun, mempertahankan usaha dalam kondisi biaya tinggi dan harga jual rendah juga bukan perkara mudah.

Karena itu, peternak berusaha mencari cara agar tetap bertahan. Salah satunya dengan memperluas penjualan telur secara langsung kepada konsumen maupun melalui pedagang grosir.

Strategi tersebut dilakukan untuk mendapatkan harga jual yang dianggap lebih realistis. Dengan menjual langsung atau mencari pembeli yang memberikan harga lebih baik, peternak berharap tekanan dari biaya produksi dapat sedikit dikurangi.

Peternak Menunggu Kepastian Harga

Perubahan harga telur yang berlangsung cepat menjadi tantangan lain bagi peternak. Mereka membutuhkan kepastian agar dapat memperhitungkan biaya produksi dan menentukan harga jual.

Di sisi lain, kenaikan harga pakan ayam membuat ruang keuntungan peternak semakin terbatas. Terlebih bagi peternak skala menengah ke bawah yang memiliki kemampuan modal lebih terbatas.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya tekanan pada sektor peternakan ayam di Bantul. Peternak harus menghadapi dua persoalan sekaligus, yakni biaya pakan yang meningkat dan harga telur yang mengalami penurunan.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, kemampuan peternak untuk mempertahankan usaha akan semakin diuji. Untuk sementara, peternak memilih tetap menjalankan usaha sambil mencari jalur penjualan yang dinilai lebih menguntungkan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
harga pakan ayam peternak Bantul pakan ayam harga telur telur ayam