Harga Telur Anjlok, Peternak di Sejumlah Daerah Terancam Gulung Tikar

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:05 WIB
Harga telur anjlok di sejumlah daerah. Peternak Kulon Progo, Pandeglang, dan Jawa Timur merugi serta meminta pemerintah menstabilkan harga.(pinterest)
Harga telur anjlok di sejumlah daerah. Peternak Kulon Progo, Pandeglang, dan Jawa Timur merugi serta meminta pemerintah menstabilkan harga.(pinterest)

JAKARTA - Harga telur ayam kembali menjadi sorotan setelah peternak di sejumlah daerah mengeluhkan penurunan harga jual yang tidak sebanding dengan biaya produksi. Kondisi tersebut membuat peternak mengalami kerugian dan sebagian bahkan terancam gulung tikar.

Keluhan datang dari peternak ayam petelur di Kulon Progo, DI Yogyakarta. Di Dusun Canden, Desa Ngargosari, Samigaluh, peternak menghadapi harga telur yang turun hingga sekitar Rp20.000 per kilogram.

Harga tersebut dinilai belum mampu menutup biaya produksi. Pasalnya, harga pakan justru mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu peternak menyebut harga pakan yang sebelumnya berada di kisaran Rp435.000 per sak kini meningkat menjadi sekitar Rp470.000 per sak. Kenaikan biaya tersebut semakin menekan keuntungan peternak.

Untuk mengurangi beban operasional, peternak di wilayah tersebut terpaksa mengurangi jumlah pekerja harian. Langkah itu dilakukan karena biaya pemeliharaan ayam dan produksi telur terus meningkat.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk membantu menjaga kestabilan harga telur ayam di pasaran. Mereka juga meminta agar kenaikan harga pakan mendapat perhatian.

Peternak Pandeglang Juga Mengalami Kerugian

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Harga telur di tingkat peternak saat ini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram.

Baca Juga: Kembali ke Istana Merdeka, Ratna Sari Dewi Soekarno Kaget Lihat Banyak Perubahan

Harga tersebut turun sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 dari harga normal yang berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Penurunan harga membuat peternak harus menanggung selisih antara biaya produksi dan hasil penjualan. Di sisi lain, kebutuhan operasional kandang tetap harus dipenuhi.

Peternak tetap harus mengeluarkan biaya untuk pakan dan berbagai kebutuhan pemeliharaan ayam. Namun, pendapatan dari penjualan telur dinilai belum mampu menutup seluruh biaya tersebut.

Jika kondisi ini berlangsung lama, sejumlah peternak mengaku khawatir usaha mereka tidak dapat bertahan. Karena itu, mereka meminta pemerintah segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki kondisi harga telur.

Selain stabilisasi harga telur, peternak juga meminta pemerintah mengendalikan harga pakan ternak. Kenaikan harga pakan dinilai semakin memperbesar tekanan terhadap usaha peternakan ayam petelur.

Ratusan Peternak Demo di Jawa Timur

Persoalan harga telur juga memicu aksi ratusan peternak di Jawa Timur. Mereka mendatangi kawasan depan kantor DPRD Jawa Timur dan membagikan telur kepada aparat kepolisian.

Baca Juga: Supplier Soroti Pesanan Mendadak dan Pembayaran yang Terlambat dalam Program MBG

Aksi tersebut menjadi bentuk protes terhadap anjloknya harga telur di tingkat peternak. Harga telur disebut telah jauh berada di bawah harga acuan pemerintah.

Harga acuan yang disebut peternak berada di angka Rp26.500 per kilogram. Namun, harga telur di pasaran disebut hanya sekitar Rp15.000 per kilogram.

Selisih tersebut membuat peternak mengalami kerugian besar. Salah seorang peternak bahkan menyebut kerugiannya telah mencapai lebih dari 60 persen.

Kerugian tersebut terjadi karena hasil penjualan telur tidak mencukupi berbagai biaya operasional. Pengeluaran tersebut antara lain untuk pakan konsentrat, listrik, hingga pembayaran karyawan.

Peternak Minta Pemerintah Serap Produksi Telur

Dalam aksi tersebut, peternak juga menyampaikan tuntutan agar pemerintah melalui Badan Pangan Nasional melakukan penyerapan produksi telur di tingkat Jawa Timur.

Penyerapan dinilai penting untuk mengurangi kelebihan pasokan atau over supply telur di pasar. Ketika produksi melimpah sementara permintaan tidak seimbang, harga telur di tingkat peternak berpotensi semakin tertekan.

Persoalan tersebut mendapat perhatian dari Komisi B DPRD Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Isu mengenai harga telur dan penyerapan produksi rencananya akan dibawa ke tingkat pemerintah pusat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu peternak menghadapi kondisi harga yang terus melemah.

Bagi peternak, stabilitas harga menjadi hal penting karena biaya produksi tidak ikut turun ketika harga telur anjlok. Jika selisih antara biaya produksi dan harga jual semakin lebar, keberlangsungan usaha peternakan ayam petelur akan semakin terancam.

Editor : Maylanni Diana Fitri
harga pakan ternak peternak Jawa Timur harga telur ayam peternak ayam petelur harga telur hari ini