Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak Makin Terjepit dan Minta Pemerintah Turun Tangan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB
Harga telur ayam anjlok di sejumlah daerah hingga di bawah biaya produksi. Peternak meminta pemerintah menstabilkan harga dan menyerap produksi.(pinterest)
Harga telur ayam anjlok di sejumlah daerah hingga di bawah biaya produksi. Peternak meminta pemerintah menstabilkan harga dan menyerap produksi.(pinterest)

JAKARTA - Harga telur ayam yang terus melemah membuat peternak di sejumlah daerah menghadapi tekanan berat. Harga jual di tingkat peternak dinilai tidak lagi sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.

Kondisi tersebut dirasakan peternak ayam petelur di Dusun Canden, Desa Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo. Harga telur di pasaran kini berada di kisaran Rp20.000 per kilogram.

Penurunan harga terjadi ketika biaya produksi justru meningkat. Salah satu beban terbesar peternak berasal dari pakan ayam yang harganya terus naik.

Harga pakan yang sebelumnya sekitar Rp435.000 per sak kini mencapai kurang lebih Rp470.000 per sak. Kenaikan tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin tipis.

Untuk mengurangi pengeluaran, peternak bahkan harus mengurangi jumlah pekerja harian. Langkah tersebut dilakukan demi mempertahankan usaha di tengah kondisi harga telur yang belum membaik.

Peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga harga telur ayam agar lebih stabil. Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan harga pakan yang terus mengalami kenaikan.

Harga Telur di Pandeglang Turun Rp5.000

Tekanan serupa dirasakan peternak ayam petelur di Kabupaten Pandeglang, Banten. Harga telur di tingkat peternak kini hanya sekitar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram.

Baca Juga: Bahaya Rokok Makin Serius, Risiko Serangan Jantung dan Kanker Paru Bisa Berlipat

Harga tersebut turun sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 dibandingkan harga normal yang berada di kisaran Rp25.000 per kilogram.

Peternak mengaku kondisi tersebut membuat pendapatan dari penjualan telur tidak mampu menutup seluruh biaya operasional kandang. Padahal, berbagai kebutuhan produksi harus tetap dibayarkan.

Biaya pakan menjadi salah satu pengeluaran utama. Selain itu, peternak juga harus menanggung kebutuhan operasional lain agar kegiatan peternakan tetap berjalan.

Jika harga telur terus berada di bawah biaya produksi, peternak khawatir usaha mereka tidak dapat dipertahankan. Sebagian peternak bahkan mengaku berada di ambang gulung tikar.

Karena itu, pemerintah diminta segera mengambil kebijakan untuk membantu mengangkat harga telur. Pengendalian harga pakan juga menjadi salah satu permintaan peternak.

Ratusan Peternak Turun ke Jalan di Jawa Timur

Persoalan harga telur juga memicu aksi ratusan peternak di Jawa Timur. Mereka melakukan aksi di depan kantor DPRD Jawa Timur sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur.

Baca Juga: Kecanduan Sabu Bikin Otak Bergantung, Begini Efek dan Sulitnya Berhenti

Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan telur kepada aparat kepolisian. Aksi itu dilakukan untuk menyuarakan kondisi yang mereka hadapi di lapangan.

Peternak menyebut harga acuan telur seharusnya berada di kisaran Rp26.500 per kilogram. Namun, harga yang mereka terima di pasaran disebut hanya sekitar Rp15.000 per kilogram.

Perbedaan harga tersebut membuat peternak mengalami kerugian besar. Salah seorang peternak mengaku mengalami kerugian lebih dari 60 persen.

Pendapatan dari penjualan telur tidak cukup untuk membayar berbagai kebutuhan produksi. Biaya tersebut mencakup pakan konsentrat, listrik, hingga upah karyawan.

Minta Penyerapan Telur

Selain meminta stabilisasi harga, peternak di Jawa Timur juga mendesak pemerintah melakukan penyerapan produksi telur.

Mereka meminta pemerintah melalui Badan Pangan Nasional melakukan penyerapan telur di tingkat Jawa Timur. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kelebihan pasokan di pasar.

Peternak menilai kondisi over supply menjadi salah satu persoalan yang perlu segera ditangani. Ketika pasokan tinggi dan harga jual rendah, posisi peternak semakin tertekan.

Komisi B DPRD Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur disebut akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pusat. Salah satu fokus yang didorong adalah upaya penyerapan produksi telur.

Peternak berharap ada langkah konkret untuk mengatasi anjloknya harga telur. Mereka membutuhkan harga jual yang lebih stabil agar biaya produksi dapat tertutupi dan usaha peternakan tetap berjalan.

Jika tidak segera ditangani, tekanan harga telur yang berlangsung bersamaan dengan kenaikan biaya pakan berpotensi semakin memperberat kondisi peternak di berbagai daerah.

Editor : Maylanni Diana Fitri
harga pakan ayam peternak Jawa Timur harga telur anjlok peternak ayam harga telur ayam