Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak di Tiga Daerah Gelar Aksi dan Bagikan Telur Gratis

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Harga telur ayam anjlok saat biaya pakan naik. Peternak di Pati, Boyolali, dan Makassar menggelar aksi meminta pemerintah turun tangan.(pinterest)
Harga telur ayam anjlok saat biaya pakan naik. Peternak di Pati, Boyolali, dan Makassar menggelar aksi meminta pemerintah turun tangan.(pinterest)

JAKARTA - Harga telur ayam yang terus merosot membuat peternak di sejumlah daerah semakin tertekan. Di Pati, Boyolali, hingga Makassar, peternak menggelar aksi untuk meminta pemerintah segera mengatasi harga pakan yang terus meningkat.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ratusan peternak ayam menyampaikan protes di kompleks kantor Bupati Pati. Mereka mengeluhkan harga telur ayam yang anjlok hingga tidak mampu menutup biaya pakan.

Sebagai bentuk kekecewaan, peternak membuang telur dan melepas puluhan ayam ke kompleks kantor bupati. Aksi tersebut dilakukan karena peternak merasa semakin kesulitan mempertahankan usaha akibat tingginya biaya pemeliharaan ayam.

Harga jual telur yang rendah membuat pendapatan peternak tidak sebanding dengan pengeluaran untuk pakan. Kondisi tersebut membuat usaha ternak unggas semakin tertekan.

Harga Pakan Ayam di Boyolali Naik

Keluhan serupa disampaikan peternak ayam di Boyolali, Jawa Tengah. Mereka menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan agar harga pakan ternak diturunkan.

Baca Juga: Bagian Tubuh Paling Cepat Rusak karena Merokok, Nomor 3 Bisa Picu Kanker Paru

Peternak menyebut harga pakan yang sebelumnya berada di kisaran Rp5.500 per kilogram kini meningkat menjadi sekitar Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram.

Kenaikan tersebut dinilai tidak sebanding dengan harga telur ayam di tingkat peternak. Saat ini, harga telur disebut hanya sekitar Rp18.500 per kilogram.

Harga tersebut berada jauh di bawah harga pokok pembelian yang ditetapkan pemerintah. Akibat kondisi tersebut, peternak mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan operasional kandang.

Bahkan, sejumlah peternak terpaksa mencari tambahan dana dengan menggadaikan surat kendaraan dan surat rumah. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembelian pakan ayam.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi peternak. Ketika harga pakan naik, biaya produksi ikut meningkat. Namun, harga jual telur justru mengalami penurunan.

Peternak Makassar Bagikan Telur dan Ayam Gratis

Tekanan harga juga dirasakan peternak ayam petelur di Makassar, Sulawesi Selatan. Puluhan peternak menggelar aksi di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Berhenti Merokok Tak Cuma Bikin Napas Lega, Ini Perubahan Tubuh dari 20 Menit hingga 10 Tahun

Mereka menyampaikan keluhan mengenai tingginya harga pakan unggas dan rendahnya harga jual telur ayam. Peternak menyebut harga pakan yang harus mereka beli mencapai sekitar Rp21.000 per kilogram.

Di tengah mahalnya biaya pakan, harga telur justru mengalami penurunan. Situasi tersebut membuat peternak kesulitan mendapatkan keuntungan dari usaha yang mereka jalankan.

Sebagai bentuk protes, para peternak membagikan telur dan ayam secara gratis kepada masyarakat. Aksi tersebut sekaligus menjadi cara mereka menyampaikan kondisi yang tengah dihadapi kepada pemerintah dan publik.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan harga telur dan pakan unggas. Mereka membutuhkan kebijakan yang dapat membuat biaya produksi lebih seimbang dengan harga jual telur.

Peternak Minta Pemerintah Turun Tangan

Persoalan yang terjadi di Pati, Boyolali, dan Makassar menunjukkan tekanan yang dihadapi peternak ayam tidak hanya terjadi di satu wilayah.

Kenaikan harga pakan menjadi salah satu persoalan utama karena pakan merupakan kebutuhan penting dalam pemeliharaan ayam petelur. Ketika biaya tersebut meningkat, biaya produksi otomatis ikut bertambah.

Di sisi lain, harga telur di tingkat peternak justru mengalami penurunan. Ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual membuat keuntungan peternak semakin menipis.

Dalam kondisi tersebut, peternak berharap pemerintah memperhatikan harga pakan sekaligus menjaga harga telur di tingkat peternak. Mereka juga meminta agar kebijakan yang dibuat dapat membantu keberlangsungan usaha peternakan.

Aksi dengan membuang telur, melepas ayam, hingga membagikan hasil ternak secara gratis menjadi gambaran kekecewaan peternak terhadap kondisi pasar saat ini.

Jika harga pakan tetap tinggi sementara harga telur terus berada di level rendah, peternak khawatir semakin banyak usaha ayam petelur yang tidak mampu bertahan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
harga pakan ayam peternak ayam makassar harga telur ayam pati