JAKARTA - Pencairan PKH BPNT tahap 3 kembali dilaporkan masuk ke sejumlah rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan informasi dalam video YouTube yang menjadi sumber artikel ini, sejumlah KPM penerima PKH melalui bank BRI dan BNI disebut sudah menerima bantuan dengan nominal berbeda.
Informasi pencairan PKH BPNT tahap 3 tersebut mencakup beberapa transaksi yang terpantau masuk ke KKS. Nominal yang disebutkan mulai dari Rp225.000 hingga Rp1.343.000, tergantung komponen bantuan dan kondisi penerima.
Meski demikian, pencairan PKH BPNT tahap 3 disebut tidak berlangsung secara serentak. KPM yang belum menerima saldo diminta tetap bersabar karena penyaluran bantuan sosial dilakukan secara bertahap.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, 231 Ribu Guru Bersiap Dapat Kejelasan Status
Rincian Pencairan PKH Tahap 3
Dalam informasi tersebut, salah satu KPM pengguna KKS bank BRI dilaporkan telah menerima pencairan PKH tahap 3 sebesar Rp1.100.000. KPM tersebut disebut menggunakan KKS baru.
Sementara itu, pencairan melalui bank BNI juga dilaporkan sudah masuk kepada sejumlah KPM. Salah satunya menerima Rp373.000 dan disebut melakukan pengambilan melalui agen BRILink.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, 231 Ribu Guru Masuk Skema Pengangkatan Baru
KPM lain pengguna bank BNI juga disebut menerima bantuan sebesar Rp1.343.000. Selain itu, terdapat pencairan sebesar Rp225.000 untuk komponen anak sekolah dasar (SD).
Informasi lainnya menyebut pencairan PKH tahap 3 melalui bank BRI kembali terpantau masuk dengan nominal Rp375.000. Perbedaan nominal tersebut dapat berkaitan dengan komponen dan besaran bantuan yang diterima masing-masing KPM.
Pengambilan Beras 30 Kilogram di Aceh
Selain informasi pencairan PKH, video tersebut juga menyampaikan adanya surat undangan pengambilan bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk wilayah Aceh.
Pengambilan beras tersebut disebut dijadwalkan pada Senin, 24 Agustus 2026. Bagi penerima yang belum mendapatkan surat undangan, masyarakat diminta menunggu informasi berikutnya.
Namun, jadwal dan penerima bantuan tetap perlu disesuaikan dengan informasi resmi dari pihak terkait di masing-masing wilayah.
KPM Diminta Cek Rekening Secara Berkala
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Guru PPPK Dapat Kesempatan Ikut Seleksi PNS 2027
Bagi KPM yang saldo bantuannya belum masuk, penerima diminta tidak panik. Penyaluran bansos tidak selalu dilakukan secara bersamaan sehingga ada KPM yang menerima lebih awal dan ada pula yang menyusul.
KPM tidak perlu mengecek saldo setiap jam. Pengecekan rekening atau KKS cukup dilakukan secara berkala, misalnya satu hingga dua kali sehari.
Selain itu, penerima perlu memastikan status kepesertaan bantuan masih aktif. Dalam informasi tersebut disebutkan bahwa bansos hanya disalurkan kepada KPM yang masih terdaftar aktif dalam DTSN.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2027 Berpeluang Jadi Penuh Waktu, Guru PPPK Bisa Daftar Seleksi PNS
Kondisi rekening KKS juga perlu diperhatikan. Rekening pasif, kartu rusak, atau ketidaksesuaian data disebut dapat menjadi salah satu kendala yang membuat saldo bantuan belum masuk.
Karena itu, KPM yang belum menerima pencairan PKH BPNT tahap 3 diimbau menunggu proses penyaluran berikutnya. Sementara penerima yang sudah mendapatkan saldo dapat memastikan nominal yang masuk sesuai dengan informasi bantuan yang diterima.
Informasi mengenai nominal dan daerah pencairan dalam artikel ini bersumber dari transkrip video YouTube. KPM tetap disarankan mengecek status bantuan melalui kanal resmi pemerintah atau pihak penyalur untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan data masing-masing.
source: YouTube/@BungkasWae
Editor : Hikmatul Insaniya