JAKARTA - Nogo Dino merupakan bagian dari pengetahuan tradisi Jawa yang dalam sebuah video YouTube dijelaskan sebagai hitungan untuk menentukan arah yang dianggap baik atau kurang baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Perhitungan ini dikaitkan dengan hari dan pasaran Jawa, seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.
Dalam video tersebut, Nogo Dino atau Naga Dina disebut digunakan untuk menentukan arah ketika seseorang hendak bepergian, mencari rezeki, atau melakukan aktivitas tertentu. Penjelasan itu disampaikan sebagai bagian dari pembahasan mengenai perhitungan tradisional Jawa.
Menurut penjelasan dalam video, Nogo Dino digambarkan dalam mitologi Jawa sebagai ular raksasa. Arah tertentu dipercaya perlu dihindari ketika posisi Nogo Dino berada di arah tersebut. Karena itu, mengetahui posisi Nogo Dino disebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan arah perjalanan.
Baca Juga: Usia Baru 9 Tahun, Damar Jadi Penari Termuda Jawa Timur yang Tampil di Istana Negara Saat HUT ke-81
Cara Menghitung Nogo Dino
Video tersebut menjelaskan bahwa hitungan Nogo Dino menggunakan angka yang mewakili hari dan pasaran. Beberapa angka yang disebut antara lain Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon, sementara setiap hari juga memiliki angka tertentu.
Hasil penjumlahan hari dan pasaran kemudian digunakan untuk mengetahui posisi Nogo Dino. Dalam tabel yang ditampilkan dalam video, bagian atas disebut sebagai arah timur. Dari hasil hitungan tersebut, posisi Nogo Dino dapat berada di salah satu arah mata angin.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu 2026, Ini Skema Upah dan Tunjangannya
Sebagai contoh, Selasa Wage disebut memiliki jumlah tujuh. Dalam penjelasan video, posisi Nogo Dino pada hitungan tersebut berada di barat. Pembuat video kemudian menyarankan agar arah barat dihindari untuk mencari rezeki dan memilih arah lain seperti selatan atau utara.
Contoh lainnya adalah Rabu Legi. Dalam video disebutkan hitungan Rabu dan Legi menghasilkan angka tertentu yang menempatkan Nogo Dino di timur. Karena itu, arah timur disebut sebagai arah yang perlu dihindari berdasarkan perhitungan tersebut.
Penjelasan ini merupakan bagian dari kepercayaan atau tradisi yang disampaikan dalam video, bukan penjelasan ilmiah mengenai keberhasilan seseorang dalam mencari rezeki atau menentukan perjalanan.
Dikaitkan dengan Sedulur Papat Limo Pancer
Pembahasan Nogo Dino dalam video kemudian dikaitkan dengan konsep sedulur papat limo pancer. Salah satu cara yang disebut dalam video untuk mengolah sisi spiritual adalah melalui puasa prihatin.
Pembuat video menjelaskan adanya konsep peringkasan hitungan puasa 40 hari menggunakan kombinasi hari dan pasaran Jawa. Contohnya, rangkaian Selasa Kliwon, Rabu Legi, dan seterusnya disebut dapat membentuk hitungan 40 dalam perhitungan tersebut.
Video itu juga menyebut beberapa bentuk puasa yang dikenal dalam tradisi Jawa, seperti puasa mutih, neraka, ngrowot, dan ngalong. Namun, pembuat video menyarankan agar orang yang ingin menjalankan praktik tersebut mencari guru pembimbing atau guru spiritual untuk mendapatkan arahan mengenai langkah-langkahnya.
Baca Juga: Gaji PPPK Paruh Waktu 2026, Ini Skema Upah dan Tunjangannya
Selain itu, disebut pula praktik puasa Senin dan Kamis sebanyak tujuh kali tanpa putus, kemudian dilanjutkan dengan puasa Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon sebanyak tujuh kali. Jika rangkaian puasa terputus, pembuat video menyampaikan bahwa hitungan tersebut perlu dimulai kembali.
Pada bagian akhir, pembuat video menegaskan bahwa penjelasan tersebut merupakan beberapa metode yang menurutnya dapat digunakan untuk mendekatkan diri dengan sedulur dalam konsep spiritual Jawa.
Pembahasan Nogo Dino sendiri menunjukkan bagaimana perhitungan hari dan pasaran masih menjadi bagian dari pembicaraan mengenai tradisi dan spiritualitas Jawa. Dalam video tersebut, hitungan hari, pasaran, serta arah mata angin menjadi unsur utama dalam menjelaskan konsep Nogo Dino.
source: YouTube/@titahgustiofficial
Editor : Hikmatul Insaniya