Prabowo Minta Masyarakat Jujur dalam Sensus Ekonomi BPS 2026, Ini Alasannya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:25 WIB
Prabowo meminta masyarakat jujur mengisi Sensus Ekonomi BPS 2026 karena kualitas data menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan dan anggaran.(SC Youtube)
Prabowo meminta masyarakat jujur mengisi Sensus Ekonomi BPS 2026 karena kualitas data menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan dan anggaran.(SC Youtube)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia memberikan jawaban secara jujur dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi BPS 2026. Menurutnya, kualitas data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik atau BPS akan menentukan ketepatan pemerintah dalam menyusun kebijakan dan anggaran.

Prabowo menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir data yang disampaikan melalui sensus digunakan untuk mengejar kekayaan atau pendapatan pribadi. Data tersebut dikumpulkan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi yang sebenarnya terjadi.

Ia meminta masyarakat mengisi formulir sensus dengan informasi yang benar. Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk mendorong orang lain agar ikut memberikan jawaban secara jujur.

"Saya minta agar saudara-saudara sekalian, wakil-wakil rakyat dan seluruh rakyat Indonesia yang sedang mendengarkan pidato saya saat ini. Saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, angka-angka makroekonomi yang digunakan untuk melihat kondisi perekonomian Indonesia sangat bergantung pada kualitas data. Karena itu, proses pengumpulan informasi melalui Sensus Ekonomi BPS 2026 perlu mendapat dukungan dari seluruh masyarakat.

Kejujuran responden menjadi penting agar data yang dihasilkan dapat menggambarkan aktivitas ekonomi secara tepat. Data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat memengaruhi gambaran yang diperoleh dari pelaksanaan sensus.

Sudah Lebih dari 10 Tahun Belum Rebasing

Prabowo mengatakan Indonesia sudah lebih dari 10 tahun belum melakukan rebasing atau pembaruan cara menghitung aktivitas ekonomi yang sebenarnya terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Guru Honorer Non ASN Berpeluang Ikut Seleksi CPNS 2027, Begini Nasib Setelah 2026

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pelaksanaan Sensus Ekonomi BPS 2026 perlu dipastikan berjalan dengan baik. Ia menilai keberhasilan pengumpulan data menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran aktivitas ekonomi yang lebih sesuai dengan kondisi yang terjadi.

Sensus ekonomi yang tengah berlangsung pun menjadi upaya untuk menghimpun data yang dibutuhkan. Prabowo meminta seluruh masyarakat mendukung pelaksanaannya dengan memberikan informasi yang jujur.

Ia kembali menekankan bahwa data yang disampaikan masyarakat tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan maupun pendapatan pribadi. Informasi tersebut akan digunakan sebagai bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan menentukan anggaran dengan lebih tepat.

Dengan data yang lebih baik, pemerintah memiliki dasar informasi dalam menyusun langkah dan kebijakan. Karena itu, Prabowo meminta masyarakat tidak ragu memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya saat mengikuti sensus.

Ajakan tersebut juga ditujukan kepada para wakil rakyat dan seluruh masyarakat yang mendengarkan pidatonya. Ia berharap partisipasi masyarakat tidak berhenti pada pengisian formulir, tetapi juga meluas melalui ajakan kepada orang lain untuk ikut berpartisipasi secara jujur.

Sensus Berlangsung hingga Akhir Agustus 2026

Sensus Ekonomi BPS 2026 saat ini masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS melibatkan sebanyak 251.000 petugas sensus yang bekerja di seluruh desa.

Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2027 Otomatis Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes, Ini Penjelasannya

Ratusan ribu petugas tersebut menjalankan tugas pengumpulan data di berbagai wilayah. Pelaksanaan secara luas itu diharapkan dapat mendukung tersedianya data ekonomi dari berbagai daerah.

Seluruh data yang dikumpulkan dalam kegiatan sensus dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang. Masyarakat yang menjadi responden tidak perlu khawatir informasi pribadi mereka akan dipublikasikan.

Data hasil Sensus Ekonomi BPS 2026 nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk agregat. Penyajiannya dilakukan mulai dari level kabupaten atau kota, kemudian provinsi, hingga tingkat nasional.

Dengan sistem tersebut, data yang disampaikan masyarakat digunakan sebagai bagian dari gambaran ekonomi secara keseluruhan, bukan untuk menelusuri kekayaan atau pendapatan pribadi setiap responden.

Prabowo berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi BPS 2026 dapat berjalan sukses. Ia menempatkan kejujuran masyarakat sebagai salah satu kunci penting karena kualitas data BPS akan berpengaruh terhadap angka-angka makroekonomi yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah.

Karena itu, ia meminta masyarakat mengisi formulir secara jujur sekaligus mengajak orang lain melakukan hal serupa. Sensus yang masih berlangsung hingga akhir Agustus 2026 tersebut melibatkan 251.000 petugas untuk mengumpulkan data di seluruh desa.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sensus Ekonomi BPS 2026 Rebasing badan pusat statistik bps Prabowo Subianto