JAKARTA - BPNT tahap 3 2026 sebesar Rp600.000 mulai dilaporkan cair di sejumlah daerah pada 22 Agustus 2026. Selain bantuan pangan melalui KKS, bantuan beras sebanyak 30 kilogram juga mulai dibagikan kepada sejumlah penerima di berbagai wilayah.
Informasi pencairan tersebut berasal dari sejumlah laporan penerima yang menunjukkan saldo BPNT telah masuk dan bantuan dapat ditarik tunai. KKS Bank BNI dari beberapa tahun penerbitan, termasuk 2018, 2020, 2021, dan 2025, disebut sudah menerima pencairan.
Salah satu laporan berasal dari Semarang. Penerima yang sebelumnya telah mendapatkan PKH untuk kategori lansia dan balita kembali mengecek saldo KKS. Hasilnya, BPNT tahap ketiga disebut sudah masuk sebesar Rp600.000.
KKS Bank BNI keluaran 2021 tersebut disebut telah ditarik tunai pada 22 Agustus 2026. Pencairan ini menjadi tambahan bagi penerima yang sebelumnya sudah mendapatkan PKH.
Laporan lain datang dari pemilik KKS keluaran 2018. Setelah beberapa kali melakukan pengecekan, saldo BPNT akhirnya disebut masuk pada 22 Agustus 2026. Bantuan yang tercatat kemudian ditarik tunai sebesar Rp600.000.
BPNT Cair di Sejumlah Daerah
Pencairan juga dilaporkan terjadi pada KKS keluaran 2025 di kawasan Hajar Mukti, Kuranji. Saldo sebesar Rp600.000 disebut sudah ditarik pada pagi 22 Agustus 2026.
Baca Juga: TPG Juli dan Agustus 2026 Diprediksi Cair Beriringan, Ini Jadwalnya
Laporan lainnya berasal dari Palembang. KKS Bank BNI yang diperiksa pada 22 Agustus 2026 disebut sudah menerima BPNT tahap ketiga sebesar Rp600.000 dan telah ditarik tunai.
Penerima KKS 2021 yang mendapatkan PKH sekaligus BPNT juga melaporkan pencairan. Saldo BPNT sebesar Rp600.000 disebut sudah masuk dan ditarik pada pagi hari.
Selain itu, KKS keluaran 2020 untuk wilayah Kota Bandung juga dilaporkan telah menerima BPNT. Saldo yang masuk disebut sebesar Rp600.000 dan sudah ditarik tunai pada 22 Agustus 2026.
Laporan-laporan tersebut menunjukkan pencairan BPNT tahap 3 masih berlangsung. Namun, informasi dalam video juga menyebut pencairan belum tentu terjadi secara bersamaan di seluruh daerah.
Karena itu, penerima yang belum melihat saldo masuk diminta melakukan pengecekan secara berkala. Pencairan yang sudah terjadi di sejumlah wilayah belum dapat menjadi patokan bahwa seluruh penerima telah menerima bantuan.
Bantuan Beras 30 Kg Mulai Dibagikan
Selain BPNT, bantuan pangan berupa beras 30 kilogram juga dilaporkan mulai dibagikan di sejumlah daerah. Salah satunya Kota Langsa, Aceh.
Baca Juga: Sopir Sigap Menepi, Truk Angkut Getah Pinus Terbakar di Jalan Raya Jeli
Penerima di Kota Langsa disebut mendapatkan kupon pengambilan bantuan beras sebanyak 30 kilogram pada 22 Agustus 2026. Bantuan tersebut disebut berupa beras tanpa minyak goreng.
Penyaluran bantuan beras juga dilaporkan di Bekasi. Penerima yang sebelumnya tidak mendapatkan PKH dan BPNT karena status exclude disebut memperoleh undangan pengambilan beras sebanyak 30 kilogram.
Laporan lainnya berasal dari Kabupaten Tangerang, Banten. Penerima menyebut setelah mendapatkan BPNT Rp600.000, mereka mendapatkan jadwal pengambilan bantuan beras sebanyak 30 kilogram atau tiga karung.
Di Aceh, penyaluran beras 30 kilogram juga dilaporkan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September. Sementara itu, wilayah Bogor Barat turut melaporkan adanya penyaluran bantuan beras. Salah satu undangan pengambilan disebut dijadwalkan pada Senin, 24 Agustus 2026.
Bantuan beras juga dilaporkan diterima masyarakat di Gresik, Jawa Timur. Dalam laporan tersebut, penerima menunjukkan bukti mendapatkan bantuan beras yang disebut sebanyak 30 kilogram.
Namun, terdapat pula laporan penerima yang mendapatkan undangan untuk 30 kilogram tetapi hanya menerima 20 kilogram. Dalam video disebutkan, sisa 10 kilogram dikabarkan diberikan kepada penerima lain yang tidak mendapatkan bantuan di lokasi tersebut.
Dari berbagai laporan yang dihimpun dalam video, pencairan BPNT tahap 3 2026 sebesar Rp600.000 dan penyaluran bantuan beras 30 kilogram telah berlangsung di sejumlah daerah pada 22 Agustus 2026.
Penerima yang belum menerima BPNT diminta terus melakukan pengecekan saldo secara berkala. Sementara penerima yang belum memperoleh bantuan beras diharapkan menunggu penyaluran di wilayah masing-masing.