JAKARTA - PKH September 2026 diprediksi memasuki fase pencairan beruntun, terutama bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masih menunggu saldo masuk ke kartu KKS hingga akhir Agustus. Perkembangan status penyaluran disebut mulai menunjukkan tanda positif, termasuk perubahan status menjadi SPM.
Informasi tersebut disampaikan dalam video yang membahas perkembangan pencairan bantuan sosial. Penyaluran PKH dan BPNT tahap 3 untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 disebut sedang berada pada tahap akhir gelombang pertama.
Bank Himbara, yakni BRI, BNI, Mandiri, dan BSI, disebut masih menyelesaikan transfer bantuan kepada jutaan KPM di berbagai daerah. Bagi penerima yang belum memperoleh saldo, penyaluran disebut masih dapat berlanjut melalui gelombang berikutnya.
Status SPM Jadi Sinyal Pencairan
Perubahan status pada sistem monitoring bansos menjadi salah satu perkembangan yang disorot. Sejumlah data KPM yang sebelumnya mengalami keterlambatan disebut telah berubah menjadi SPM atau Surat Perintah Membayar.
Baca Juga: Ruben Onsu Tolak Bantuan Rekan Artis untuk Lunasi Ganti Rugi Rp4,4 Miliar
Dalam data yang ditampilkan, terdapat penerima PKH dan sembako alokasi Juli-September 2026 dengan nominal Rp375 ribu dan Rp600 ribu. Status transaksi pada data tersebut tercatat SPM.
Status itu disebut menunjukkan bahwa Kementerian Sosial telah menerbitkan perintah pembayaran kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Selanjutnya, proses akan bergerak menuju SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana, kemudian SI atau standing instruction.
Video tersebut menyebut dana diperkirakan masuk ke rekening KKS sekitar satu hingga tiga hari kerja setelah status berubah menjadi SI. Dengan perkembangan tersebut, pencairan susulan diprediksi mulai terjadi pada minggu pertama September 2026.
Namun, waktu pencairan tetap bergantung pada proses administrasi dan mekanisme bank penyalur.
KPM KKS Baru Berpeluang Terima Rapelan
KPM yang beralih dari penyaluran melalui PT Pos menuju kartu KKS baru menjadi salah satu kelompok yang disebut berpeluang menerima pencairan beruntun.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2027 Belum Dipastikan, Pemerintah Beri Sinyal soal Kesejahteraan ASN
Hal serupa disebut berlaku bagi KPM yang baru memperoleh kartu KKS pada Agustus 2026. Dalam data yang dibahas, terdapat penerima dengan status pengecekan rekening berbeda untuk dua periode bantuan.
Untuk periode PKH April-Juni 2026, status disebut masih dalam proses burekol atau pengecekan rekening. Sementara alokasi PKH Juli-September 2026 sudah menunjukkan status berhasil cek rekening.
Perbedaan status tersebut diartikan sebagai indikasi bahwa KPM KKS baru berpotensi memperoleh bantuan untuk dua periode. Alokasi April-Juni yang sebelumnya tertunda dapat disalurkan bersamaan dengan periode Juli-September.
Peluang menerima dana lebih besar juga disebut terbuka bagi KPM yang mendapatkan PKH sekaligus BPNT. Jika kedua program tersebut tercatat berhasil dalam proses pengecekan rekening, pencairannya berpotensi berlangsung bersamaan.
Akumulasi beberapa periode bantuan membuat nominal yang diterima sebagian KPM disebut dapat mencapai Rp1,2 juta, Rp2,4 juta, hingga Rp4,2 juta. Besaran tersebut bergantung pada akumulasi bantuan dan program yang diterima masing-masing KPM.
Selain PKH dan BPNT, video tersebut turut menyebut pencairan KIP dan PIP Kemdikbud yang masih berlangsung secara bertahap melalui rekening SimPel. Bantuan tersebut ditujukan bagi siswa SD hingga SMA dan SMK yang telah melakukan aktivasi.
Penyaluran bantuan pangan berupa beras 30 kilogram untuk alokasi Juli-September melalui Perum Bulog juga disebut masih berjalan di sejumlah desa dan kelurahan.
Meski demikian, informasi mengenai PKH September 2026 tersebut merupakan prediksi berdasarkan perkembangan status penyaluran yang disampaikan dalam video. KPM disarankan tetap memantau rekening KKS dan perkembangan informasi pencairan agar mengetahui ketika bantuan telah masuk.
Editor : Maylanni Diana Fitri