Reaktivasi Bansos Penerima Judi Online Dibuka, 7.200 Orang Dievaluasi

Syarifatul Insaniyah • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:30 WIB
Reaktivasi bansos penerima judi online mulai dibuka untuk 7.200 orang setelah lebih dari 200.000 mengajukan permohonan bantuan kembali.(ILUSTRASI AI)
Reaktivasi bansos penerima judi online mulai dibuka untuk 7.200 orang setelah lebih dari 200.000 mengajukan permohonan bantuan kembali.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai membuka kembali proses reaktivasi bantuan sosial (bansos) bagi 7.200 penerima manfaat yang sebelumnya dicoret karena terlibat judi online. Kebijakan itu dilakukan setelah lebih dari 200.000 dari total 600.000 penerima bansos yang diblokir mengajukan permohonan agar bantuan pemerintah kembali diberikan.

Mayoritas penerima yang mengajukan reaktivasi menyampaikan alasan kebutuhan ekonomi. Mereka mengaku masih sangat membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Dari lebih dari 200.000 permohonan tersebut, Kemensos kini mulai mengevaluasi penerima yang dinilai memungkinkan untuk kembali mendapatkan bansos. Sebanyak 7.200 penerima menjadi bagian yang mulai dibuka kembali pintu bantuannya setelah sebelumnya dicoret karena keterlibatan dalam judi online.

Menteri Sosial Saifulah Yusuf mengatakan proses tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Penerima yang mengajukan reaktivasi harus melalui evaluasi terlebih dahulu untuk menentukan apakah mereka dapat kembali menerima bantuan sosial.

“Beberapa di antaranya mengajukan reaktivasi karena mereka benar-benar membutuhkan. Nah, maka itu kita ini sedang evaluasi dalam minggu-minggu ini untuk kita tentukan apakah mereka bisa mendapatkan bansos kembali,” kata Saifulah Yusuf dalam pernyataannya.

Baca Juga: Bantuan Sosial September 2026: PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg Mulai Disalurkan

Meski reaktivasi mulai dibuka, rekening para penerima tersebut belum masuk dalam daftar distribusi bansos untuk triwulan 4 2025. Mereka masih berada dalam pengawasan tenaga pendamping sosial dan tim dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Pengawasan menjadi bagian penting setelah penerima kembali memperoleh akses terhadap bansos. Pemerintah ingin memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak kembali disalahgunakan.

Saifulah Yusuf menegaskan, apabila nantinya penerima diputuskan kembali mendapatkan bansos, mereka diminta memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik. Pengawasan juga akan diperkuat oleh tenaga pendamping sosial serta PPATK.

“Kalau nanti akhirnya diputuskan untuk mendapatkan bansos kembali, maka tentu ini kita minta benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan akan dijadikan apa? Semacam pengawasan ya, ditambah dengan pengawasan dari teman-teman pendamping dan juga tentu dari PPATK,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 600.000 penerima manfaat bansos diblokir setelah diketahui terlibat dalam judi online. Pemblokiran tersebut membuat sebagian penerima kemudian mengajukan permohonan reaktivasi agar dapat kembali menerima bantuan pemerintah.

Baca Juga: Bansos September 2026: 8 Bantuan Disebut Siap Cair Mulai 1 September

Dari jumlah tersebut, lebih dari 200.000 orang telah mengajukan permohonan. Kemensos kemudian melakukan evaluasi terhadap pengajuan yang masuk, termasuk mempertimbangkan alasan kebutuhan dasar yang disampaikan para penerima.

Namun, reaktivasi tidak berarti penerima langsung kembali masuk dalam distribusi bansos. Untuk 7.200 penerima yang mulai dibuka kembali prosesnya, rekening mereka masih belum tercantum dalam daftar distribusi triwulan 4 2025.

Mereka juga masih berada di bawah pengawasan tenaga pendamping sosial dan PPATK. Artinya, proses pemberian kembali bansos tetap disertai mekanisme pengawasan untuk memastikan bantuan digunakan secara tepat.

Kemensos juga menyiapkan sanksi tegas tanpa kompromi bagi penerima yang kembali melanggar aturan atau menyalahgunakan bantuan sosial. Dengan demikian, reaktivasi bansos bagi penerima yang sebelumnya dicoret karena judi online tetap disertai evaluasi dan pengawasan.

Proses tersebut menjadi langkah Kemensos dalam menindaklanjuti permohonan reaktivasi dari penerima yang mengaku masih membutuhkan bantuan, sekaligus memastikan bansos yang kembali diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Editor : Syarifatul Insaniyah
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
Reaktivasi Bansos Saifulah Yusuf judi online kementrian sosial