JAKARTA - Harga emas 2,6 juta per gram pada pertengahan 2026 disebut sebagai momentum yang patut diperhatikan investor. Dalam video tersebut, penurunan harga dari kisaran Rp3,2 juta per gram pada Januari menjadi sekitar Rp2,8 juta pada Mei dan Rp2,6 juta saat ini dinilai bukan sebagai tanda emas kehilangan daya tarik.
Transkrip video menyebut penurunan harga tersebut sebagai fase cooling down atau konsolidasi sebelum kemungkinan terjadi kenaikan berikutnya. Kondisi ini justru dipandang sebagai peluang bagi masyarakat yang selama ini menunggu harga lebih rendah untuk mulai mempertimbangkan pembelian emas.
Pergerakan harga emas domestik disebut mengalami penurunan secara bertahap sepanjang semester pertama 2026. Harga yang sebelumnya mencapai sekitar Rp3,2 juta per gram pada Januari kemudian turun menjadi Rp2,8 juta pada Mei dan berada di kisaran Rp2,6 juta per gram pada pertengahan tahun.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,71 Juta, Ini Faktor yang Bikin Investor Waspada
Penurunan itu dinilai dapat memengaruhi psikologi investor. Sebagian masyarakat justru memilih menunggu karena berharap harga emas kembali turun lebih dalam. Sebaliknya, ketika harga sedang naik dan ramai diperbincangkan, masyarakat cenderung terdorong membeli karena takut tertinggal atau mengalami FOMO.
Dalam video tersebut, kondisi itu dibandingkan dengan situasi ketika harga emas berada di level tinggi. Saat harga sempat mencapai kisaran Rp3 jutaan, minat masyarakat disebut meningkat. Namun, ketika harga mengalami koreksi, keraguan justru muncul karena banyak orang berharap memperoleh harga yang jauh lebih murah.
Ketegangan global dan inflasi
Alasan lain yang disoroti adalah kondisi geopolitik dan ekonomi global. Transkrip menyebut ketegangan antarnegara dan potensi krisis ekonomi sebagai faktor yang dapat meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset yang dianggap aman.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik, Antam Melonjak Rp42 Ribu per Gram
Ketika ketidakpastian meningkat, investor dan lembaga keuangan disebut berpotensi mengalihkan sebagian modal ke emas. Video tersebut juga menyoroti pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara. Menurut narasi dalam video, aksi pembelian dalam jumlah besar dapat meningkatkan permintaan terhadap emas di pasar global.
Kondisi tersebut kemudian dikaitkan dengan kemungkinan kenaikan harga emas domestik. Namun, prediksi mengenai lonjakan harga dalam video merupakan pandangan atau perkiraan, bukan kepastian bahwa harga emas akan mencapai level tertentu.
Faktor inflasi juga menjadi perhatian. Uang tunai dinilai mengalami penurunan daya beli seiring kenaikan harga barang dan jasa. Dalam konteks tersebut, emas diposisikan sebagai instrumen untuk membantu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026: UBS Turun, Antam Naik Rp21 Ribu
Video itu menekankan bahwa membeli emas bukan ditujukan untuk mendapatkan keuntungan instan. Emas disebut lebih tepat dipandang sebagai aset yang dikumpulkan secara bertahap untuk menjaga nilai kekayaan.
Strategi cicil emas
Bagi masyarakat dengan modal terbatas, video tersebut menyarankan strategi pembelian secara berkala atau dollar cost averaging. Caranya dengan membeli emas dalam jumlah kecil secara rutin, tanpa terlalu memikirkan apakah harga pada hari pembelian sedang naik atau turun.
Strategi tersebut dinilai dapat membuat beban pembelian lebih ringan. Masyarakat juga tidak perlu menunggu hingga memiliki dana besar untuk mulai mengumpulkan emas.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun 2,69 Persen, Investor Perlu Cermati Tren
Transkrip menyebut konsistensi sebagai kunci strategi tersebut. Sebagian pendapatan dapat disisihkan secara rutin untuk membeli emas dalam pecahan kecil yang tersedia di platform digital atau tempat pembelian emas.
Dengan metode itu, investor tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan memprediksi titik harga terendah. Ketika harga turun, dana yang sama dapat memperoleh gramasi lebih banyak. Sementara ketika harga naik, nilai kepemilikan emas yang sudah terkumpul ikut meningkat.
Video tersebut juga mengingatkan bahwa keputusan membeli emas tetap perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Penurunan dari Rp3,2 juta menjadi Rp2,6 juta per gram disebut sebagai peluang dalam narasi video, tetapi arah harga berikutnya tetap tidak dapat dipastikan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,71 Juta, Ini Faktor yang Bikin Investor Waspada
Pada bagian akhir, video kembali menekankan bahwa harga emas 2,6 juta per gram pada 2026 dipandang sebagai momentum yang perlu diperhatikan. Ketegangan geopolitik, inflasi, dan perubahan kondisi ekonomi global disebut menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi harga emas ke depan.
Prediksi mengenai kemungkinan harga menembus Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per gram juga disampaikan dalam video. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi narasumber dalam video dan bukan kepastian pergerakan harga. Karena itu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan kemampuan finansial dan risiko yang ada.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari