JAKARTA - Harga emas Antam kembali naik pada Kamis, 10 September 2026. PT Antam resmi menaikkan harga emas sebesar Rp15.000 per gram menjadi Rp2.625.000 per gram. Kenaikan yang sama juga terjadi pada harga buyback yang kini berada di level Rp2.475.000 per gram.
Kenaikan harga emas Antam tersebut menjadi kabar positif bagi para penabung emas setelah sebelumnya harga logam mulia mengalami tekanan. Dalam transkrip video, penguatan harga disebut turut mengikuti kondisi emas global yang mulai menghijau sejak malam sebelumnya.
Dengan kenaikan Rp15.000 pada harga jual dan buyback, selisih antara harga emas Antam dan harga jual kembali tetap berada di angka Rp150.000 per gram. Spread tersebut disebut berada di kisaran 5,71 persen.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram
Pergerakan harga pada Kamis pagi itu dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya sudah membeli emas ketika harganya lebih rendah. Dalam video, penabung yang sempat membeli emas pada harga Rp2,8 juta maupun Rp2,7 juta per gram disarankan tidak terburu-buru menjual kepemilikannya.
Sebaliknya, bagi pemilik dana lebih, terdapat saran untuk menambah kepemilikan emas secara bertahap. Strategi tersebut dianggap lebih baik dibandingkan langsung membeli dalam jumlah besar sekaligus.
Dolar Melemah, Emas Kembali Dilirik
Dalam video tersebut, penguatan harga emas global dikaitkan dengan pelemahan indeks dolar ke level terendah dalam empat bulan. Kondisi itu disebut mendorong aksi beli kembali oleh investor global.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik, Antam Melonjak Rp42 Ribu per Gram
Emas yang diperdagangkan di pasar internasional menggunakan dolar sebagai acuan. Ketika indeks dolar melemah, harga emas dinilai menjadi lebih menarik bagi investor yang melakukan pembelian menggunakan mata uang tersebut.
Selain faktor dolar, lonjakan harga minyak dan perkembangan geopolitik juga disebut ikut memengaruhi pergerakan emas. Konflik yang memanas di Timur Tengah dinilai kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Dalam kondisi ketidakpastian seperti itu, emas kembali dilirik sebagai salah satu aset lindung nilai. Respons pasar global tersebut kemudian disebut turut tercermin dalam kebijakan harga emas Antam pada perdagangan Kamis.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 11 Agustus 2026 Naik, Antam Melonjak Rp42 Ribu per Gram
Antam menaikkan harga jual dan buyback dalam jumlah yang sama, yakni Rp15.000 per gram. Dengan demikian, spread nominal tetap berada di Rp150.000.
Disarankan Beli Bertahap
Kenaikan harga emas Antam menjadi Rp2.625.000 per gram tidak serta-merta dipandang sebagai alasan untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar. Video tersebut justru menyarankan calon pembeli menyesuaikan pembelian dengan kemampuan dana yang tersedia.
Pembelian secara bertahap dan konsisten menjadi salah satu strategi yang disampaikan. Dengan cara tersebut, penabung emas tidak perlu langsung mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan gramasi tinggi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun 2,69 Persen, Investor Perlu Cermati Tren
Video juga menyebut pilihan pembelian emas secara online bagi masyarakat yang lokasinya jauh dari butik Antam. Terlebih, gramasi kecil disebut terkadang sulit diperoleh di butik. Namun, rekomendasi toko online yang disebut dalam video tidak dirinci dalam transkrip.
Bagi masyarakat yang sudah membeli emas, kondisi fisik juga menjadi perhatian. Setelah emas berada di tangan pemilik, video menyarankan agar emas segera dibungkus menggunakan cover pelindung supaya kondisi fisiknya tetap terjaga dan terhindar dari baret.
Pada akhirnya, harga emas Antam pada Kamis, 10 September 2026, tercatat Rp2.625.000 per gram. Sementara harga buyback berada di Rp2.475.000 per gram. Keduanya sama-sama naik Rp15.000 dari harga sebelumnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,71 Juta, Ini Faktor yang Bikin Investor Waspada
Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi penabung emas yang sudah memiliki kepemilikan dari harga lebih rendah. Sementara bagi calon pembeli, video menyarankan agar pembelian dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan, bukan karena dorongan untuk langsung membeli dalam jumlah besar.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ojo Lali Emas