Harga Emas Turun, Beli atau Jual? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:07 WIB
 Harga emas turun membuat investor bingung membeli atau menjual. Simak kesalahan pemula dan pentingnya menjaga dana cadangan.
Harga emas turun membuat investor bingung membeli atau menjual. Simak kesalahan pemula dan pentingnya menjaga dana cadangan (Gemini AI)

JAKARTA - Harga emas yang bergerak naik-turun tajam sepanjang 2026 membuat sebagian investor bingung menentukan waktu membeli atau menjual. Namun, saat harga emas turun, keputusan tidak semata-mata ditentukan oleh pergerakan harga. Kondisi keuangan dan tujuan investasi justru menjadi pertimbangan utama.

Dalam pembahasan mengenai investasi emas, penurunan harga disebut memunculkan dua kelompok. Ada yang panik karena melihat nilai investasinya ikut turun. Di sisi lain, ada yang justru menganggap kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk membeli.

Mas Hendri menilai, keputusan membeli ketika harga turun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Menurut dia, harga emas yang sedang murah tidak otomatis menjadi alasan seseorang harus membeli jika kondisi kantong belum memungkinkan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp15.000 Jadi Rp2,625 Juta, Buyback Ikut Menguat

“Yang mesti kita antisipasi dan kita perhatikan di kondisi ekonomi yang saat ini ya pertama itu ya kondisi keuangan,” ujarnya dalam pembahasan tersebut.

Jika memiliki dana berlebih, penurunan harga emas dapat menjadi kesempatan untuk menambah kepemilikan. Hal itu juga dinilai sesuai bagi orang yang menerapkan strategi pembelian rutin atau dollar cost averaging.

Dengan cara tersebut, pembelian dilakukan secara konsisten tanpa terlalu memikirkan pergerakan harga dalam jangka pendek. Strategi itu juga dapat membantu menambah kepemilikan ketika sebelumnya seseorang sempat membeli emas pada harga tinggi.

Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,71 Juta, Ini Faktor yang Bikin Investor Waspada

Jangan Terjebak FOMO

Masalah lain yang disoroti adalah perilaku investor pemula yang mudah terbawa fear of missing out (FOMO). Ketika harga emas naik, sebagian orang justru bersemangat membeli karena berharap harga akan terus meningkat.

Sebaliknya, ketika harga turun, muncul kekhawatiran bahwa penurunan akan semakin dalam. Kondisi tersebut bisa mendorong keputusan menjual secara terburu-buru.

Padahal, investasi emas dalam pembahasan itu ditempatkan sebagai instrumen jangka panjang. Pergerakan harga sebaiknya tidak hanya dilihat dalam hitungan hari atau bulan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun Rp30 Ribu, Ada Apa dengan Antam?

Mas Hendri menyebut rentang tiga sampai lima tahun sebagai periode yang lebih ideal untuk melihat perkembangan investasi emas. Ia juga mengingatkan bahwa melihat harga setiap hari dapat membuat investor lebih mudah merasa khawatir ketika terjadi perubahan harga.

“Makanya kalau nabung emas ataupun logam mulia itu, lihatnya secara tahun ke tahun,” katanya.

Jangan Habiskan Seluruh Uang untuk Emas

Kesalahan lain yang dianggap perlu dihindari adalah menggunakan seluruh uang yang tersedia untuk membeli emas. Contohnya, seseorang mendapat bonus Rp10 juta kemudian langsung mengalokasikan seluruh dana tersebut untuk emas.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000, Jadi Momen Beli atau Tunggu?

Menurut pembahasan tersebut, langkah itu kurang bijak karena kebutuhan mendadak tetap bisa muncul. Jika seluruh uang sudah berubah menjadi emas, seseorang mungkin terpaksa menjualnya ketika membutuhkan dana.

Penjualan dalam kondisi seperti itu dapat menimbulkan kerugian karena adanya selisih antara harga beli dan harga buyback. Dalam pembahasan tersebut, selisih emas fisik disebut bisa berada di kisaran 8 sampai 10 persen.

Karena itu, pembelian sedikit tetapi konsisten dinilai lebih aman. Dari contoh bonus Rp10 juta, sebagian dana bisa digunakan untuk membeli emas, sementara sisanya tetap disimpan sebagai cadangan.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram

Pola tersebut juga dapat diterapkan dengan nominal yang lebih kecil. Pembelian emas secara rutin dinilai lebih penting daripada menunggu dana terkumpul dalam jumlah besar.

Pembahasan itu juga menyinggung emas digital sebagai pilihan bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas. Dengan dana yang lebih kecil, pembelian dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu kemampuan membeli emas fisik dalam gramasi besar.

Pada akhirnya, harga emas turun bukan otomatis menjadi sinyal untuk panik. Hal terpenting adalah memahami tujuan pembelian sejak awal. Jika tujuannya investasi jangka panjang, fluktuasi harga dalam waktu singkat sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Turun, Antam Rp2,68 Juta, Cek Galeri 24 dan UBS

Sebaliknya, jika seseorang membeli emas dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat, strategi tersebut dinilai berbeda dengan investasi jangka panjang. Pemahaman terhadap tujuan, kemampuan keuangan, serta konsistensi menjadi bagian penting agar keputusan membeli emas tidak berujung pada penjualan terpaksa ketika kebutuhan mendadak muncul.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : MOVID INDONESIA\
harga emas turun emas fomo harga emas 2026 investasi emas