JAKARTA - Harga emas Antam pada Kamis, 10 September 2026, berpotensi kembali naik seiring penguatan harga emas dunia. Dalam analisis video, kenaikan harga emas Antam diperkirakan berada di kisaran Rp7.000 hingga Rp20.000 per gram. Pergerakan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor global, terutama pelemahan dolar Amerika dan kenaikan harga minyak di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah.
Pada Kamis pagi, harga emas dunia disebut kembali bergerak naik dan bertahan di atas level 4.400 per troy ons. Kondisi itu terjadi setelah dalam beberapa hari sebelumnya grafik harga emas sempat mengalami tekanan.
Pergerakan harga emas global menjadi perhatian karena dapat memengaruhi harga emas Antam di dalam negeri. Berdasarkan perhitungan dalam video, kenaikan harga emas dunia berpotensi membuat harga emas Antam kembali mengalami rebound pada rilis harga berikutnya.
Baca Juga: Emas Antam vs UBS, Mana Lebih Untung? Selisih Harga Jadi Pertimbangan
Salah satu pemicu utama datang dari indeks dolar Amerika Serikat yang disebut turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Pelemahan dolar terjadi ketika investor mencermati risiko inflasi baru serta menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat.
Data yang menjadi perhatian adalah indeks harga produsen atau PPI yang dijadwalkan rilis pada malam hari. Setelah itu, investor juga menunggu data indeks harga konsumen atau CPI yang disebut akan dirilis pada hari berikutnya.
Pelemahan dolar membuat emas dinilai menjadi lebih menarik bagi pembeli global. Dalam analisis tersebut, kondisi ini ikut mendorong harga emas dunia bergerak menghijau pada Kamis pagi.
Baca Juga: Emas Kembali Jadi Uang, Strategi UBS Ungkap Alasan di Balik Tren Baru
Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah
Faktor kedua yang disebut mendorong harga emas adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kondisi tersebut turut berdampak pada pergerakan harga minyak yang disebut naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir.
Dalam transkrip disebutkan adanya serangan yang melibatkan Garda Revolusi Iran. Serangan tersebut disebut menyasar pangkalan Amerika di Yordania serta 10 kapal.
Kenaikan harga minyak kemudian memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi. Dalam kondisi seperti itu, emas disebut kembali dilirik sebagai aset safe haven.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Beli atau Jual? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Faktor berikutnya berkaitan dengan kebijakan suku bunga The Fed. Dalam analisis video disebutkan pasar memperkirakan peluang sekitar 60 persen terjadinya kenaikan suku bunga The Fed pada pekan berikutnya.
Namun, ancaman inflasi akibat kenaikan harga minyak membuat investor tetap mempertimbangkan emas sebagai salah satu tempat untuk mengamankan dana. Kombinasi faktor tersebut menjadi alasan harga emas dunia kembali bergerak naik.
Pergerakan harga emas tetap berpotensi berubah karena pasar masih menunggu data PPI dan CPI. Karena itu, pembeli emas yang baru ingin masuk disarankan dalam video untuk tidak terburu-buru dan dapat melakukan pembelian secara bertahap.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini 10 September 2026 Turun, Antam hingga UBS Segini
Bagi investor yang sudah membeli emas ketika harga sebelumnya turun, kenaikan harga Antam nantinya dapat menjadi keuntungan mengambang atau floating profit. Dalam analisis tersebut, kenaikan Rp17.000 hingga Rp20.000 per gram akan langsung meningkatkan nilai kepemilikan emas yang sudah dibeli.
Pecahan kecil juga menjadi perhatian. Dalam video disebutkan emas ukuran 1 gram, 2 gram, dan 3 gram sempat sulit ditemukan di butik karena stoknya terbatas. Kondisi itu membuat pembelian secara online disebut sebagai salah satu pilihan.
Pada akhirnya, harga emas Antam pada 10 September 2026 masih menunggu rilis resmi. Analisis tersebut memperkirakan peluang kenaikan berada di kisaran Rp7.000 sampai Rp20.000 per gram dengan dukungan harga emas dunia yang kembali berada di atas 4.400 per troy ons.
Baca Juga: Harga Emas Turun, Beli atau Jual? Ini Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi respons pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat serta perkembangan situasi global. Karena itu, investor emas perlu mencermati perubahan harga sebelum menentukan waktu pembelian berikutnya.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Ojo Lali Emas