JAKARTA - Tunjangan guru non-ASN kembali dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Sementara itu, tunjangan guru ASN diberikan sebesar gaji pokok. Pemerintah juga mengubah mekanisme penyaluran dengan mentransfer tunjangan dan gaji langsung ke rekening guru setiap bulan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mukti menyampaikan kebijakan tersebut setelah diterima Presiden dan mendapatkan arahan langsung mengenai program prioritas pendidikan. Pertemuan itu juga membahas revitalisasi sekolah, peningkatan kualitas guru, Sekolah Nasional Terintegrasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penggunaan Interactive Flat Panel (IFP).
Abdul Mukti menegaskan kenaikan tunjangan guru merupakan bagian dari komitmen pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
“Untuk kesejahteraan guru kami ingin tegaskan sekali lagi bahwa sesuai komitmen Bapak Presiden tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan,” ujar Abdul Mukti.
Ia menyebut guru non-ASN kini memperoleh tunjangan Rp2 juta, dari sebelumnya Rp1,5 juta. Adapun guru ASN mendapatkan tunjangan sebesar gaji pokok.
Perubahan lainnya berada pada mekanisme penyaluran. Tunjangan dan gaji akan ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Menurut Abdul Mukti, pola tersebut menjadi terobosan karena berbeda dengan kebijakan sebelumnya.
Ia mengatakan sistem tersebut diharapkan membuat proses birokrasi tidak berbelit sehingga guru dapat memperoleh manfaat secara langsung.
Revitalisasi 71.744 Satuan Pendidikan
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mukti juga melaporkan perkembangan program revitalisasi sekolah. Ia menyebut revitalisasi pada 2025 telah terlaksana 100 persen untuk 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah dan Waktu yang Baik
Untuk 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp14 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan. Selain itu, disebut akan ada tambahan 60.000 satuan pendidikan sehingga total revitalisasi tahun ini mencapai 71.744 satuan pendidikan.
Program tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak hingga tingkat SLTA.
Abdul Mukti juga menyampaikan program revitalisasi diperkirakan berdampak pada penyerapan tenaga kerja daerah. Dengan sistem swakelola, pembangunan dilakukan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan.
Untuk revitalisasi 71.744 satuan pendidikan, pemerintah memperkirakan sekitar 1,1 juta orang dapat terserap bekerja dalam rentang tiga hingga delapan bulan.
Ia menambahkan, pelaksanaan revitalisasi 2026 sudah berjalan. Dari alokasi 11.744 satuan pendidikan, progresnya disebut telah mencapai 70 persen. Sebagian sekolah bahkan disebut sudah selesai pada Juli dan Agustus sehingga dapat digunakan untuk memulai tahun pelajaran 2026-2027.
Beasiswa Guru hingga MBG
Pemerintah juga menyiapkan program beasiswa bagi guru yang belum memiliki pendidikan D4 atau S1. Pada 2025, sebanyak 12.500 guru mendapat beasiswa Rp3 juta per semester melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah yang Perlu Dihindari
Program tersebut disebut telah memasuki semester kedua. Sebagian penerima juga direncanakan dapat mengikuti wisuda pada tahun ini.
Untuk 2026, alokasi beasiswa diperluas menjadi 150.000 guru dengan nominal yang sama, yakni Rp3 juta per semester. Saat pernyataan disampaikan, proses pendaftaran masih berlangsung.
Selain itu, pemerintah menyampaikan perkembangan MBG sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Abdul Mukti menyebut per 10 Juni, sebanyak 80,7 persen murid telah mendapatkan MBG.
Menurutnya, sejumlah penelitian yang disebut berasal dari UI dan lembaga lainnya menunjukkan dampak positif MBG terhadap motivasi belajar, kehadiran di sekolah, serta capaian akademik.
Pemerintah juga melaporkan distribusi 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) pada 2025 ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Perangkat tersebut disebut sudah digunakan dan telah menjadi objek penelitian terkait kualitas pembelajaran serta motivasi belajar.
Editor : Maylanni Diana Fitri