TULUNGAGUNG - Pencairan PKH dan BPNT September 2026 kembali dilaporkan terjadi pada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dalam video yang membahas perkembangan bansos, sejumlah bukti pengecekan saldo Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ditampilkan, termasuk pencairan di Kuningan pada 15 dan 16 September 2026.
Salah satu laporan menyebut KKS Bank BNI untuk bantuan PKH validasi dan BPNT di daerah Kuningan telah menerima saldo pada 16 September 2026. Hasil pengecekan yang ditampilkan menunjukkan saldo sebesar Rp1.350.000.
Video tersebut juga menyebut pencairan tahap 3, termasuk termin susulan, disebut akan berlangsung hingga akhir September. Karena itu, penerima yang belum mendapatkan pencairan diminta melakukan pengecekan saldo secara berkala.
Selain laporan pencairan reguler, video menyoroti KPM yang sebelumnya tidak menerima bantuan setelah mengalami perubahan kategori desil. Salah satu contoh yang ditampilkan merupakan pemilik KKS yang sebelumnya berada pada desil 6.
Pada tahap sebelumnya, bantuan disebut tidak cair karena status desil tersebut. Namun, setelah kategorinya turun menjadi desil 3, bantuan BPNT kembali dilaporkan masuk pada tahap 3.
Baca Juga: Penyaluran Bansos September 2026: PIP, YAPI, PKH-BPNT hingga Beras
Dalam video, kondisi tersebut menjadi alasan bagi KPM yang sebelumnya memiliki desil lebih tinggi untuk kembali mengecek saldo KKS apabila status desilnya telah berubah. Salah satu bukti yang ditampilkan menunjukkan penarikan tunai Rp600.000 untuk BPNT tahap 3 pada 16 September 2026.
Meski demikian, perubahan desil tidak secara otomatis dinyatakan sebagai jaminan pencairan bagi seluruh KPM. Video hanya mengimbau penerima untuk melakukan pengecekan karena terdapat contoh KKS yang kembali menerima bantuan setelah perubahan desil.
Laporan lain datang dari KKS Bank BNI. Dalam video, terdapat KPM BPNT murni yang sebelumnya sudah menerima BPNT pada Agustus. Kemudian, pada September kembali ditemukan saldo masuk sebesar Rp600.000.
Jenis bantuan tersebut belum dapat dipastikan dari bukti saldo yang ditampilkan. Dalam video, penerima disebut akan mengomunikasikannya dengan pendamping bansos. Ada dugaan bahwa saldo tersebut merupakan PKH validasi, tetapi hal itu disampaikan sebagai kemungkinan, bukan kepastian.
Pengecekan melalui agen Brilink menunjukkan saldo Rp600.000 menjadi Rp589.000. Video menyebut adanya potongan ketika pengecekan dilakukan
melalui agen bank yang berbeda.
Baca Juga: Pencairan PKH BPNT Tahap 3 Susulan Mulai Cair, Ada KPM Terima Rp600 Ribu
Bukti lain berasal dari KKS Bank Mandiri yang dicek melalui agen BRI pada 15 September 2026. Saldo yang disebut masuk sebesar Rp600.000, sementara hasil pengecekan yang ditampilkan menunjukkan Rp596.000 pada salah satu bukti dan Rp589.000 pada bukti lainnya. Video mengaitkan selisih tersebut dengan biaya administrasi.
Sementara itu, pencairan PKH validasi juga dilaporkan. Salah satu KPM disebut telah melakukan penarikan tunai sebesar Rp840.000 pada 15 September 2026.
Video juga mengimbau KPM BPNT murni yang memiliki komponen keluarga seperti anak balita atau anak sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA untuk mengecek saldo KKS. Imbauan tersebut disampaikan karena ada kemungkinan penerima masuk dalam penerima PKH validasi.
Bukti lainnya menunjukkan KKS Bank BRI menerima saldo Rp750.000 pada 15 September 2026.
Secara keseluruhan, video menampilkan sejumlah laporan pencairan PKH dan BPNT pada pertengahan September 2026. Namun, bukti yang ditampilkan berasal dari beberapa laporan dan hasil pengecekan saldo KKS. Karena jenis bantuan pada sebagian transaksi belum dipastikan, KPM disarankan mencocokkan informasi dengan pendamping bansos sebelum menyimpulkan jenis bantuan yang masuk.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber