TULUNGAGUNG - Pencairan PKH BPNT tahap 3 susulan kembali dilaporkan berlangsung secara bertahap. Dalam informasi terbaru yang disampaikan melalui video, BPNT tahap 3 susulan tercatat cair untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pengguna KKS Bank BRI dan BNI dengan nominal Rp600.000.
Selain BPNT, terdapat pula laporan pencairan PKH tahap 3 susulan melalui KKS Bank Mandiri. Video tersebut juga menyebut penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) masih berlangsung secara bertahap pada September 2026.
Informasi pencairan tersebut disampaikan sebagai pembaruan bagi penerima bantuan sosial yang masih menunggu saldo masuk. Dalam video, beberapa pencairan disebut sudah terpantau, sementara bantuan lainnya masih berjalan secara bertahap.
Untuk BPNT tahap 3 susulan, salah satu KPM dengan KKS Bank BRI disebut telah menerima pencairan sebesar Rp600.000. Setelah itu, terdapat laporan pencairan BPNT tahap 3 susulan melalui KKS Bank BNI.
KPM pengguna KKS Bank BNI disebut mendapatkan pencairan sebesar Rp600.000. Tidak hanya satu laporan, video juga menyebut adanya KPM lain dengan KKS Bank BNI yang kembali mendapatkan saldo dengan nominal sama.
Sementara itu, PKH tahap 3 susulan melalui KKS Bank Mandiri juga disebut telah terpantau cair. Namun, nominal pada bagian tersebut tidak terdengar jelas dalam transkrip sehingga tidak dicantumkan.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Ada KPM Terima Rp975 Ribu
Selain PKH dan BPNT tahap 3 susulan, video tersebut menyampaikan informasi mengenai bantuan Program Indonesia Pintar. Penyaluran bantuan itu disebut masih terus berlangsung secara bertahap pada bulan September 2026.
Ada pula informasi mengenai bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk alokasi Juli-September 2026. Bantuan tersebut disebut mulai dibagikan kepada penerima secara bertahap.
Bagi penerima yang belum mendapatkan undangan pembagian beras, narator meminta agar menunggu. Tidak disebutkan wilayah tertentu yang sudah atau belum menerima bantuan tersebut.
Narator juga mengingatkan penerima agar tidak panik apabila saldo bantuan belum masuk. Menurut informasi dalam video, proses penyaluran bantuan sosial tidak dilakukan secara serentak.
“Proses penyaluran bansos tidak serentak ya. Ada yang lebih dulu masuk, ada yang menyusul,” ujar narator.
Karena pencairan dilakukan bertahap, KPM diminta melakukan pengecekan rekening secara berkala. Narator menyarankan pengecekan cukup satu atau dua kali dalam sehari.
Pengecekan rekening terlalu sering disebut tidak akan mempercepat proses pencairan. Karena itu, penerima yang belum mendapatkan saldo diminta tetap menunggu proses penyaluran.
Baca Juga: PKH BPNT Tahap 3 Kembali Cair, Saldo KKS Disebut Masuk Rp975 Ribu hingga Rp600 Ribu
Dalam video tersebut, KPM juga diingatkan untuk memastikan status kepesertaan masih aktif. Narator menyebut bansos hanya cair kepada KPM yang masih terdaftar aktif di DTSN.
Selain status kepesertaan, kondisi rekening KKS juga perlu diperhatikan. Rekening yang pasif, kartu rusak, atau adanya kesalahan data disebut dapat membuat saldo tertahan.
Penerima bantuan yang belum menerima pencairan karena itu diminta memastikan rekening KKS tetap aktif dan tidak mengalami masalah. Namun, video tidak menjelaskan lebih jauh mengenai prosedur penyelesaian untuk setiap kendala tersebut.
Rangkaian informasi tersebut menunjukkan adanya beberapa laporan pencairan bantuan pada tahap 3 susulan. BPNT melalui KKS Bank BRI dan BNI menjadi salah satu bantuan yang disebut telah masuk dengan nominal Rp600.000.
Meski demikian, pencairan belum disebut berlangsung serentak kepada seluruh penerima. Sebagian KPM sudah menerima saldo, sedangkan penerima lainnya masih menunggu proses penyaluran.
Narator kemudian kembali menyampaikan ucapan kepada KPM yang sudah menerima bantuan. Sementara bagi penerima yang belum mendapatkan pencairan, pesan yang disampaikan adalah tetap bersabar dan menunggu proses penyaluran secara bertahap.
Dengan adanya laporan pencairan tersebut, KPM yang masih menunggu dapat melakukan pengecekan rekening secara berkala tanpa harus memeriksanya setiap saat.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber