Anak Muda Perlu Mengenal Koperasi, Ini Perannya agar Gerakan Koperasi Tetap Berlanjut di Era Digital

Vidya Sajar Fitri • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 10:10 WIB
Anak muda perlu mengenal koperasi untuk memahami ekonomi bersama, ikut regenerasi, dan membantu koperasi beradaptasi di era digital.(ILUSTRASI AI)
Anak muda perlu mengenal koperasi untuk memahami ekonomi bersama, ikut regenerasi, dan membantu koperasi beradaptasi di era digital.(ILUSTRASI AI)

TULUNGAGUNG - Anak muda perlu mengenal koperasi karena keberlanjutan organisasi tersebut tidak hanya bergantung pada pengurus yang ada saat ini. Regenerasi dibutuhkan agar kepemimpinan, pengetahuan, dan kegiatan koperasi dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.

Bagi generasi muda, anak muda perlu mengenal koperasi bukan sekadar memahami istilah atau sejarahnya. Mereka perlu mengetahui bagaimana koperasi bekerja, apa peran anggota, serta bagaimana prinsip kebersamaan dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi.

Pentingnya pengenalan tersebut terlihat dalam gerakan koperasi di Tulungagung. Jalan Sehat Koperasi yang diikuti sekitar 7.000 peserta menjadi salah satu sarana memperkenalkan koperasi kepada masyarakat. Pesertanya tidak hanya anggota koperasi, tetapi juga pelajar dan masyarakat umum.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Koperasi dan Rapat Anggota Koperasi (RAKOP) ke-79 Kabupaten Tulungagung. Regenerasi kepemimpinan menjadi salah satu perhatian karena keterlibatan anak muda dinilai diperlukan agar kepemimpinan koperasi tidak hanya didominasi generasi yang lebih tua.

Baca Juga: 7 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Koperasi, Rangkaian Hari Koperasi dan RAKOP Ke-79 Tulungagung

Mengenal Koperasi Tidak Cukup dari Namanya

Anak muda perlu memahami bahwa koperasi memiliki prinsip yang berbeda dari sekadar berkumpul untuk menjalankan kegiatan ekonomi. UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang masih berlaku mengatur prinsip koperasi, antara lain keanggotaan sukarela dan terbuka, pengelolaan demokratis, pembagian sisa hasil usaha secara adil sesuai jasa usaha anggota, serta kemandirian.

Pendidikan perkoperasian juga termasuk prinsip yang dijalankan dalam pengembangan koperasi. Artinya, proses mengenalkan koperasi kepada generasi muda bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan berkaitan dengan bagaimana anggota memahami organisasi yang mereka ikuti.

Pemahaman tersebut penting agar anak muda tidak hanya menjadi peserta kegiatan koperasi. Mereka juga dapat mengetahui hak, kewajiban, mekanisme pengambilan keputusan, serta manfaat berorganisasi secara bersama.

Di Tulungagung, pengenalan dilakukan dengan melibatkan pelajar dan masyarakat dalam kegiatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga mencakup bakti sosial, pembagian sembako, pemberian beasiswa tabungan untuk siswa, lomba catur, dan donor darah.

Baca Juga: 257 Desa dan 14 Kelurahan di Tulungagung Punya KDKMP, 2.618 Pengurus Kini Disiapkan Jalankan Koperasi

Anak Muda Bisa Menjadi Bagian dari Regenerasi

Regenerasi merupakan alasan lain mengapa anak muda perlu mengenal koperasi sejak dini. Kepemimpinan organisasi membutuhkan penerus yang memahami prinsip, tata kelola, sekaligus tantangan yang dihadapi koperasi.

Keterlibatan generasi muda tidak harus langsung melalui posisi pengurus. Mereka dapat memulainya dengan menjadi anggota, mengikuti pendidikan koperasi, memahami kegiatan usaha, atau terlibat dalam kegiatan organisasi.

Ketika pemahaman sudah terbentuk, kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dapat terbuka. Proses tersebut membuat estafet kepemimpinan tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi melalui pengalaman dan pembelajaran.

Kebutuhan terhadap generasi muda juga berkaitan dengan perubahan pola usaha. Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan pembelajaran digitalisasi koperasi yang mencakup transformasi manajemen, digital marketing, efisiensi operasional, dan inovasi.

Kemampuan menggunakan teknologi dapat menjadi salah satu ruang kontribusi anak muda. Mereka dapat membantu koperasi memahami pemasaran digital, pengelolaan informasi, hingga pemanfaatan teknologi dalam kegiatan usaha, sesuai kebutuhan masing-masing koperasi.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Menerima Penghargaan Pembina Koperasi Andalan, Diserahkan Langsung Oleh Menteri Koperasi 

Menjaga Koperasi Tetap Relevan di Tengah Perubahan

Perubahan regulasi, persaingan usaha, dan perkembangan teknologi membuat koperasi perlu beradaptasi. Dalam kondisi seperti itu, generasi muda dapat berperan membawa pengetahuan dan cara kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan prinsip dasar koperasi.

Namun, digitalisasi bukan berarti seluruh persoalan koperasi otomatis selesai. Teknologi perlu ditempatkan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan memperbaiki pengalaman anggota. Kementerian Koperasi dan UKM juga menempatkan adopsi teknologi, transformasi proses, dan keamanan data sebagai bagian dari strategi digital koperasi.

Di sisi lain, nilai kebersamaan tetap menjadi bagian penting. Koperasi dibangun dengan prinsip usaha bersama dan demokrasi ekonomi, sehingga keterlibatan anggota tetap menjadi unsur utama dalam pengelolaannya.

Karena itu, anak muda perlu mengenal koperasi bukan hanya agar tersedia calon pengurus baru. Pengenalan tersebut juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memahami model usaha bersama, berorganisasi, mengembangkan kemampuan digital, dan ikut menjaga keberlanjutan koperasi.

Semakin awal generasi muda mengenal prinsip serta cara kerja koperasi, semakin terbuka ruang bagi mereka untuk mengambil bagian dalam regenerasi. Dengan begitu, estafet kepemimpinan dapat disiapkan secara bertahap sekaligus membuat koperasi lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Editor : Vidya Sajar Fitri
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
regenerasi koperasi anak muda perlu mengenal koperasi koperasi dan generasi muda digitalisasi koperasi peran generasi muda