TULUNGAGUNG - Kabar mengenai penyelesaian sinkronisasi anggaran dan pencairan dana rapel kenaikan gaji pensiunan membawa angin segar bagi para purna bakti. Namun di balik kabar gembira ini, para pensiunan ASN, guru, serta purnawirawan TNI/Polri diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Momentum pencairan dana rapel dalam jumlah besar kerap dimanfaatkan oleh oknum kejahatan siber untuk melancarkan aksi penipuan.
Seiring berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024 tentang penyesuaian gaji pensiunan sebesar 12 persen, PT Taspen bersama lembaga penyalur telah memodernisasi sistem pembayaran menjadi 100 persen digital. Dana rapel dan kenaikan gaji ditransfer langsung ke rekening pribadi penerima tanpa perantara dan tanpa potongan biaya sepeser pun.
Sayangnya, perubahan sistem digital ini dimanfaatkan oleh penipu yang mengincar para pensiunan lansia yang belum terbiasa dengan teknologi. Modus yang paling sering digunakan adalah menawarkan jasa "percepatan pencairan dana rapel" dengan meminta imbalan sejumlah uang atau data pribadi nasabah.
Baca Juga: Mengapa Konten Positif di Media Sosial Bisa Berdampak bagi Orang Lain? Ini Alasannya
Modus Penipuan yang Wajib Diwaspadai
Pihak penyelenggara menekankan bahwa seluruh proses penyaluran dana kenaikan gaji dan rapel dilakukan secara otomatis oleh sistem perbankan mitra. Para pensiunan diminta untuk mencermati beberapa cici-ciri modus penipuan berikut:
-
Tawaran Jasa Percepatan Rapel: Apabila ada oknum yang mengaku sebagai petugas PT Taspen atau pihak bank dan menjanjikan dapat mempercepat pencairan rapel, hal tersebut dipastikan 100 persen modus penipuan.
-
Permintaan Biaya Administrasi: Seluruh proses penyaluran hak pensiun bebas dari biaya administrasi tambahan.
-
Permintaan Data Rahasia (PIN/OTP): Petugas resmi PT Taspen maupun bank mitra tidak pernah meminta informasi sensitif seperti kode OTP, nomor PIN ATM, atau kata sandi aplikasi perbankan.
Baca Juga: Media Sosial untuk Promosi UMKM, Ini Cara Mengenalkan Produk Lokal kepada Audiens
Langkah Penting Melindungi Rekening Pensiun
Para purna bakti diimbau untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak asing yang menghubungi melalui telepon, pesan singkat, maupun media sosial. Pastikan informasi mengenai jadwal pencairan hanya diperoleh melalui saluran resmi kementerian atau aplikasi resmi PT Taspen.
Apabila menemukan kejanggalan atau menjadi korban percobaan penipuan, pensiunan disarankan untuk segera memblokir sementara rekening bank terkait dan melapor ke kantor cabang PT Taspen terdekat. Kewaspadaan mandiri merupakan kunci utama agar dana rapel kenaikan gaji dapat dinikmati secara aman bersama keluarga.
Baca Juga: Media Sosial untuk Mengajak Anak Muda Hidup Sehat, Ini Cara Membuat Konten Positif
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube