Radar Tulungagung - Orange Caramel, sub-unit dari After School yang dikenal dengan konsep unik dan musik catchy, kembali menjadi tren di kalangan penggemar K-Pop.
Lagu-lagu mereka yang ikonik, seperti "Catallena," "Lipstick," dan "Bangkok City," kembali viral di berbagai platform media sosial, terutama TikTok.
Fenomena ini menarik perhatian banyak idol K-Pop, yang kemudian ikut meramaikan tren dengan melakukan cover dance dan menyanyikan ulang lagu-lagu Orange Caramel.
Idol K-Pop yang Ikut Tren Orange Caramel
Sejumlah idol dari generasi terbaru terlihat mengikuti tren ini, baik dalam acara variety show, konser, maupun konten di media sosial. Beberapa di antaranya adalah:
- aespa
Member aespa sempat menarikan koreografi "Catallena" dalam konten mereka, yang langsung mendapat respons positif dari penggemar.
- LE SSERAFIM
Grup ini juga sempat membawakan gaya tarian khas Orange Caramel dalam beberapa kesempatan, menunjukkan bahwa konsep unik masih memiliki daya tarik besar di industri K-Pop.
- SEVENTEEN
Sebagai grup yang dikenal dengan humor dan konsep kreatif, beberapa member SEVENTEEN sempat membawakan lagu-lagu Orange Caramel dalam konser dan variety show mereka.
- NCT
Beberapa member NCT, terutama dalam unit variety, turut mencoba tren ini dan menampilkan keseruan saat menari dengan ekspresi khas Orange Caramel.
- NewJeans
Sebagai grup yang sering mengadaptasi tren musik retro dan unik, mereka juga menunjukkan ketertarikan pada gaya musik yang dipopulerkan Orange Caramel.
Pengaruh Orange Caramel dalam Industri K-Pop
Orange Caramel dikenal sebagai salah satu grup yang berhasil membawa konsep quirky dan teatrikal ke industri K-Pop.
Dengan pakaian mencolok, koreografi unik, dan lagu-lagu yang easy-listening, mereka menciptakan tren yang terus dikenang hingga saat ini.
Kini, dengan banyaknya idol yang kembali menghidupkan lagu-lagu mereka, banyak penggemar berharap Orange Caramel dapat melakukan comeback atau setidaknya reuni dalam waktu dekat.
Pengaruh mereka juga bisa terlihat dalam beberapa konsep comeback grup K-Pop generasi baru yang mulai mengadopsi gaya lebih playful dan eksentrik.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz