Radar Tulungagung - Lagu “Selalu Ada di Nadimu” bukan hanya soundtrack dalam film Jumbo. Lagu ini juga seperti surat cinta dalam bentuk musik dari orang tua untuk anaknya.
Berikut cerita dibalik lagu “Selalu Ada di Nadimu” yang perlu kamu tahu:
Pesan dari Orang Tua yang Diciptakan dari Hati Seorang Anak
Lagu “Selalu Ada di Nadimu” diciptakan dan diproduseri oleh trio musisi Laleilmanino, yang terdiri dari Anindyo Baskoro (Nino), Arya Aditya Ramadhya (Lale), dan Ilman Ibrahim Isa (Ilman).
Nino mengungkapkan lagu ini terinspirasi dari hubungannya dengan sang ayah yang telah berpulang. Nino dan tim ingin menggambarkan suara hati orang tua yang ingin terus hadir dan mendampingi anaknya, bahkan saat tak lagi bisa berada di sisi mereka secara fisik.
Pesan Tersembunyi dalam Anagram Lirik Lagu
Lirik Lagu ini bukan hanya indah, tapi juga menyimpan anagram. Huruf pertama setiap barisnya membentuk kalimat "Kami Akan Selalu Ada di Nadimu." Sebuah cara untuk menyampaikan bahwa kehadiran orang tua tidak akan pernah benar-benar hilang.
Berikut lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu”. Semoga kamu bisa menemukan pesan anagram "Kami Akan Selalu Ada di Nadimu" dalam lagu ini:
Kala nanti badai 'kan datang
Angin akan buat kau goyah
Maafkan, hidup memang
Ingin kau lebih kuat
Andaikan saat itu datang
Kami tak ada menemani
Aku ingin kau mendengar
Nyanyianku di sini
Sedikit demi sedikit
Engkau akan berteman pahit
Luapkanlah saja bila harus menangis
Anakku, ingatlah semua
Lelah tak akan tersia
Usah kau takut pada keras dunia
Akhirnya takkan ada akhir
Doaku agar kau selalu
Arungi hidup berbalut Senyuman di hati
Doaku agar kau selalu
Ingat Bahagia Meski kadang hidup tak baik saja
Nyanyian ini bukan sekedar nada
Aku ingin kau mendengarnya
Dengan hatimu bukan telinga
Ingatlah ini bukan sekedar kata
Maksudnya kelak akan menjadi makna
Ungkapan cintaku dari hati
Editor : Aditya Yuda Setya Putra