Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengulik Tokoh Anime William James Moriarty: Antara Pahlawan Sosial dan Arsitek Kekacauan

Eli Marantika • Rabu, 16 April 2025 | 23:30 WIB
foto: Tangkapan layar Youtube Muse Indonesia
foto: Tangkapan layar Youtube Muse Indonesia

Radar Tulungagung - Dalam anime Moriarty the Patriot (Yuukoku no Moriarty), William James Moriarty adalah tokoh utama, sosok revolusioner dengan ideologi kuat.

William James Moriarty adalah anak yatim piatu yang diadopsi keluarga bangsawan Moriarty.


William James Moriarty hidup di mana status sosial seseorang ditentukan sejak lahir.

Sistem ini menguntungkan para bangsawan dan menindas rakyat jelata.

Karakter Moriarty menjadi sangat unik karena karakternya tidak serta merta hitam atau putih.

William percaya, “Satu-satunya cara untuk menciptakan dunia yang adil adalah dengan menghancurkan dunia yang tidak adil terlebih dahulu.” William pilih menggunakan kejahatan untuk alat menciptakan dunia yang adil.

Ia adalah simbol dari abu-abu moral, yang mencerminkan dilema dunia nyata: Keadilan lewat hukum kadangkala terlalu lambat dan terlalu berpihak.

Ketika hukum tak bisa mengayomi semua orang, salahkah mereka yang tak terayomi mencari keadilannya sendiri?

Mari kita simak lebih dalam sosok William Jame Moriarty. Bukan untuk menilai apakah dia benar atau tidak, tapi untuk melihat lebih luas.

Pahlawan atau manusia berlagak Tuhan?

Keadilan seperti apa yang William tawarkan? Sebagai konsultan kejahatan, William Moriarty memberikan rencana pada rakyat yang tersakiti untuk membalas dendam, terlebih pada bangsawan.

Seringkali rencana itu  melibatkan penghilangan nyawa, tapi kriteria seperti apa yang membuat seseorang layak kehilangan nyawa? Ini membuat William seolah menjadi “Tuhan”, yang menentukan siapa yang layak hidup atau mati.

Namun, di dunia Moriarty the Patriot, bangsawan bisa membunuh rakyat miskin tanpa dihukum. Rakyat tak punya suara, tak punya kuasa. Kalau sistem hukum gagal memberi keadilan, pertanyaan William adalah, salahkah bila seseorang mengambil peran itu?

William mengambil langkah yang tidak ada seorang pun berani ambil bukan karena ingin jadi Tuhan. William tahu apa yang ia lakukan tak akan dikenang sebagai hal baik. Tapi ia tetap melakukannya demi revolusi.

Metode yang melanggar garis moral?

William Moriarty memanfaatkan orang-orang sebagai pion dalam “catur revolusi”. Ini membuat batas antara membebaskan dan mengendalikan menjadi kabur.

William melibatkan tindakan berdarah untuk mencapai revolusi yang ia impikan. Itu karena perubahan-perubahan besar dalam sejarah, seringkali lahir dari kekacauan dan kekerasan.

Jika ada cara yang lebih cepat dan baik, mungkin William akan memilih jalan lain itu. Namun sejarah terus berulang karena akan selalu ada manusia-manusia yang mementingkan diri hingga tak segan melakukan apapun untuk mempertahankan kenyamanannya.

Dalam dunia Moriarty The Patriot, William melihat tak ada harapan selain mengambil jalan kekerasan untuk meruntuhkan sistem kelas sosial yang mencekik.

Perlu digarisbawahi, ada risiko besar ketika karakter seperti William diromantisasi di dunia nyata. Bagaimanapun, jalan kekerasan adalah jalan yang beresiko menimbulkan kekacauan lebih besar, terlebih jika sampai melibatkan orang tak bersalah.

Apakah William Moriarty pahlawan? Bisa jadi.

Apakah dia penjahat? Bisa dibilang juga demikian.

Yang pasti, dia adalah manifestasi dari frustrasi terhadap dunia yang tidak adil dan cara orang merespons ketidakadilan itu bisa sangat berbeda.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#Rekomendasi Anime #William James Moriarty #anime #moriarty the patriot #Yuukoku no Moriarty