TULUNGAGUNG-Zaman sekarang film animasi di Indonesia masih dianggap sebelah mata. Namun film Jumbo bisa mematahkan anggapan tersebut.
Sebab hingga kini film Jumbo sudah ditonton 10 juta orang di bioskop seluruh Indonesia.
Film Jumbo ini menceritakan seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun bernama Don.
Don di film Jumbo ini sangat terobsesi dengan cerita dongeng karya orang tuanya yang berjudul "Pulau Gelembung".
Don sering di bully oleh temannya karena berbadan besar dan tidak bisa bermain olahraga hingga dijuluki Jumbo.
Demi membuktikan diri, Don berniat untuk mengikuti sebuah ajang pentas seni di desanya dengan menampilkan storytelling dari cerita dongeng Pulau Gelembung.
Di tengah-tengah persiapan pentas seni, Don dan kedua sahabatnya, Nurman dan Mae tiba-tiba dihampiri sosok peri misterius dengan tujuannya tersendiri.
Film Jumbo ini dirasa cukup berani mengambil risiko karena akan rilis perdana di bioskop seluruh Indonesia pada saat Lebaran 2025.
Di mana di saat yang bersamaan juga akan rilis perdana film Indonesia yang lainnya, seperti Pabrik Gula; Qodrat 2; dan Norma, Antara Mertua dan Menantu.
Semua film kompetitor Jumbo tersebut diprediksi akan mendapatkan banyak penonton karena genre horror dan drama adaptasi kejadian viral yang sudah lama mendominasi industri film Indonesia.
Namun semua prediksi tersebut ternyata salah. Hingga artikel ini ditulis pada (30/5/2025) atau sekitar 2 bulan pasca Lebaran, film Jumbo masih tayang di bioskop seluruh Indonesia, sedangkan semua film kompetitor Jumbo sudah tidak tayang lagi di bioskop.
Bahkan per (29/5/2025) film Jumbo telah ditonton sebanyak 10 juta di bioskop.
Itu menandakan bahwa film Jumbo ini merupakan film kedua dalam sejarah Indonesia yang mampu mencapai 10 juta penonton bioskop setelah film KKN di Desa Penari yang rilis pada 2022 lalu.
Ada berbagai faktor yang membuat film Jumbo ini mendapatkan banyak penonton. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah