SEOUL – Sebuah momen kontroversial kembali menjadi sorotan saat konser tur “DEADLINE” BLACKPINK digelar di Goyang Stadium, Selasa, 5 Juli 2025.
Di tengah aksi panggung enerjik, video viral memperlihatkan Jennie BLACKPINK terlihat menegur seorang kru panggung untuk mengikat sepatunya dengan nada suara yang cukup keras.
Cuplikan itu langsung menyebar di berbagai platform dan memicu berbagai perdebatan.
Baca Juga: Diogo Jota Meninggal Dunia, Pemain Sepak Bola Liverpool Jadi Korban Kecelakaan Tragis
Dalam keterangan akun X @pop_floppp tertulis: “She’s always so rude towards staff. Then do it yourself btch …”, ini mencerminkan opini netizen yang menganggap tindakan Jennie sebagai bentuk sikap kasar terhadap timnya.
Di sisi lain, beberapa penggemar dan pengguna X berpendapat bahwa audiens konser yang bising dan tekanan produksi dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan latar suasana konser yang gaduh, penyampaian instruksi yang keras bisa jadi bukan merupakan indikasi perilaku buruk, melainkan upaya cepat menyesuaikan logistik di tengah waktu tampil yang padat.
Baca Juga: Brad Pitt Comeback di F1 The Movie: Totalitas Jadi Pembalap, Tampilkan Karisma di Usia Matang
Pakar media sosial dari Korea memperingatkan dampak viral yang bisa merusak citra selebriti hanya dalam hitungan jam.
Tanpa klarifikasi, isu ini berpotensi berkembang menjadi fitnah dan memancing opini negatif publik.
Hingga saat ini, YG Entertainment maupun pihak Jennie belum memberikan tanggapan resmi. Fans mendesak jawaban untuk meredam kericuhan opini.
Komentar publik sangat bervarias mulai dari sebagian mengkritik keras, sebagian lain turun tangan membela dengan alasan bahwa apa yang terjadi hanya miskomunikasi saat konser.
Kontroversi ini kembali mengingatkan bahwa meskipun mereka tampil dalam gemerlap panggung global, idol K-pop tetap manusia.
Beban jadwal, tekanan emosional, dan kondisi lingkungan serius berpengaruh terhadap sikap di depan dan belakang layar.
Masyarakat pun diimbau untuk menimbang konteks tanpa langsung menjatuhkan opini negatif.
Editor : Matlaul Ngainul Aziz