Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Trailer Film Avatar, Pertikaian Brutal Antarsuku Na’vi Terungkap: Fire and Ash, Pandora di Ambang Perang Besar!

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 30 Juli 2025 | 04:45 WIB
Salah satu adegan pertempuran dalam trailer Avatar: Fire and Ash yang memperlihatkan Jake Sully.
Salah satu adegan pertempuran dalam trailer Avatar: Fire and Ash yang memperlihatkan Jake Sully.

TULUNGAGUNG - Trailer Avatar: Fire and Ash akhirnya dirilis Senin, (29/07/2025), memicu ledakan antusias dari penggemar di seluruh dunia.

Trailer dari film Avatar: Fire and Ash berdurasi dua menit itu memperlihatkan konflik internal suku Na’vi yang jauh lebih dalam dari film sebelumnya.

Dalam trailer Avatar tersebut, Pandora terlihat berada diambang perang besar.

Pertikaian antarsuku Na’vi menjadi pusat cerita, memperkenalkan Ash People sebagai kelompok yang menolak ajaran Eywa.

Mereka tampil mencolok dengan kulit merah yang hidup di wilayah penuh abu vulkanik.

Ash People disebut lebih agresif, keras, yang bisa mengancam tatanan spiritual Pandora.

Pemimpinnya, Varang, melontarkan kalimat tajam kepada Kiri, anak Jake dan Neytiri, “your goddess has no dominion here.”

Kalimat itu menandai perlawanan terhadap sistem kepercayaan suku-suku Na’vi lainnya.

Di sisi lain, Jake Sully, kembali menjadi sosok sentral. Setelah kehilangan putra sulungnya di film sebelumnya, tekanan emosional semakin terasa.

Sementara Neytiri diperlihatkan menangis dan murung, menambah lapisan dramatis dalam kisah perang antarsuku ini.

Sementara itu, Spider digambarkan berada di titik rawan. Identitas manusianya membuat posisi dia serba salah di tengah konflik yang melibatkan sesama Na’vi.

Beberapa cuplikan menunjukkan ia berada di wilayah Ash People, dengan suasana penuh cekaman.

Quaritch kembali hadir sebagai ancaman dari luar. Ia terlihat membangun komunikasi dengan Ash People, memunculkan spekulasi keterlibatan manusia dalam memperkeruh konflik internal Pandora.

Sosok ini kemungkinan akan memainkan peran strategis tanpa harus tampil dominan di medan tempur.

Visual trailer tampil jauh lebih kelam dibanding film pertama dan kedua.

Latar penuh asap, lanskap hutan terbakar, dan langit gelap memperkuat atmosfer muram.

Pertempuran ditampilkan brutal dengan serangan udara dan darat yang lebih sinematik.

Tidak banyak dialog disisipkan. Fokus diarahkan pada ekspresi wajah, kontak mata, dan gestur tubuh.

James Cameron tampaknya ingin membangun ketegangan lewat nuansa, bukan kata-kata.

Kiri muncul sebagai karakter kunci dalam konflik spiritual ini. Sebagai anak Na’vi hasil persilangan, ia memegang peran penting dalam mempertahankan keseimbangan.

Namun, tekanan dari dua sisi membuat posisinya rumit dan emosional.

Avatar: Fire and Ash dijadwalkan tayang global pada 19 Desember 2025. Film ini merupakan bagian ketiga dari saga besar Pandora yang akan berlanjut hingga lima seri.

Fokus pada konflik internal menandai pergeseran narasi dari film sebelumnya yang banyak mengangkat relasi manusia dan alien.

James Cameron menjanjikan kisah yang lebih kompleks. Tema spiritual, perang saudara, dan kehancuran alam menjadi benang merah film ketiga ini.

Penonton tidak hanya disuguhi visual megah, tetapi juga emosi yang lebih dalam dari para karakter.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Ash People #james cameron #Film Avatar 3 Fire and Ash #pandora #jake sully