RADAR TULUNGAGUNG - Nama dr Reza Gladys belakangan menjadi sorotan setelah isu tak sedap mengenai dugaan suap hakim mencuat ke publik.
Dalam wawancara emosional yang tayang di kanal YouTube, dr Reza Gladys akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi tegas atas tuduhan tersebut.
Dr Reza Gladys mengaku selama ini telah diam dan memilih menyembunyikan penderitaannya, namun kini merasa perlu untuk berbicara demi menyelamatkan nama baik dan kredibilitasnya sebagai seorang profesional di dunia medis.
“Saya nggak pernah suap hakim! Itu fitnah luar biasa yang menghancurkan mental saya, bisnis saya, dan kepercayaan pasien saya!” ujar Reza dalam pernyataannya yang penuh emosi.
Dalam penjelasannya, Reza menyatakan bahwa tuduhan suap tersebut muncul setelah ia mengalami konflik berkepanjangan dengan pihak tertentu yang pernah terlibat secara pribadi dan profesional dengannya.
Ia tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang menyebarkan isu tersebut, namun menyiratkan bahwa ada skenario untuk menjatuhkannya secara sistematis.
Baca Juga: Gaya Hidup Orang Korea Selatan: Beberapa Cara agar Membuat Kulit Mereka Terlihat Glowing dan Sehat
Akibat dari kabar yang menyebar, Reza mengaku kehilangan banyak pasien, mitra bisnis mulai menjauh, dan kepercayaan publik terhadap dirinya sebagai dokter mulai goyah.
Ia juga mengalami tekanan mental berat hingga merasa putus asa dan ingin menyerah dengan kehidupannya.
Baca Juga: Tips Perawatan Kulit Saat Cuaca Panas di Tulungagung: Tetap Sehat dan Glowing Meski Terik
“Saya seorang ibu, saya juga dokter. Saya punya anak, punya keluarga. Tapi saya dihancurkan hanya karena ego dan dendam seseorang,” ucapnya sambil menitikkan air mata.
Menjawab secara langsung isu suap terhadap aparat hukum, Reza menjelaskan bahwa selama proses hukum yang pernah ia jalani.
Bahkan tidak ada satu pun bukti atau proses yang membuktikan bahwa dirinya melakukan praktik suap.
Ia menegaskan bahwa dirinya selalu mengikuti prosedur hukum yang berlaku dan tidak pernah melibatkan diri dalam hal-hal ilegal.
Ia juga menyinggung tentang banyaknya pihak yang memanfaatkan situasi ini sebagai bahan konten digital untuk mencari keuntungan pribadi.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Tubuh, Cegah Masuk Angin di Musim Hujan
Khususnya tanpa mempertimbangkan efek buruk terhadap orang yang menjadi targetnya.
Reza mengaku, selama ini ia memilih diam karena masih berharap konflik bisa diselesaikan secara baik-baik dan tidak ingin memperkeruh suasana.
Namun, seiring dengan meluasnya pemberitaan dan dampaknya terhadap karier dan mentalnya, ia merasa harus mengambil sikap.
Ia juga menyampaikan bahwa diamnya seseorang bukan berarti mengiyakan atau menyembunyikan kesalahan, melainkan bagian dari upaya menjaga ketenangan dan martabat pribadi.
Baca Juga: Hindari Kesalahan Umum Saat Mencerahkan Kulit Tips untuk Hasil yang Maksimal
Namun jika diamnya justru dimanfaatkan untuk menjatuhkan, maka ia merasa wajib melawan balik.
Ia juga menyampaikan pesan bahwa bullying digital dan fitnah yang disebarkan secara masif bisa berdampak sangat serius, terutama terhadap kesehatan mental dan keberlangsungan hidup seseorang.
Reza menyerukan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama jika belum jelas kebenarannya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana