RADAR TULUNGAGUNG – Pernyataan kontroversial dari figur publik Timoti Ronald yang menyebut bahwa “anak gym otaknya kosong dan cuma betot-betot doang” atau populer dengan frasa Gym bikin goblok, menuai respons keras dari berbagai pihak.
Termasuk pelaku industri kebugaran hingga mantan korban bisnis kripto yang digagas Timoti. Hal ini mencuat dalam tayangan podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier yang tayang pada awal Agustus 2025.
Baca Juga: Nge-Gym Aman selama Puasa, Kurangi Repetisi dan Beban selama Latihan
Isu Gym bikin goblok menjadi bahan perdebatan publik setelah potongan video Timoti Ronald beredar luas di media sosial.
Dalam cuplikan tersebut, Timoti menyebut aktivitas gym sebagai kegiatan repetitif yang tidak membutuhkan kecerdasan. “Cuma betot-betot doang,” katanya, menyamakan angkat beban dengan tindakan tanpa fungsi kognitif.
Ucapan itu langsung memantik reaksi dari komunitas gym dan kalangan profesional kesehatan.
Baca Juga: Adimas Hasnan, Jaga Kebugaran Lewat Tenis dan Gym: Kesehatan Itu Investasi
“Statement seperti Gym bikin goblok itu jelas menyesatkan dan merendahkan,” ujar Dr. Akbar, seorang dokter sekaligus atlet binaraga profesional yang hadir dalam podcast tersebut.
Dia menambahkan bahwa aktivitas fisik seperti gym justru memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas kognitif dan mencegah penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer.
“Kita bukan hanya angkat beban. Kita hitung nutrisi, kelola hormon, disiplin tinggi. Itu perlu intelektual,” tegasnya.
Baca Juga: Dokter Reza Gladys Bantah Isu Suap Hakim: Nama Baik Saya Dihancurkan!
Salah satu narasumber lain dalam tayangan itu, Along, seorang influencer fitness dan pemilik akademi kebugaran, menyebut bahwa dirinya memutuskan untuk menanggapi pernyataan Timoti bukan sekadar karena tersinggung, melainkan untuk mengangkat persoalan ini menjadi isu sosial yang lebih luas.
“Gue tarik isu Gym bikin goblok ini bukan buat debat kusir. Gue tarik supaya jadi isu sosial. Supaya orang yang ngomong seenaknya mikir dulu sebelum ngeluarin statement,” tegasnya dalam podcast berdurasi lebih dari 2 jam itu.
Menurut Along, potongan-potongan video tersebut disebarluaskan oleh akun-akun klip yang mengangkat sisi kontroversial demi mendapatkan atensi. Hal itu dianggap semakin memperkeruh suasana dan memancing reaksi emosional masyarakat.
Baca Juga: Usai Sempat Maafkan Perselingkuhan, Dahlia Poland Kini Gugat Cerai Fandy Christian
Tak hanya dari kalangan gym, reaksi juga datang dari eks-partisipan Akademi Kriptolo, platform edukasi kripto berbayar yang dipromosikan oleh Timoti Ronald.
Sejumlah narasumber dalam podcast mengaku mengalami kerugian finansial yang tidak sedikit, bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
“Saya disuruh beli koin ‘mantah’, terus dibilang hold terus. Katanya tahan aja. Eh, malah rugi besar,” ujar salah satu korban yang enggan disebut namanya.
Dia menunjukkan bukti tangkapan layar dari grup Discord eksklusif yang menjadi sarana komunikasi antaranggota akademi.
Menurut data sementara, terdapat puluhan korban yang mengklaim kerugian total hingga miliaran rupiah.
Beberapa bahkan sudah membentuk paguyuban untuk menuntut pertanggungjawaban. Meski belum ada tindakan hukum resmi, para korban berharap adanya itikad baik dari pihak Timoti untuk menjelaskan dan menyelesaikan kasus tersebut.
Baca Juga: Sarwendah Klarifikasi Isu Thalia: Anak Kami dari Proses Bayi Tabung, Bukan Anak Orang Lain
Pernyataan Gym bikin goblok juga dibantah oleh fakta-fakta medis yang disampaikan oleh Dr. Akbar. Menurutnya, aktivitas olahraga seperti gym terbukti meningkatkan BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) sebuah protein di otak yang memengaruhi kemampuan belajar, memori, dan kognisi.
“Kalau angkat beban 200 kilo sambil mikir makan apa nanti malam itu otakmu bisa pecah. Lu harus fokus, koordinasi motorik aktif, dan tahu tekniknya. Gak bisa asal-asalan,” ujar Dr. Akbar dengan nada serius.
Deddy Corbuzier, selaku host, juga menanggapi santai dengan menyebut bahwa banyak tokoh sukses dunia—dari CEO besar hingga politisi—yang rutin berolahraga di gym. “Kalau gym bikin goblok, kenapa semua miliarder justru makin kuat fisiknya?” tanyanya retoris.
Terlepas dari kontroversinya, publik mulai melihat adanya sisi positif di balik kisruh ini. Beberapa pakar menyebut bahwa konflik ini membuka ruang diskusi lebih luas mengenai pentingnya gaya hidup sehat, literasi keuangan, hingga etika berucap di ruang digital.
“Sebenarnya ini blessing in disguise. Karena gara-gara ada yang bilang Gym bikin goblok, orang jadi belajar bahwa gym itu gak sesimpel itu. Ada edukasinya, ada strateginya,” kata Along.
Baca Juga: Nikita Mirzani Berontak saat Hendak Dipakaikan Rompi Tahanan oleh JPU, Singgung Nasib Flashdisk
Ia juga mengungkap bahwa sejak video tersebut viral, jumlah peserta di akademi personal trainer miliknya justru meningkat signifikan.
“Malah sekarang orang makin penasaran tentang fitness. Makin sadar pentingnya gaya hidup sehat,” ujarnya sambil tersenyum.
Kasus ini menunjukkan bahwa satu pernyataan bisa berdampak besar ketika disampaikan oleh tokoh berpengaruh.
Narasi Gym bikin goblok tak hanya memantik amarah, tetapi juga mendorong banyak pihak untuk angkat bicara, memberikan klarifikasi, hingga mengedukasi publik.
Kini, tekanan publik tertuju pada Timoti Ronald untuk memberikan tanggung jawab, bukan hanya atas ucapannya, tapi juga dugaan kerugian yang dialami oleh para peserta akademi kriptonya.
Sementara itu, dunia gym Indonesia justru tampak makin solid dan terorganisir dalam menjawab stigma yang selama ini melekat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana