RADAR TULUNGAGUNG - Perdebatan publik seputar tes DNA kembali mencuat, namun kali ini dibumbui dengan sindiran tajam dari komedian Frimawan.
Apalagi beberapa hari belakangan sedang menghangat hasil tes DNA Ridwan Kamil yang tidak identik dengan anak Lisa Mariana.
Dalam sebuah perbincangan bersama Oza dan Lisa Mariana, ia melontarkan kalimat satir, “Mau tes DNA lagi, Mbak, atau tes IQ? Logiskah?”.
Ucapannya sontak menjadi bahan pembicaraan netizen, karena dianggap bukan hanya menyinggung kasus tertentu, tetapi juga menyentil cara sebagian orang menyikapi konflik pribadi di ruang publik.
Isu tes DNA di Indonesia memang kerap memancing kontroversi, tes ini pada dasarnya digunakan untuk membuktikan hubungan biologis antara orang tua dan anak.
Namun, dalam beberapa kasus selebritas maupun figur publik, tes DNA justru memicu drama berkepanjangan karena dianggap membuka aib keluarga.
Frimawan, yang dikenal dengan gaya komedinya yang satir, menyoroti fenomena ini dengan cara unik.
Menurut dia, tes DNA memang penting untuk kepastian hukum, tetapi jika terus diperdebatkan tanpa penyelesaian, maka yang dibutuhkan justru “tes IQ” agar logika berpikir publik lebih sehat.
Dalam percakapan yang berlangsung penuh gelak tawa, Frimawan melemparkan pertanyaan satir, “Mau tes DNA lagi atau tes IQ?”.
Oza menilai sindiran tersebut cukup menohok. Menurutnya, banyak orang terjebak dalam drama tanpa memahami inti persoalan.
Lisa Mariana menambahkan bahwa fenomena ini mencerminkan betapa mudahnya masalah pribadi merembet ke ruang publik.
Namun, ketika isu tes DNA diangkat ke ruang publik tanpa dasar yang jelas, yang muncul justru spekulasi dan stigma.
Psikolog keluarga menyebut bahwa perdebatan terbuka tentang tes DNA berisiko menimbulkan trauma, terutama bagi anak yang menjadi subjek utama.
Baca Juga: Bunda Harus Tahu, Inilah Tanda-tanda Anak Hiperaktif atau ADHD, Simak Penjelasannya
Sindiran Frimawan tentang “tes IQ” bisa dilihat sebagai ajakan agar publik lebih bijak. Bahwa tidak semua konflik pribadi pantas dijadikan konsumsi publik, terlebih jika menyangkut anak.
Menurut pakar komunikasi, seharusnya masyarakat diajak memahami kapan suatu masalah perlu dibawa ke ranah publik, dan kapan lebih baik diselesaikan secara hukum.
“Kalau tidak, masyarakat akan terus-menerus terjebak pada drama yang tidak memberi manfaat,” jelasnya.
Baca Juga: Punya Utang Budi, Jhon LBF Beri Santunan Rp300 Juta untuk Anak Mendiang Mpok Alpa
Sindiran Frimawan mungkin terdengar lucu, tetapi sejatinya menyimpan pesan mendalam.
Oza dan Lisa Mariana pun sepakat bahwa persoalan seperti ini seharusnya bisa ditangani lebih bijak, bukan malah dijadikan tontonan.
Masyarakat pun diingatkan agar tidak mudah terjebak dalam drama viral, melainkan mengedepankan logika dan empati. ****
Editor : Dharaka R. Perdana