Dibumbui Drama dan Komedi, Sinetron Gerhana Pernah Digemari Pemirsa Televisi di Akhir 90an, Begini Jalan Ceritanya

Dharaka R. Perdana • Dipublikasikan Senin, 8 September 2025 | 14:43 WIB

Sinetron Gerhana sempat menjadi primadona pemirsa dari generasi 90-an. (STARVISION PLUS)
Sinetron Gerhana sempat menjadi primadona pemirsa dari generasi 90-an. (STARVISION PLUS)

RADAR TULUNGAGUNG - Pada Minggu malam hingga Senin dini hari tadi, masyarakat Indonesia rela begadang untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan total alias blood moon yang langka.

Gerhana bulan total ini pun menjadi objek bidikan kamera yang menarik meski hanya semalam.

Namun bagi generasi 90-an, mendengar kata gerhana pikiran justru melayang pada sebuah sinetron di RCTI. 

Baca Juga: Prasasti Babilonia Berusia 4.000 Tahun Pernah Ramalkan Bencana Akibat Gerhana Bulan, Isinya Mengerikan

Sinetron Gerhana adalah salah satu serial televisi legendaris Indonesia yang pertama kali tayang di RCTI pada 12 Februari 1999.

Mengusung genre drama, laga, sekaligus komedi, Gerhana sukses merebut hati pemirsa di era akhir 1990-an hingga awal 2000-an.

Dengan tokoh utama Gerhana yang diperankan Pierre Rolland seorang pemuda yang lahir saat gerhana bulan dan dianugerahi kekuatan spiritual luar biasa, sinetron ini menghadirkan cerita yang unik, penuh aksi, namun tetap dibumbui kisah cinta dan humor segar.

Baca Juga: Fenomena Gerhana Bulan Memasuki Fase Awal, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Popularitas Gerhana membuatnya bertahan hingga 210 episode dan ditayangkan ulang di beberapa stasiun televisi, termasuk TPI (sekarang MNCTV) dan Lativi.

Cerita berpusat pada Nana alias Gerhana, yang sejak lahir pada saat gerhana bulan dipercaya memiliki kekuatan spiritual istimewa, gabungan dari alam dan bumi.

Kehidupan Nana tidak pernah sepi dari tantangan, baik dalam menghadapi musuh-musuh tangguh maupun dalam kisah cintanya yang rumit.

Baca Juga: Gerhana Bulan Pernah Dikaitkan dengan Kematian Tokoh Besar pada Zaman Jahiliyah, Berikut Beberapa Hadis Meriwayatkan

Nana memiliki dua sahabat karib, Mastur (Mastur) dan Diki (Oerip Saleh) yang selalu setia mendampinginya.

Meski sering bertingkah konyol dan menghadirkan komedi, keduanya menjadi penghibur sekaligus penolong dalam setiap perjalanan hidup Nana.

Dalam urusan asmara, Nana sangat mencintai Bulan (diperankan Dina Lorenza), gadis idamannya di kampus.

Namun perjalanannya tidak mudah. Peggy (Peggy Melati Sukma), teman kampus yang centil, justru berusaha merebut hati Nana.

Situasi semakin pelik ketika ibu Bulan, Saidah (Darti Manulang) tidak merestui hubungan mereka karena sudah menjodohkan Bulan dengan Poltak (Ruhut Sitompul), seorang pengusaha kaya asal Medan.

Baca Juga: Masyarakat Sering Menabuh Kentongan Saat Gerhana Bulan, Ternyata Ini Makna Sebenarnya dalam Budaya Jawa

Intrik cinta ini semakin menarik karena penuh bumbu humor. Mastur yang menyukai Peggy, Peggy yang mengejar Nana, dan Nana yang hanya menaruh hati pada Bulan, menciptakan alur asmara yang penuh dinamika dan menghibur.

Selain kisah asmara, Gerhana juga menghadirkan alur laga yang menegangkan. Musuh terbesar Nana adalah Surya (Adipura), sosok yang lahir saat gerhana matahari dan memiliki kekuatan serupa.

Pertarungan antara Gerhana dan Surya menjadi klimaks cerita, melibatkan adu kekuatan spiritual yang epik.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Bakal Selesai Jelang Subuh, Berikut Urutan Fase Gerhana Hingga Bentuknya Utuh Kembali

Tidak hanya Surya, Nana juga harus menghadapi banyak musuh lain, seperti Bos Torro Margens, Mr. Black, Mr. Polo, Mr. White, Mr. Jack, Prince of Lady, dan Stanley

Kekuatan mereka beragam, dari tipu daya hingga kekuatan fisik, sehingga Nana sering kesulitan melawan sendirian.

Untungnya, Nana memiliki sekutu penting bernama Genta (Dimas DW), sepupu Peggy yang lahir saat bencana gempa bumi. Genta juga dianugerahi kekuatan mistis, sehingga bisa menjadi penyeimbang dalam pertempuran.

 

Baca Juga: Langit Tulungagung Bakal Berawan Malam Ini, Masyarakat Tetap Berkesempatan Melihat Gerhana Bulan Total?Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Nana dan Genta melakukan fusion atau penggabungan kekuatan untuk melawan musuh besar, termasuk kelompok kuat seperti Red Stones, serta organisasi unik seperti POBI (Perkumpulan Orang Bahagia Indonesia) bentukan Peggy.

Selain sahabat dan kekasih, Nana juga dibimbing oleh seorang dosen sekaligus guru spiritual, yang memahami asal-usul kekuatannya.

Tokoh ini selalu memberikan wejangan, nasihat, dan peringatan agar Nana waspada menghadapi musuh yang semakin kuat.

Peran guru spiritual membuat kisah ini tidak hanya tentang laga, tetapi juga sarat dengan nilai moral dan filosofi kehidupan. ****

 

 

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : DIOLAH
RCTI gerhana bulan total sinetron gerhana