Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rewatch Culture Bukan Sekadar Tren Iseng di Kalangan Pecinta Filam, Berikut Alasan Terjadinya Fenomena Ini

Savina Ayu Wardani • Senin, 15 September 2025 | 03:25 WIB

Fenomena rewatch culture atau kebiasaan menonton film dan serial secara berulang bukan sekadar tren iseng.
Fenomena rewatch culture atau kebiasaan menonton film dan serial secara berulang bukan sekadar tren iseng.

RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena rewatch culture atau kebiasaan menonton film dan serial secara berulang bukan sekadar tren iseng.

Banyak orang di berbagai belahan dunia merasa nyaman menonton kembali film favoritnya, meskipun mereka sudah hafal setiap adegan dan dialog.

Kebiasaan ini ternyata memiliki alasan psikologis dan sosial yang menarik, serta didukung oleh berbagai penelitian ilmiah. Berikut penjelasan lengkapnya.

Rasa Aman dan Nyaman

Penelitian dari University of Chicago menemukan bahwa menonton film yang sudah dikenal dapat memberikan rasa aman dan menenangkan.

Karena alur cerita dan akhir film sudah diketahui, otak tidak perlu menebak-nebak atau merasa tegang.

Hal ini membuat proses menonton menjadi pengalaman yang menenangkan dan dapat membantu meredakan stres setelah aktivitas sehari-hari yang melelahkan.

Baca Juga: Daftar Film Horor Tahun 2025 yang Wajib Ditonton Pecinta Thriller Sejati dan Penikmat Ketegangan, Siap ke Bioskop?

Nostalgia dan Kenangan Positif

Rewatch culture erat kaitannya dengan nostalgia. Banyak orang menonton ulang film atau serial yang pernah mereka tonton pada masa kecil atau pada momen tertentu dalam hidup.

Adegan-adegan yang familiar menghadirkan kenangan indah, seperti suasana rumah masa kecil, kebersamaan keluarga, atau pertemanan lama.

Perasaan hangat yang muncul dari kenangan ini dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan kebahagiaan tersendiri.

Detail Baru pada Tontonan

Menonton film berulang kali juga memungkinkan penonton menemukan detail yang sebelumnya terlewat. Misalnya, petunjuk kecil dalam adegan, simbol tersembunyi, atau dialog yang ternyata memiliki makna mendalam.

Penemuan detail baru inilah yang membuat setiap sesi menonton ulang tetap terasa segar dan menyenangkan, meskipun alur ceritanya sudah dihafal.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan di Bidang Medis, Bukan Sekadar Film Sci-Fi

Stres dan Kecemasan

Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa menonton film yang sudah dikenal dapat menurunkan kadar hormon stres.

Karena penonton sudah mengetahui jalan cerita, mereka tidak merasa cemas atau tertekan oleh ketegangan plot.

Hal ini menjadikan menonton ulang sebagai cara yang efektif untuk menenangkan pikiran dan mengurangi rasa cemas.

Platform Streaming

Kemunculan layanan streaming seperti Netflix, Disney+, dan Prime Video mendorong kebiasaan rewatch semakin berkembang.

Akses yang mudah dan kualitas tayangan yang baik memungkinkan orang untuk menonton film favorit kapan saja tanpa batas.

Budaya ini akhirnya menjadi bagian dari gaya hidup modern, terutama di era digital ketika hiburan dapat diakses hanya dengan satu klik.

Baca Juga: Sutradara Endik Koeswoyo Menilai Positif RaTu Film Festival 2025, Begini Pendapatnya

Rewatch culture bukan hanya kebiasaan mengisi waktu luang, tetapi juga cara untuk merasakan kenyamanan, nostalgia, dan ketenangan batin.

Menonton film berulang kali dapat membantu mengurangi stres, menghadirkan kenangan indah, dan bahkan membuka mata terhadap detail baru yang sebelumnya tidak disadari.

Jika Anda gemar menonton ulang film favorit, tidak perlu merasa bersalah—kebiasaan ini ternyata bermanfaat untuk kesehatan mental sekaligus menjadi bagian dari tren hiburan modern. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Culture #rewatch #fenomena