RADAR TULUNGAGUNG - Pernahkahkamu lagi scroll playlist, terus malah balik lagi ke lagu-lagu lama? Padahal musik baru tiap hari rilis, tapi entah kenapa lagu lawas lebih enak di telinga.
Bukan cuma kamu kok, banyak orang mengalami hal yang sama. Nah, ternyata ada alasannya, dan ini relate banget sama psikologi otak kita.
Baca Juga: Kenapa Air yang Harusnya Memadamkan Api Justru Bisa Menyebabkan Ledakan? Ini Penjelasan Lengkapnya
1. Lagu Lama = Nostalgia Gratisan
Setiap kali lagu lama diputar, otak langsung nyambung ke momen tertentu. Bisa inget masa sekolah, mantan, atau momen random bareng temen. Makanya lagu lama selalu bikin baper campur senyum-senyum sendiri.
2. Golden Age Musik Versi Otak
Penelitian bilang, musik yang kita dengar waktu remaja sampai awal 20-an bakal nempel kuat seumur hidup. Jadi nggak heran kalau lagu di era itu terasa lebih “wah” dibanding musik baru.
Baca Juga: Tak Sekadar Imut, Ini Fakta di Balik Viral Dino Kuning ‘Naloong’ dari China yang Begitu Menggemaskan
3. Familiarity Effect: Otak Lebih Suka yang Akrab
Otak manusia suka sama hal yang familiar. Karena lagu lama udah sering kita dengar, otomatis lebih gampang dinikmati. Lagu baru? Butuh waktu buat bisa “klik” sama hati kita.
4. Lirik Simpel, Melodi Gampang Dihafal
Banyak lagu lama punya lirik sederhana tapi ngena banget. Ditambah melodinya gampang diingat, jadi bisa sing along bareng temen tanpa harus buka lirik.
5. Lagu Baru Juga Punya Gilirannya
Lagu baru juga bisa jadi nostalgia di masa depan. Mungkin sekarang biasa aja, tapi 10 tahun lagi bisa jadi kamu dengerin lagi terus bilang, “Ih, lagu ini legend banget!”
Jadi, alasan kita suka lagu lama bukan cuma karena musiknya, tapi juga karena kenangan, nostalgia, dan cara otak menyimpan memori.
Tidak heran kalau playlist lawas selalu jadi favorit, meski musik baru terus bermunculan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana