RADAR TULUNGAGUNG - Film horor Janur Ireng akan mewarnai industri perfilman tanah air pada momen liburan akhir tahun. Proses produksi film garapan sutradara Kimo Stamboel itu sudah memasuki tahap finalisasi.
"Udah editing, udah lock semua, lagi dikerjakan visual effects-nya, sound-nya, scoring-nya juga. Insya Allah tidak lama lagi selesai dan lock. Lalu, bisa di-preview," tutur Kimo saat ditemui di kantor MD Pictures, Jakarta Selatan, Senin (29/9).
Selama pengerjaan, dia mengaku menemukan banyak kesulitan yang berbeda dari proyek-proyeknya sebelumnya.
Salah satunya karena film Janur Ireng diadaptasi dari novel karya Simpleman dengan judul yang sama. Berbeda dari film pertamanya, Sewu Dino yang dialih wahanakan dari thread viral di X.
"Story teller bukunya sangat lebar. Sementara penonton Indonesia kurang bisa, menerima bila ceritanya terlalu berbelit," papar Kimo.
Ringkas Banyak Adegan
Karena itu, dia harus meringkas cerita dengan memotong banyak adegan. Kimo menuturkan bahwa memadatkan skenario Janur Ireng tidak mudah. Sebab, banyak cerita penting dalam novel yang sebetulnya layak untuk disampaikan.
"Tidak mudah. Pastinya ada limitasinya karena kami tidak mau bikin sebuah cerita yang panjang dan bisa ditebak at the end of the day," paparnya.
Untuk itu, Kimo meminta bantuan Manoj Punjabi selaku produser hingga Simpleman untuk menangani hal tersebut. "Saya juga mencoba nge-push dengan kekuatan yang ada," jelasnya.
Elemen Lebih Kompleks
Yang menarik, Janur Ireng tidak semata mengusung genre horor. Film tersebut juga mengandung banyak elemen. Terutama dari sisi cerita yang disajikan.
"Ini horor yang mengandung semua unsur. Dramanya sangat kuat karena ini cerita mengenai tujuh keluarga dan segala macam. Keseruannya ada, lebih di-elevate dari Sewu Dino," ungkap Kimo.
Film Janur Ireng dibintangi oleh Gisellma Firmansyah, Givina Lukita, Marthino Lio, Tora Sudiro, Rio Dewanto, Masayu Anastasia, dan Epy Kusnandar. Prekuel film Sewu Dino itu dipastikan bakal tayang di bioskop pada 24 Desember mendatang.
Manoj menyatakan Janur Ireng merupakan salah satu film andalan MD Pictures tahun ini. "The best of the best nya harus nongol di golden date. Ini adalah film jagoan dan saya cukup optimistis," jelasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana