RADAR TULUNGAGUNG - Mawar Eva de Jongh terlibat dalam film Sampai Titik Terakhirmu.
Film tersebut merupakan adaptasi kisah hidup mendiang Shella Selpi Lizah, kreator konten yang berjuang melawan kanker ovarium dan tumor usus.
Perjuangan Shella sembuh dan kesetiaan sangsuami, Albi Dwizky, menemani hingga akhir hayat membuat cerita mereka viral di media sosial.
Mawar memerankan karakter Shella. Dia menuturkan, ada sejumlah metode yang dilaku kan untuk menjiwai karakter Shella.
Yakni, mengamati perilaku dan gerak-gerik lewat dokumentasi yang dimiliki oleh Albi. Juga, mengulik in formasi tentang mendiang dari orang-orang terdekatnya.
"Nanya langsung juga ke keluarga, ke kerabat, termasuk ke Albi juga. Banyak banget yang ditanyain kayak gimana dia (Shela, Red) di rumah sakit? Apakah dia menunjukkan rasa sedih atau gimana," kata Mawar saat konferensi pers di Senayan City XXI, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025) siang.
Bahkan, Mawar juga turut melibatkan dokter yang ber-tugas merawat dan mengobati Shella. Sebab, Mawar mengaku butuh keterangan lebih dalam mengenai bahasa tubuh Shella ketika pertama kali mengetahui diagnosis penyakitnya hingga menjalani pengobatan.
"Untuk observasi kami riset bareng sama dokter onkologi yang mendampingi supaya semuanya clear dari gejala awal dan selanjutnya. Jadi, aku tahu detail seberapa papar Mawar. sakit ketika dia divonis sakit,"
Baca Juga: Jawab Rumor Pensiun, Taylor Swift Tegaskan Akan Terus Berkarya di Dunia Musik setelah Menikah
Sebagai bentuk totalitasnya, pelantun lagu Tinggal Mening galitu juga sampai menurun kan berat badan.
Tuntutan tersebut berhasil dicapainya hanya dalam kurun waktu dua bulan. Namun, Mawar memastikan proses diet yang dijalaninya tidak sembarangan da melibatkan dokter gizi.
"Aku turun 7 kilogram. Aku selalu sempetin jalan sebelum atau sesudah reading, banyakin gerak," ungkapnya.
Sementara itu Arbani Yasiz memerankan sosok Albi. Dia mendalami perannya dengan cara mengamati gerak tubuh Albi ketika bertemu.
"Aku juga nanya-nanya kebiasaan apa yang biasa dia dan Shella lakukan," ucap Arbani.
Perihal chemistry, dia mengaku tidak mudah untuk menciptakan kedekatan dengan Mawar.
Mereka sama-sama sulit memulai interaksi dengan orang baru. Sampai Titik Terakhirmu juga merupakan proyek pertama mereka bekerja sama.
"Kami sama-sama sulit buka obrolan baru, tapi pas reading kami coba ngobrolin cerita, karakter, dan chemistry. Untungnya langsung nyambung" jelas Arbani.
Film Sampai Titik Terakhir digarap oleh sutradara Dina Jasanti yang bekerja sama dengan Evelyn sebagai penulis skenario. ****
Editor : Dharaka R. Perdana