RADAR TULUNGAGUNG - November 2025 akan menjadi bulan yang penuh kejutan bagi para pencinta film Tanah Air.
Enam film bioskop terbaru dari berbagai genre siap meramaikan layar lebar, mulai dari horor, drama, hingga komedi romantis.
Berbeda dari bulan-bulan sebelumnya, film bioskop Indonesia pada November 2025 tidak lagi didominasi oleh genre horor.
Bulan ini justru menayangkan sejumlah film Indonesia yang sudah lama dinanti, termasuk sekuel dan debut sutradara.
Salah satu yang paling dinantikan adalah Pangku, film yang dinominasikan dalam tujuh kategori Piala Citra 2025, serta sekuel Agak Laen yang sukses meraih lebih dari 9 juta penonton pada 2024.
Deretan film bioskop yang tayang ini membuktikan bahwa November 2025 akan menjadi salah satu periode paling sibuk bagi para pecinta layar lebar.
Rilis Serentak 6 November 2025: Drama dan Horor Pelet
Pada 6 November 2025, tiga film Indonesia dijadwalkan rilis serentak. Film Kuncen menjadi sajian horor garapan Jose Poernomo dengan latar Gunung Merapi.
Film ini mengisahkan pendaki yang hilang dan tewasnya sang Kuncen, dibintangi oleh Azela Putri dan Sara Wijayanto.
Selain horor, ada Pangku, film debut Reza Rahadian sebagai sutradara, yang diangkat dari kisah kedai kopi pangku di Pantura.
Claresta Taufan berperan sebagai Sartika, janda satu anak, yang menemukan cinta pada sopir truk bernama Hadi, diperankan oleh Fedi Nuril.
Genre horor kembali hadir melalui Sosok Ketiga: Lintrik yang disutradarai Fajar Nugros. Film ini bercerita tentang rumah tangga Andin (Adinda Thomas) dan Aryo (Wafda Saifan) yang diganggu oleh Naura (Aulia Sarah) menggunakan ilmu pelet Lintrik.
Baca Juga: Acobean Animation Rela Nglembur Garapan Produksi Film demi RFF 2025
Film Bertema Cinta dan Pesugihan 13 November
Tanggal 13 November 2025 juga diramaikan oleh tiga film Indonesia dengan tema yang bervariasi. Sampai Titik Terakhirmu adalah film yang terinspirasi dari kisah nyata viral perjuangan cinta pasangan Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah, di mana Shella berjuang melawan kanker ovarium.
Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh dan Arabani Yasiz yang menghidupkan kisah haru tersebut.
Bagi penggemar horor lokal, Pesugihan Sate Gagak wajib masuk dalam daftar tontonan. Film ini mengisahkan tiga sahabat yang nekat mencoba pesugihan tanpa tumbal dengan menjual sate gagak untuk makhluk gaib akibat terhimpit masalah ekonomi.
Sebagai penyeimbang, Tak Kenal Maka Taaruf hadir dengan nuansa romantis dan ringan. Film ini menceritakan Zoya, mahasiswi kedokteran religius yang trauma jatuh cinta, namun imannya goyah setelah bertemu mahasiswa populer bernama Faris.
Komedi Sekuel hingga Proyek Internasional
Grup komedi Agak Laen kembali dengan sekuel terbaru, Agak Laen: Menyala Pantiku! yang tayang pada 27 November 2025. Sama seperti edisi pertamanya yang sukses pada 2024, film ini kembali disutradarai oleh Muhadkly Acho.
Bukan hanya film lokal, bulan November 2025 juga diramaikan oleh film-film internasional yang lama dinantikan.
Salah satunya adalah The Running Man (2025), adaptasi terbaru dari novel legendaris Stephen King. Film ini mengisahkan Ben Richards yang terpaksa mengikuti kompetisi mematikan demi menebus kebebasan di masa depan negara totaliter.
Waralaba Predator kembali dengan kisah baru berjudul Predator: Badlands yang tayang mulai 7 November 2025 (internasional).
Film ini disutradarai oleh Dan Trachtenberg, menceritakan Dek, seorang prajurit diasingkan ke planet tandus yang menjadi arena perburuan Predator muda.
Para pesulap keren dari The Horsemen juga kembali dalam Now You See Me: Now You Don't yang tayang 14 November 2025 (internasional).
Film ketiga ini menampilkan Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, dan Lizzy Caplan, yang kali ini menghadapi organisasi rahasia global.
Terakhir, ada film musikal Wicked: For Good, sekuel dari Wicked: Part One (2024). Film yang tayang 21 November 2025 (internasional) ini dibintangi Cynthia Erivo sebagai Elphaba dan Ariana Grande sebagai Glinda.
Film ini menggali makna kebaikan dan kejahatan dari sudut pandang yang berbeda, di tengah persahabatan mereka yang diuji.
Perlu dicatat bahwa tanggal tayang film internasional mungkin berbeda dengan jadwal rilis di Indonesia. Para pecinta layar lebar diimbau untuk menyiapkan jadwal luang dan memastikan pemesanan tiket lebih awal, karena film-film besar ini hampir pasti akan menarik banyak penonton. ****
Editor : Dharaka R. Perdana