RADAR TULUNGAGUNG – Rangkaian Ratu Film Festival (RFF) 2025 terus bergulir. Pada Kamis (13/11), ajang kreativitas para sineas muda dari Tulungagung dam sekitarnya ini menghadirkan program RFF Berlayar 2025, yaitu sesi nonton bareng 13 film terpilih dari para peserta. Sejak pukul 18.00 di Balai Suhartini Lotu's Garden Cafe and Resto yang menjadi area pemutaran film sudah dipadati para perwakilan tim. Mereka tampak antusias menantikan giliran karya mereka tampil di layar.
Sebanyak 13 film diputar dalam sesi RFF Berlayar 2025, masing-masing menampilkan karakter dan kekuatan cerita yang berbeda dengan latar suasana Kabupaten Tulungagung. Film-film tersebut antara lain:
1. AIRA (Nature Veita)
2. ANTARA (Lagi Film)
3. KETIKA KALA BERTAUT (Almighty Production – SMAN 1 Tulungagung)
4. LOH?! (The Breaker Rules – SMK Islam Al Azhar Tulungagung)
5. LURUH (Acobean Animation)
6. MERAH MUDA (Tiba-Tiba Cinema)
7. PENAK TO? (Broadcastkita)
8. RANGKUL (Antiangel 2 – SMAN 1 Kauman)
9. REMNANT (Lekas. Sinema)
10. SAWANG SINAWANG (Jagoan Kita – SMKN 1 Boyolangu)
11. SEKAWAN ATOZ (Esemedia – SMKN 1 Boyolangu)
12. SEUTUHNYA PEREMPUAN (Simpul Project)
13. STORY OF SANGGRAHAN (Animasi Squad).
Setiap kali transisi film berganti, suasana ruangan berubah mengikuti alur masing-masing cerita: ada tawa, ada tegang, ada pula momen haru yang membuat penonton saling melempar senyum dan tepuk tangan. Para peserta tampak menikmati proses apresiasi bersama ini, menjadikannya pengalaman berharga dalam perjalanan kreatif mereka.
Rafida Azkiya Neha, perwakilan tim Broadcastkita, mengaku sangat bangga karyanya dapat terpilih untuk ditayangkan. “Rasanya luar biasa. Senang sekali film kami bisa tampil di RFF Berlayar. Harapannya, kami bisa memenangkan seluruh kategori,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Muhammad Khulud Bellamy dari tim Esemedia mengatakan bahwa RFF 2025 menjadi ruang penting bagi para sineas muda untuk berkarya. “Event seperti ini harus terus berkembang setiap tahun. Ini wadah yang positif dan sangat memotivasi kami,” tuturnya.
Dari tim Tiba-Tiba Cinema, perwakilan mereka menyebut bahwa pemutaran bersama dalam RFF Berlayar memberikan pengalaman tersendiri. “Acaranya seru sekali. Bisa menonton karya teman-teman lain itu menginspirasi. Tema kepedulian yang diangkat tahun ini membuat ide film sangat beragam dan semuanya bagus-bagus,” ungkapnya kagum.
RFF Berlayar 2025 pun menjadi salah satu sesi yang dinilai paling emosional dan mempertemukan para pembuat film muda untuk menontonnya secara langsung. Gelaran ini sekaligus menguatkan eksistensi Ratu Film Festival sebagai wadah tumbuhnya karya dan talenta baru di dunia perfilman pelajar dan komunitas.
Editor : Sandy Sri Yuwana