RADAR TULUNGAGUNG – Dunia hiburan Tanah Air kembali kehilangan salah satu sosok pentingnya. Aktor kawakan Gary Iskak meninggal dunia pada Sabtu (29/11/2025).
Gary Iskak mengalami kecelakaan sepeda motor di kawasan Bintaro, Jakarta. Almarhum sempat dilarikan ke RS Suyoto, namun nyawanya tidak tertolong.
Berdasarkan keterangan awal, Gary Iskak tengah mengendarai motor seorang diri. Diduga kehilangan kendali, ia sempat menabrak pohon dan terpelanting. Ia mengalami luka serius sebelum akhirnya wafat di rumah sakit pada pukul 09.24 WIB.
Informasi pertama soal kecelakaan Gary Iskak muncul dari unggahan Instagram personel band Teamlo, Ade Jigo.
Dalam Instagram Story-nya (@adejigo), ia membagikan video suasana kecelakaan pada malam hari disertai tulisan, “Gary Iskak kecelakaan.”
Tak berselang lama, Ade kembali mengunggah foto sang aktor dengan keterangan duka, “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.”
Unggahan itu sontak menjadi perhatian publik dan memicu gelombang duka dari para penggemar maupun rekan sesama artis.
“Innalillahi wa inna illahi roji’un, sahabatku... gak sanggup aku nerima berita pagi ini. Tapi aku bersaksi, Gary orang baik dan terakhir syuting tambah baik. Surga tempatmu, Ger,” tulis Cinta Penelope.
“Orang baik. Innalilahi wa inna ilaihi rojiun,” tulis aktor Baim Wong.
Gary dikenal luas sebagai aktor yang ramah, disiplin, dan profesional di lokasi syuting. Sejumlah sahabat di dunia seni peran mengaku kehilangan sosok yang kerap membawa suasana hangat dan penuh tawa saat bekerja.
Profil Singkat dan Prestasi
Nama lengkapnya adalah Muhammad Gary Iskak, lahir di Bogor pada 10 Juli 1973. Selama puluhan tahun berkecimpung di dunia seni peran, ia dikenal sebagai aktor yang totalitas dan memiliki karakter khas dalam berakting.
Tidak hanya membintangi sinetron dan film, Gary juga pernah meraih penghargaan bergengsi Indonesia Film Critics Circle Award (2007) untuk kategori Best Actor for Leading Role, dan Best Actor for Supporting Role melalui film “Merah Itu Cinta.”
Kepergian Gary Iskak tak hanya menjadi kehilangan bagi dunia sinema Indonesia, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang yang pernah bekerja dengannya. Sosok ramah, humoris, dan profesional disebut sebagai ciri khas sang aktor di balik layar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana