RADAR TULUNGAGUNG – Kabar meninggalnya aktor senior Gary Iskak pada Sabtu (29/11/2025) pagi mengejutkan publik tanah air.
Terlebih, posting terakhir Gary Iskak di Instagram hanya beberapa jam sebelum kabar duka itu tersebar menunjukkan dirinya masih aktif bekerja, tertawa, dan bercengkerama dengan rekan-rekan sesama artis.
Kontras antara suasana ceria dalam unggahan tersebut dan kenyataan pahit yang terjadi keesokan paginya membuat publik terhenyak.
Dalam tiga unggahan terakhirnya, Gary tampak menghabiskan malam bersama tim produksi film dan sejumlah artis, termasuk pesulap Demian Aditya dan produser F. Iskandar.
Ketiganya baru saja menyelesaikan proses syuting untuk sebuah proyek film terbaru.
Hingga larut malam, Gary terlihat sehat, penuh energi, dan sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda masalah kesehatan.
Unggahan Story Terakhir di Lokasi Syuting
Dalam Instagram Story yang diunggah pada Jumat (28/11/2025) malam, yang kini menjadi posting terakhir Gary Iskak, aktor berusia 51 tahun itu tampak berada di lokasi syuting.
Ia merekam suasana di balik layar bersama para kru dan artis lain.
Gary beberapa kali terlihat tertawa, bercanda, dan memberikan semangat kepada rekan kerja.
Story itu menampilkan Demian Aditya yang sedang berbincang dengan beberapa kru, serta F. Iskandar yang ikut tersenyum di belakang kamera.
Mereka terlihat puas setelah menyelesaikan salah satu adegan panjang yang disebut sebagai adegan penutup untuk hari itu.
Pemandangan tersebut semakin memperkuat kesan bahwa kondisi Gary pada malam sebelum meninggal jauh dari kata mengkhawatirkan.
Usai Syuting, Gary Berkumpul dengan Komunitas Motor
Tidak hanya bekerja, Gary juga sempat menghadiri sebuah acara outdoor bersama teman-temannya yang diduga merupakan komunitas motor.
Dari video singkat yang dibagikan, ia tampak berada di area terbuka dengan hidangan sederhana, tawa, dan suasana santai.
Sikapnya tetap sama: ramah, hangat, dan penuh canda. Beberapa kawannya mengatakan terakhir melihat Gary malam itu tampak sehat dan tidak mengeluhkan apa pun.
Justru karena unggahan penuh keceriaan inilah, berita meninggalnya Gary Iskak menjadi pukulan keras bagi publik.
Postingan Feed Terakhir: Serial Lawas Ditayangkan Ulang
Selain story, feed Instagram Gary juga memuat sebuah unggahan yang kini kembali menyentuh publik.
Aktor kelahiran Bandung itu mengumumkan bahwa salah satu serial lawas yang pernah ia bintangi akan ditayangkan ulang oleh Chobel Production di kanal YouTube mereka.
Unggahan ini dianggap sebagai bentuk kebanggaan Gary terhadap karya-karyanya di masa lalu.
Banyak penggemar menilai posting tersebut kini terasa sangat emosional, seolah menjadi salam perpisahan yang tidak disengaja kepada penggemar.
Kolom komentar unggahan itu kini dipenuhi ucapan belasungkawa, doa, dan kenangan para penggemar yang tumbuh bersama karya-karyanya sejak awal 2000-an.
Ucapan Duka dari Selebritas
Sejumlah selebritas turut bereaksi atas kabar duka ini. Suami Luna Maya, Maksim Bouttier, tampak meninggalkan emoji sedih di postingan terakhir Gary—menandakan rasa kehilangan yang mendalam.
Sementara itu, Baim Wong juga menuliskan doa dan ucapan belasungkawa di kolom komentar.
Keduanya mengenal Gary sebagai sosok pekerja keras, profesional, sekaligus pribadi yang hangat.
Hingga artikel ini ditulis, kabar yang beredar menyebutkan bahwa Gary meninggal akibat kecelakaan setelah menyelesaikan proses syuting.
Namun, detail lengkap mengenai kejadian tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga dan manajemen.
Jejak Karier Panjang yang Ditinggalkan
Gary Iskak dikenal sebagai salah satu aktor berbakat Indonesia dengan jam terbang tinggi.
Ia membintangi berbagai film dan sinetron populer sejak awal kariernya.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Tanah Air.
Bagi banyak orang, posting terakhir Gary Iskak terasa seperti penutup yang manis sekaligus pilu, potret seseorang yang menghabiskan malam terakhirnya dengan melakukan apa yang ia cintai: bekerja, berkarya, dan berkumpul bersama sahabat.
Publik pun berharap keluarga diberi kekuatan, dan karya-karya Gary dapat terus dikenang sebagai warisan dalam dunia perfilman Indonesia.***
Editor : Vidya Sajar Fitri