RADAR TULUNGAGUNG – Kepergian aktor Gary Iskak karena kecelakaan sepeda motor meninggalkan duka mendalam di dunia hiburan tanah air.
Salah satu rekan sesama artis, Ferry Salim, menyampaikan ungkapan haru dan kenangan pribadinya pada Gary Iskak melalui sebuah unggahan yang penuh makna.
Ferry menegaskan bahwa foto yang ia unggah bukan bagian dari adegan film, melainkan momen keisengan yang biasa terjadi saat dirinya bertemu dengan Gary Iskak.
Baca Juga: Jenazah Gary Iskak Dimakamkan di Tanah Kusir, Richa Novisha Tegar Dampingi hingga Liang Lahat
Ia menuliskan bahwa mendiang Gary memang dikenal suka bercanda dan membawa suasana kerja menjadi menyenangkan.
“Foto ini bukan adegan film, hanya keisengan gue dan Gerry Iskak yang memang kalo ketemu suka becandaan,” tulis Ferry salim.
Dalam unggahannya, Ferry menceritakan bahwa mereka sempat terlibat dalam satu proyek film yang belum dirilis.
Di film tersebut, Gary harus mencukur rambutnya, dan Ferry sempat menawarkan diri menggantikan perias untuk mencukurnya. Namun Gary terlihat gugup karena takut menjadi plontos.
Kenangan ini menjadi sangat berharga karena menjadi salah satu interaksi terakhir mereka dalam pekerjaan.
Ferry juga mengenang pertemuan pertama mereka saat bermain di sinetron “Api Cinta”, bersama beberapa artis lainnya seperti Fitri Handayani, Dian Nitami, Alm Donny Kesuma, Alm Dicky Suprapto, dan kini Alm Gary Iskak
Ferry menuliskan bahwa usia manusia adalah misteri, tak ada yang bisa mengetahui kapan ajal datang. Ucapan duka pun disampaikan dengan penuh ketulusan.
“Semoga Gerry ditempatkan di tempat yang terbaik, keluarganya diberikan ketabahan dan kesabaran. Selamat jalan Bro Gerry, lo akan selalu gue kenang sebagai teman kerja yang asyik, baik, lucu, tidak pernah marah, dan selalu ceria.”
Gary dikenang Ferry Salim sebagai pribadi yang mudah diajak bekerja sama, selalu ceria dan penuh semangat, tidak pernah marah, dan membuat suasana lokasi syuting terasa hangat dan menyenangkan.
Kepergiannya menyisakan kehilangan besar di hati para sahabat, kru film, hingga keluarga besar dunia sinema Indonesia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana