RADAR TULUNGAGUNG - Kabar Gary Iskak meninggal meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga para rekan sesama artis.
Salah satu yang paling terpukul adalah Ferry Maryadi, sahabat seperjuangan Gary Iskak.
Dalam tayangan program YouTube yang diunggah pada 1 Desember 2025, Ferry mengenang kembali sosok Gary Iskak dengan penuh haru sekaligus penyesalan karena belum sempat menepati satu janji penting kepada almarhum.
Gary Iskak, aktor sekaligus komedian yang dikenal hangat dan selalu membawa tawa, berpulang akibat kecelakaan motor pada Sabtu pagi.
Kabar itu langsung mengguncang dunia hiburan. Pembahasan mengenai Gary Iskak meninggal menjadi topik utama yang tak terhindarkan.
Ferry Maryadi menuturkan bahwa ia terakhir bertemu Gary beberapa bulan sebelumnya saat syuting program televisi edisi jalan-jalan.
Saat itu, kondisi Gary terlihat jauh lebih bugar. Menurut Ferry, ia sama sekali tidak menyangka kabar buruk itu datang begitu cepat.
Kenangan di Lokasi Syuting: Sosok Ceria yang Selalu Menghidupkan Suasana
Ferry menceritakan bahwa dirinya pernah satu sinetron dengan Gary pada tahun 2014.
Baca Juga: Isu Perselingkuhan Inara Rusli Viral di Media Sosial, Publik Ramai Berdebat soal Kebenarannya
Mereka berdua menjadi pasangan karakter “musuh bubuyutan tapi bersahabat”.
Selama hampir satu setengah tahun menjalani syuting bersama, Gary menjadi sosok yang selalu ditunggu kehadirannya.
Di tengah kelelahan syuting sampai larut malam, Gary disebut selalu mampu mencairkan suasana.
“Dia itu pembawa kebahagiaan,” kata Ferry. Bagi dirinya dan seluruh kru, Gary bukan sekadar rekan kerja, tetapi saudara.
Baca Juga: Legenda K-Pop Tak Perlu Kehilangan Relevansi, G-Dragon Raih 2025 MAMA Awards Artist of the Year
Sebuah cuplikan video yang ditampilkan dalam program YouTube itu memperlihatkan momen kebersamaan mereka saat mencicipi makanan saat syuting.
Canda tawa sederhana itu kini menjadi kenangan tak tergantikan.
Perjuangan Kesehatan dan Kesetiaan Istri
Dalam perbincangan tersebut, Meita dan Vega, rekan host, mengingat kembali cerita istri Gary, Icha, yang selalu setia mendampingi sang suami selama masa sakit.
Ferry membenarkan hal itu. Ia mengungkapkan bahwa sejak 2022, Gary memang mengalami kondisi kesehatan yang cukup berat, bahkan sempat dirawat intensif.
Meski begitu, pada beberapa bulan terakhir, Gary menunjukkan perkembangan positif.
Ferry pun sempat berbincang mengenai kehidupan, rumah tangga, hingga perkara ibadah.
Ia menyebut bahwa sahabatnya itu sedang menjalani fase hijrah dan semakin mendalami agama.
“Dia banyak kasih petuah ke saya. Hidupnya lebih berwarna, dan saya banyak belajar dari dia,” ujarnya.
Baca Juga: Viral Bantuan Gereja dari Kedutaan Besar Australia, Bimas Kristen Kemenag Membantah Keras
Detik Ferry Mendengar Kabar Duka
Kabar tentang Gary Iskak meninggal pertama kali diterima Ferry dari Eca, salah satu rekan sesama pemain sinetron.
Saat ditelepon, Ferry sedang menemani anaknya memancing. Ia sempat ragu karena alamat rumah duka yang beredar tidak sesuai.
Karena jarak lokasi hanya 18 menit dari tempatnya berada, Ferry memutuskan mengecek langsung.
Rumah yang ia datangi adalah rumah ibunda Gary, tempat jenazah almarhum dibawa terlebih dahulu.
Baca Juga: Anak Dewi Persik Jadi Taruna AAL, Jejak Pendidikan Felice Gabriel Bikin Publik Terkejut hingga Lolos Akademi TNI
“Saya sampai sekitar pukul 09.40, tidak lama setelah waktu wafatnya,” ujar Ferry.
Saat itu rumah masih sepi, hanya ada asisten rumah tangga yang menceritakan bahwa Gary sempat mampir malam sebelumnya untuk mengantar rompi dan perlengkapan motor yang hendak dipakai touring.
Ironisnya, touring itulah yang menjadi rencana Gary pada pagi ia meninggal. Namun takdir berkata lain.
Suasana Rumah Duka dan Pilu Sang Istri
Ferry menuturkan suasana rumah duka begitu menyayat hati.
Ia melihat langsung kedatangan jenazah Gary bersama istrinya.
Icha terlihat sangat terpukul, sementara anak-anak masih bingung memahami kepergian sang ayah.
Anak bungsu Gary, yang masih kecil, hanya menatap tubuh ayahnya tanpa benar-benar mengerti bahwa pria yang terbujur kaku itu tidak akan kembali.
“Namanya umur, tidak harus tua atau sakit. Kapan saja bisa berpulang,” kata Ferry lirih.
Janji Touring Berdua yang Tidak Pernah Terwujud
Bagian paling emosional bagi Ferry adalah janji yang belum ia tepati dengan almarhum.
Ia mengaku bahwa dirinya dan Gary berencana touring berdua, sekadar mengelilingi Jawa Barat sambil menghabiskan waktu sebagai sahabat.
“Riding berdua, misi perdamaian,” kenang Ferry. Keduanya ingin membuktikan bahwa perbedaan pendapat di jalanan maupun kehidupan bisa disatukan melalui persahabatan.
Sayangnya, rencana sederhana itu kini hanya tinggal kenangan.***