RADAR TULUNGAGUNG - Film panjang Laut Bercerita resmi diperkenalkan kepada publik dalam gelaran JAFF Market 2025 di Yogyakarta.
Adaptasi dari novel terkenal karya Leila S. Chudori ini langsung menarik perhatian karena menjadi proyek yang telah lama dinantikan, sekaligus membawa isu sejarah penting ke panggung sinema Indonesia.
Momentum ini menandai langkah besar menuju penayangan resminya pada 2026.
Perkenalan Perdana di JAFF Market 2025
JAFF Market menjadi ruang strategis bagi Laut Bercerita untuk memperkenalkan konsep, visi kreatif, dan pendekatan produksi.
Forum industri ini mempertemukan sineas, produser, dan pegiat film, sehingga film ini mendapatkan panggung profesional untuk memperlihatkan arah artistik yang ditempuh.
Audiens festival memberikan respons positif, terutama karena relevansi cerita dengan isu kemanusiaan di Indonesia.
Sutradara: Yosep Anggi Noen
Film adaptasi ini digarap oleh Yosep Anggi Noen, sutradara yang dikenal dengan karya-karya bernuansa sosial-politik dan estetika visual yang kuat.
Karakteristik penyutradaraannya cocok untuk menghidupkan cerita penghilangan paksa yang menjadi inti novel Laut Bercerita.
Pendekatan realistisnya diharapkan membuat film ini menampilkan suasana yang intim, emosional, dan menggugah.
Keterlibatan Leila S. Chudori dalam Skenario
Yang membuat adaptasi ini semakin menarik adalah keterlibatan langsung Leila S. Chudori dalam penyusunan naskah.
Kehadirannya memastikan bahwa nilai, roh cerita, dan detail historis yang ada di novel tetap terjaga dalam bentuk film.
Proses ini sekaligus menjaga sensitivitas tema dan memperkuat kedalaman sudut pandang karakter.
Deretan Pemeran Utama yang Mengesankan
Film panjang ini menghadirkan aktor-aktor papan atas Indonesia.
Reza Rahadian dipastikan memerankan Biru Laut, tokoh utama yang ceritanya menjadi pusat narasi.
Dian Sastrowardoyo juga mengambil bagian dalam peran penting terkait konflik keluarga.
Christine Hakim dan Arswendi Bening Swara turut memperkaya kekuatan dramatis film.
Kehadiran para aktor berpengalaman ini membuat ekspektasi publik semakin tinggi.
Pendekatan Riset dan Akurasi Sejarah
Cerita Laut Bercerita berakar pada peristiwa penghilangan paksa aktivis pada era Orde Baru.
Karena itu, tim produksi menempuh riset mendalam: melakukan wawancara, menggali arsip sejarah, hingga berdiskusi dengan keluarga korban dan kelompok advokasi.
Langkah ini menjamin film tidak hanya kuat secara naratif, tetapi juga menghormati ingatan sejarah yang masih relevan hingga kini.
Penayangan Dijadwalkan pada 2026
Setelah perkenalannya di JAFF Market 2025, film panjang Laut Bercerita ditargetkan tayang pada 2026.
Selain penayangan di bioskop, rencana distribusi juga mencakup pemutaran komunitas dan diskusi publik, mengingat tema film yang sarat nilai kemanusiaan dan pendidikan sejarah.
Mengapa Film Ini Sangat Dinantikan?
Adaptasi ini dinantikan oleh banyak kalangan karena mengangkat isu penting yang jarang diolah dalam film arus utama Indonesia.
Novel yang memiliki basis penggemar besar, kualitas tim produksi, jajaran aktor ternama, serta nilai historis dari kisahnya menjadikan film ini salah satu proyek paling menonjol dalam beberapa tahun terakhir.
Laut Bercerita bukan sekadar film, melainkan karya yang membawa memori kolektif dan refleksi sosial bagi generasi masa kini.***
Editor : Vidya Sajar Fitri