RADAR TULUNGAGUNG - Perjalanan Felice Gabriel, anak Dewi Persik, menuju dunia militer kembali mencuri perhatian publik.
Dalam sebuah siaran langsung yang viral, Dewi Persik membagikan kisah panjang perjuangan Felice Gabriel, putra tercintanya, yang kini resmi menjalani pendidikan taruna setelah melewati proses berat selama bertahun-tahun.
Kisah Felice Gabriel ini menjadi sorotan karena ia tidak lahir dari keluarga militer garis lurus, melainkan hasil kerja keras dan pengorbanan sang ibu.
Banyak warganet menilai perjalanan anak Dewi Persik adalah bukti bahwa disiplin, doa, dan dukungan keluarga dapat membuka jalan menuju cita-cita besar.
Dalam video tersebut, Dewi mengungkap bagaimana ia mempersiapkan putranya sejak jauh hari. Persiapan fisik, mental, akademik, hingga penampilan dilakukan secara serius.
Ia bahkan menyebut, tak ada yang “gratis” dalam proses membentuk anaknya menjadi calon perwira. Semua membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga.
Perawatan Fisik Hingga Dokter Kulit
Salah satu persiapan yang dilakukan Dewi adalah merapikan fisik putranya. Mulai perawatan gigi, dokter skincare, hingga menjaga kulit tubuh tetap bersih.
Menurutnya, standar masuk sekolah kedinasan sangat ketat, termasuk kesehatan kulit dan wajah.
“Giginya aku rapiin, jerawat enggak boleh ada. Aku bawa ke dokter skincare,” kata Dewi.
Ia ingin memastikan Felice Gabriel tampil maksimal saat mengikuti tes kesehatan maupun penampilan.
Selain itu, sang putra rutin melakukan latihan fisik. Latihan ini bukan main-main: bangun sebelum subuh, berlari, membawa tas lima kilogram setiap hari, hingga latihan kekuatan yang menyebabkan tubuhnya lecet dan memar.
Biaya Bimbel Tidak Main-Main
Dewi menjelaskan bahwa pelatihan akademik adalah bagian terbesar dari pengeluaran.
Ia memanggil guru privat untuk pelajaran matematika, psikologi, bahasa Inggris, dan materi tes taruna lainnya. Bimbingan belajar khusus taruna pun wajib diikuti.
“Enggak ada yang gratis. Gratis itu hanya masuknya. Tapi persiapannya bayar,” ujarnya.
Menurut Dewi, banyak orang salah paham tentang proses masuk TNI atau Akmil.
“Kalau tinggal bayar, ya enggak usah latihan fisik berat. Enggak usah bimbel. Suruh tidur aja pasti diterima,” tegasnya.
Cita-Cita TNI, Bukan Akpol
Pada awalnya, Dewi ingin anaknya masuk Akpol, mengikuti jejak keluarga polisi almarhum ayahnya.
Namun tinggi tubuh Gabriel yang kurang satu sentimeter saat usia 16 membuatnya tidak lolos syarat minimum.
“Aku bilang sabar dulu, nanti pasti tinggi. Tapi dia enggak mau. Katanya rezekinya di TNI,” ujar Dewi.
Kini tinggi Felice Gabriel sudah mencapai 167–169 cm, namun pilihannya tetap: ia ingin menjadi TNI bersama sahabat-sahabatnya.
Tantangan Pendidikan Taruna
Sebagai taruna, kehidupan Gabriel semakin disiplin. Ia harus melalui berbagai tahapan, mulai long march Magelang–Jogja, latihan ketahanan, hingga jadwal padat yang membuat kulitnya menghitam terjemur.
Dewi tak kuasa menahan air mata saat melihat pertunjukan para taruna.
“Berat banget ya, Nak,” ucapnya penuh haru.
Ia juga menyebut pendidikan taruna akan berlangsung 4 tahun dan akan berjumpa kembali pada upacara Prasetya Perwira.
Doa Seorang Ibu
Meski penuh tantangan, Dewi tetap bangga.
“Yang penting dia nggak pernah malas. Malas itu membunuh impian,” kata Dewi.
Ia hanya ingin satu hal: kesehatan dan masa depan cerah untuk Felice Gabriel.***
Editor : Vidya Sajar Fitri