RADAR TULUNGAGUNG - Kisah anak Dewi Persik tentang kegagalannya masuk Akademi Kepolisian (Akpol) gara-gara kekurangan satu sentimeter sontak menyita perhatian publik.
Banyak yang tidak menyangka bahwa perbedaan 1 cm bisa mengubah jalan hidup seseorang.
Bagi Felice Gabriel, putra Dewi Persik, hal itu menjadi titik balik yang justru membawanya ke jalur impiannya yakni TNI.
Dalam video yang viral, Dewi menceritakan bagaimana putranya pernah mendaftar Akpol di usia 16 tahun.
Namun tinggi badan Gabriel saat itu hanya 164 cm, sementara syarat minimum 165 cm.
Kisah anak Dewi Persik ini ramai dibahas karena memperlihatkan betapa detailnya persyaratan masuk lembaga kedinasan.
Banyak warganet bersimpati dan kagum melihat bagaimana Gabriel tetap teguh pada keinginannya untuk menjadi abdi negara.
Keputusan Beralih ke TNI
Menurut Dewi Persik, ia sudah meminta anaknya bersabar setahun agar tinggi badannya bertambah. Namun Gabriel memilih jalur sendiri.
“Enggak mau, Mah. Aku TNI aja,” jawabnya kepada sang ibu.
Kini tinggi badannya sudah mencapai 167–169 cm, namun jalur TNI sudah mantap dipilihnya.
Dewi Persik pun memahami, seorang ibu hanya bisa mengarahkan, bukan menentukan masa depan anak.
Syarat Tinggi Badan dan Tekanan Seleksi
Sebagai calon taruna, Gabriel harus memenuhi sejumlah persyaratan fisik ketat.
Tinggi badan hanyalah salah satu dari banyak aspek yang diuji: kesehatan tubuh, kekuatan otot, stamina, hingga kondisi kulit.
Dewi Persik bercerita bagaimana ia mengurus perawatan fisik putranya. Mulai perawatan gigi, skincare, hingga latihan fisik yang berat.
Setiap detail diperhatikan agar Gabriel siap menghadapi seleksi.
Dukungan Keluarga Berperan Besar
Dalam keluarga besar Dewi Persik, profesi polisi dan TNI bukan hal baru. Beberapa keponakan telah masuk Akmil dan Akpol.
Namun bagi Dewi Persik, setiap anak memiliki takdir masing-masing. Ia merasa bangga karena Gabriel memilih jalur yang sesuai karakter dan keinginannya.
“Kalau itu rezekinya, pasti ada jalannya,” ujar Dewi.
Latihan Fisik yang Tidak Main-main
Gabriel menjalani latihan fisik ekstrem seperti berlari membawa tas lima kilogram setiap hari, berjemur siang-siang, dan latihan kekuatan yang menyebabkan memar dan luka.
Menurut Dewi, banyak yang keliru mengira masuk perwira cukup “membayar”. Padahal kenyataannya, perjuangan fisik dan akademik sangat berat.
“Kalau bisa bayar, enggak usah latihan sampai berdarah,” tegasnya.
Perjalanan Baru Dimulai
Kini anak Dewi Persik resmi menjalani pendidikan taruna di Magelang. Ia akan menyelesaikan pendidikan selama empat tahun sebelum dilantik sebagai perwira.
Dewi Persik mengaku selalu terharu setiap melihat perkembangan putranya.
“Kalau dia pulang, aku nangis. Dia enggak nangis. Tapi aku ibu, wajar,” katanya.***
Editor : Vidya Sajar Fitri