Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perjalanan Panjang Epy Kusnandar dari Panggung Teater hingga Layar Kaca, Jejak Karier Aktor Legendaris Kang Mus

Vidya Sajar Fitri • Kamis, 4 Desember 2025 | 03:46 WIB
Epy Kusnandar.(antaranews.com)
Epy Kusnandar.(antaranews.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Nama Epy Kusnandar berkaca pada kecintaannya terhadap seni peran sejak muda.

Aktor asal Garut, Jawa Barat, ini lahir pada 1 Mei 1964 dan semenjak duduk di bangku sekolah menengah sudah tertarik dengan dunia teater.

Setelah lulus SMA pada tahun 1983, Epy baru melanjutkan studinya pada 1989 di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Selama masa kuliah, Epy aktif dalam beberapa sanggar teater seperti Pantomim Sena Didi dan Theater Aristokrat.

Fondasi teater ini menjadi bekal penting bagi Epy dalam membangun kemampuan akting: penghayatan karakter, kemampuan improvisasi, dan kekuatan panggung, yang kelak sangat membantunya ketika menapaki layar kaca.

Debut di Sinetron dan Layar Lebar

Epy memulai debut profesional di dunia sinetron pada 1996 lewat serial 1 Kakak 7 Ponakan

Setelah itu, kariernya meluas, tidak hanya di TV, tetapi juga ke film dan berbagai serial televisi serta FTV. 

Seiring berjalannya waktu, Epy pun tampil dalam sejumlah film layar lebar, serial televisi, dan FTV, menunjukkan fleksibilitasnya sebagai aktor.

Meskipun banyak peran yang dilakoninya, belum semua mampu menandingi popularitas yang kemudian muncul lewat perannya sebagai “Kang Mus”.

Puncak Popularitas: Peran “Kang Mus” di Preman Pensiun

Tonggak penting dalam karier Epy ternyata berada di serial hit Preman Pensiun.

Sejak serial itu tayang, Epy dipercaya memerankan karakter Muslihat alias “Kang Mus”.

Peran ini mengantarkan namanya ke ranah publik yang lebih luas lagi, menjadikannya sosok yang melekat di ingatan penonton.

Popularitas lewat Preman Pensiun membuka banyak pintu.

Ketika serial utama tersebut berakhir atau berganti format, Epy tetap aktif.

Misalnya, ia ikut dalam serial baru Suparman Reborn sebagai pemeran utama “Wak Ayat”, yang menunjukkan bahwa ia terus beradaptasi dengan perubahan tren dan tetap mengejar peran relevan.

Dinamika Kehidupan: Penghargaan, Ujian, dan Sisi Lain Karier

Karier Epy tidak selalu mulus. Ia pernah menjalani kondisi berat, pada tahun 2010, Epy sempat divonis mengalami tumor otak, bahkan dokter sempat memprediksi umurnya tersisa hanya empat bulan.

Namun keajaiban datang, Epy dikabarkan sembuh setelah melewati masa pengobatan dan gaya hidup yang lebih sehat.

Selain aktivitas sebagai aktor, Epy juga diketahui menjalankan bisnis usaha kecil bersama istrinya, termasuk usaha kuliner dan penjualan makanan, sebagai sumber penghidupan alternatif ketika tawaran akting tidak selalu stabil.

Di sisi karier, Epy sempat meraih penghargaan pada ranah FTV.

Misalnya, ia memenangkan penghargaan Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2012, serta Pemeran Utama Pria FTV Terbaik pada FFI 2014.

Dinamika tersebut menunjukkan bahwa meskipun pernah tersandung masalah, baik kesehatan maupun hidup di luar layar, Epy tetap berusaha bertahan dan mempertahankan reputasinya sebagai aktor senior.

Warisan dan Relevansi hingga Kini

Rekam jejak Epy Kusnandar menegaskan satu hal: perjalanan seorang aktor bukan hanya soal popularitas instan, tetapi soal konsistensi, kerja keras, dan keberanian beradaptasi.

Dari teater kecil di bangku sekolah, studi di IKJ, debut sinetron, hingga memuncak sebagai “Kang Mus”, kisah Epy adalah inspirasi bagi aktor muda dan pencinta seni peran.

Perannya di Preman Pensiun tetap dikenang sebagai salah satu karakter paling melekat di televisi Indonesia.

Meski zaman dan selera penonton berubah, nama Epy Kusnandar tetap relevan, berkat jejak karier panjangnya, ragam peran yang dijalani, serta profesionalismenya di dunia akting.

Bagi generasi kini dan yang akan datang, perjalanan Epy mengajarkan bahwa di balik sorot layar dan popularitas, ada proses panjang: latihan, perjuangan, jatuh-bangun, dan keteguhan hati untuk terus berkarya.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Kang Mus #epy kusnandar #preman pensiun #Karier Akting #Institut Kesenian Jakarta