Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pilunya Apoy Wali Band Kehilangan Ayah Tercinta, Tangis Pecah di Pemakaman Haji Aceng Madari hingga Pesan Haru Ini

Krisna Pambudi • Kamis, 5 Februari 2026 | 11:20 WIB
Apoi Wali Band kehilangan ayah tercinta Haji Aceng Madari. (Sumber: Instagram @bandwaliofficial)
Apoi Wali Band kehilangan ayah tercinta Haji Aceng Madari. (Sumber: Instagram @bandwaliofficial)

RADAR TULUNGAGUNG - Apoy Wali Band kehilangan ayah tercinta, Haji Aceng Madari, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Kepergian sang ayah meninggalkan duka mendalam bagi Apoy, gitaris band religi tersebut.

Sejak awal prosesi pemakaman hingga jenazah dimakamkan, Apoy tampak tak kuasa menyembunyikan kesedihannya.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar dan unggahan di media sosial, Apoy terlihat terduduk lemas di depan pusara ayahnya.

Dengan kepala tertunduk, ia membacakan doa sambil menahan tangis. Raut wajahnya menunjukkan kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

Momen paling menyentuh terjadi saat akun Instagram resmi Wali Band, @bandwaliofficial, mengunggah foto Apoy yang mencium jenazah sang ayah untuk terakhir kalinya.

Unggahan tersebut disertai pesan panjang penuh makna dari Apoy yang langsung menyentuh hati warganet.

“Mungkin memang ibu yang mengandung selama sembilan bulan, tapi suaramulah yang pertama kali kudengar di dunia.

Mungkin memang surga berada di bawah telapak kaki ibu, tapi dari setiap kerja keras dan keringatmu adalah bukti cinta kepadaku,” tulis Apoy.

Kondisi Kesehatan Ayah Apoy Sebelum Wafat

Sebelum wafat, kondisi kesehatan Haji Aceng Madari diketahui memang terus menurun.

Apoy mengungkapkan bahwa sang ayah sempat mengalami penurunan kondisi selama lebih dari sepekan sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit.

“Sekitar satu sampai dua minggu kondisi ayah kami terus drop. Selasa malam kami masukkan ke rumah sakit, tapi karena usia dan tidak ada perkembangan signifikan, beliau hanya dibantu alat dan obat-obatan,” tutur Apoy.

Setelah melalui musyawarah keluarga dan mendengar pertimbangan tim medis, keluarga akhirnya sepakat membawa Haji Aceng Madari kembali ke rumah. Menurut Apoy, keputusan itu diambil dengan penuh keikhlasan.

“Dokter sudah menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga. Qadarullah, Allah Maha Baik, dan ini yang terbaik,” ujarnya lirih.

Haji Aceng Madari mengembuskan napas terakhir pada pukul 09.00 WIB di rumah, dikelilingi keluarga tercinta.

Tangis Apoy Pecah di Rumah Duka hingga Pemakaman

Suasana haru tak terelakkan saat jenazah disemayamkan di rumah duka.

Apoy terlihat beberapa kali menangis di hadapan jasad sang ayah. Kesedihan itu kembali memuncak saat prosesi pemakaman berlangsung.

Apoy bahkan tak sanggup membacakan azan di liang lahad karena tangisnya pecah.

Meski demikian, ia tetap ikut turun langsung ke liang lahat sebagai bentuk bakti terakhir kepada ayahnya.

Di sela-sela duka, Apoy menyampaikan pesan menyentuh tentang makna orang tua dalam kehidupan seorang anak.

Ia mengingatkan pentingnya berbakti selagi masih diberi kesempatan.

“Sejelek-jeleknya orang tua, mereka tetap yang terbaik untuk anaknya. Selagi masih punya orang tua lengkap, lakukan yang terbaik, layani mereka sebisa mungkin. Karena ketika sudah tidak ada, kita mau memberikan yang terbaik pun sudah tidak bisa lagi,” ucapnya.

Duka Juga Menyelimuti Keluarga Besar Wali Band

Kepergian ayah Apoy menambah daftar duka di keluarga besar Wali Band.

Sebelumnya, pada April 2025, vokalis Wali Band, Faank, juga kehilangan ibu mertuanya, Hajah Astutiwati.

Hajah Astutiwati meninggal dunia tak lama setelah menunaikan ibadah umrah. Almarhumah wafat di kediamannya di Pondok Gede, Bekasi, akibat sesak napas, dalam usia 70 tahun.

Saat itu, Faank yang masih berada di Tanah Suci memilih pulang lebih cepat untuk mendampingi keluarga.

Ia mengenang sosok ibu mertuanya sebagai pribadi yang sabar dan wafat dalam keadaan indah.

“Beliau pulang dari umrah belum sempat beraktivitas apa pun, lalu dipanggil Allah. Kami yakin dosa-dosa beliau sudah dibersihkan saat umrah,” ujar Faank kala itu.

Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat akan rapuhnya kehidupan sekaligus pentingnya menghargai waktu bersama orang tua selagi masih ada.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ayah apoy wali band meninggal #haji aceng madari #Apoy Wali Band #duka wali band #berita artis Indonesia