JAKARTA - Jagat hiburan dan media sosial kembali diguncang setelah kabar Lula Lafa meninggal dunia kembali menjadi perbincangan hangat.
Meski pihak kepolisian telah menyatakan tidak ditemukan unsur pidana, sejumlah kejanggalan yang diungkap sahabat almarhumah justru memantik polemik baru di ruang publik.
Sejak kabar Lula Lafa meninggal dunia mencuat, duka mendalam tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga lingkar pertemanan terdekatnya.
Beragam unggahan emosional bermunculan di media sosial, mulai dari ungkapan kehilangan hingga pertanyaan kritis terkait fakta-fakta yang dianggap belum sepenuhnya terjawab.
Sorotan tajam publik semakin menguat setelah sahabat dekat almarhumah, selebgram Alkarin, mempertanyakan konten vlog milik Reza Arab Octavian yang mendadak dihapus dari media sosial.
Unggahan tersebut sebelumnya sempat viral karena menampilkan sebuah tabung berwarna pink yang dinilai identik dengan barang bukti yang kemudian disita pihak kepolisian.
Sorotan Konten yang Dihapus Reza Arab
Alkarin secara terbuka mempertanyakan alasan di balik dihapusnya konten tersebut.
“Kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa vlognya di-take down?” tulisnya melalui media sosial.
Pertanyaan itu langsung memicu perdebatan luas.
Sebagian warganet menilai penghapusan konten tersebut menimbulkan kecurigaan, sementara lainnya menganggap hal itu sebagai keputusan pribadi yang wajar.
Namun, sorotan publik bukan tanpa alasan.
Dalam rilis resmi kepolisian, memang disebutkan adanya sejumlah barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian, termasuk satu buah tabung berwarna pink berisi obat-obatan.
Hasil Pemeriksaan Forensik Polda Metro Jaya
Pihak kepolisian melalui Polda Metro Jaya menjelaskan bahwa barang bukti tersebut telah melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium forensik.
Pemeriksaan meliputi uji bercak darah, DNA sentuhan, serta pencocokan profil biologis.
Hasilnya, bercak darah yang ditemukan pada spray, tisu, dan kapas bekas pakai dipastikan merupakan milik almarhumah Lula Lafa.
Sementara DNA yang ditemukan pada tabung tersebut juga terkonfirmasi sebagai DNA Lula Lafa, anak biologis dari Muhammad Peros.
Kesimpulan ini ditegaskan pihak kepolisian sebagai dasar kuat bahwa tidak ditemukan indikasi keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Perkara Resmi Dihentikan Polisi
Polres Metro Jakarta Selatan secara resmi menghentikan penyelidikan kasus Lula Lafa meninggal dunia pada Jumat, 30 Januari 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah penyelidikan maksimal dilakukan dan tidak ditemukan peristiwa pidana.
“Kami sudah melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak ditemukan adanya tindak pidana,” ujar perwakilan kepolisian dalam konferensi pers.
Pihak kepolisian juga meminta masyarakat untuk menghormati keluarga korban dan tidak menimbulkan polemik baru yang dapat memperparah suasana duka.
Meski demikian, publik mencatat bahwa Reza Arab Octavian sempat diperiksa pada 26 Januari 2026.
Ia menjalani pemeriksaan selama sekitar empat jam dengan total 30 pertanyaan terkait keberadaannya di lokasi kejadian.
Duka Sahabat dan Catatan Harian Lula
Di tengah derasnya polemik, suasana haru justru terasa saat sahabat Lula lainnya, Risha Brabo, mengunggah potret buku harian almarhumah.
Tulisan tersebut berisi ungkapan syukur Lula karena masih sempat berkomunikasi dengan Reza Arab di hari-hari terakhirnya.
Unggahan ini kembali mengundang empati publik dan memperlihatkan sisi personal Lula Lafa sebagai sosok pekerja keras dan mandiri.
Sahabat-sahabatnya menyebut Lula sebagai pribadi yang jarang mengeluh dan selalu berjuang dengan usahanya sendiri.
Terlepas dari berbagai pertanyaan yang muncul, kepolisian menegaskan bahwa perkara Lula Lafa meninggal dunia telah ditutup secara prosedural.
Publik kini diimbau untuk menghentikan spekulasi dan memberikan ruang bagi keluarga serta sahabat almarhumah untuk berduka dengan tenang.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina