RADAR TULUNGAGUNG - Deretan artis bangkrut kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah nama besar di dunia hiburan Tanah Air dikabarkan mengalami keterpurukan finansial.
Mereka yang dulu hidup bergelimang harta dan tampil hampir setiap hari di televisi, kini harus menghadapi kenyataan pahit akibat sepi pekerjaan hingga kehilangan aset.
Fenomena artis bangkrut ini pun ramai diperbincangkan netizen, bahkan sebagian menyebut perubahan nasib tersebut dipicu sikap saat berada di puncak popularitas.
Industri hiburan memang dikenal keras dan penuh dinamika.
Popularitas bisa datang dengan cepat, namun juga bisa hilang dalam sekejap.
Beberapa komedian papan atas berikut menjadi contoh nyata bagaimana roda kehidupan berputar drastis.
Sule Sepi Job Usai Kontroversi
Nama Sule tentu tak asing di dunia komedi Indonesia.
Ayah dari Rizky Febian ini pernah menjadi pelawak paling laris dengan jadwal padat di berbagai program televisi.
Tak hanya sketsa komedi, ia juga aktif sebagai presenter dan aktor.
Namun dalam dua tahun terakhir, Sule dikabarkan sepi tawaran pekerjaan.
Isu yang beredar menyebutkan ia dicap arogan dan sombong setelah menolak di-roasting oleh komika Kiki Saputri dalam sebuah acara televisi.
Sejak saat itu, citranya disebut menurun dan undangan tampil semakin jarang.
Sule sempat mengklarifikasi bahwa saat itu dirinya sedang menghadapi masalah pribadi sehingga merasa tidak siap menerima roasting.
Meski begitu, ia mengaku banyak pihak enggan kembali mempekerjakannya.
Beruntung, Sule masih memiliki penghasilan dari bisnis kontrakan dan kebun untuk bertahan hidup.
Marcel Widianto Akui Star Syndrome
Komedian Marcel Widianto juga termasuk dalam daftar artis bangkrut yang mengalami penurunan karier.
Dulu ia bisa tampil dalam dua program televisi dalam sehari.
Kini, wajahnya jarang terlihat di layar kaca.
Marcel mengakui dirinya sempat diboikot sejumlah stasiun TV.
Ia bahkan mengakui pernah mengalami star syndrome dan merasa sudah menjadi bintang besar.
Dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo, Marcel tidak menampik tudingan publik soal sikapnya yang dianggap berubah.
Hubungannya dengan Denny Cagur pun kembali disorot.
Padahal, Denny disebut sebagai sosok yang berjasa membukakan jalan bagi Marcel di dunia hiburan.
Kini, Marcel mengaku banyak belajar dari keterpurukan tersebut dan menjadikannya materi stand up comedy.
Tesi Srimulat Kehilangan Pekerjaan
Pelawak senior Tesi Srimulat juga mengalami masa sulit.
Ia dikenal dengan peran komedi berpenampilan wanita.
Namun kebijakan Komisi Penyiaran Indonesia yang melarang pria berperilaku dan berpakaian seperti wanita tampil di televisi membuat penghasilannya merosot tajam.
Selama hampir enam tahun, Tesi kehilangan pekerjaan di televisi.
Ia bahkan harus menjual harta benda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kini, Tesi mencoba bangkit lewat kanal YouTube bersama komedian Nunung melalui channel TNN.
Uus hingga Unang Bagito
Komika Rizky Firdaus Wijaksana (Uus) atau Uus juga jarang tampil di televisi.
Ia sempat dikeluarkan dari program populer seperti Inbox dan OVJ akibat kontroversi cuitan media sosial.
Keputusan tersebut membuatnya menganggur dari layar kaca.
Nasib lebih tragis dialami Unang Bagito.
Pada era 80 hingga 2000-an, ia hidup mewah dan wara-wiri di televisi maupun layar lebar.
Namun kebangkrutan dan persoalan rumah tangga membuatnya kehilangan aset.
Ia bahkan sempat tinggal di gudang kontrakan setelah menyerahkan hartanya kepada istri pertama.
Kiwil dan Denny Chandra
Komedian Kiwil juga mengalami perubahan hidup drastis.
Setelah bercerai dan kehilangan sebagian aset, ia dikabarkan hidup berpindah-pindah tempat.
Padahal sebelumnya ia tinggal di hunian mewah.
Sementara itu, Denny Chandra, yang dikenal lewat grup P-Project, juga mengaku pernah mengalami kebangkrutan.
Sepinya pekerjaan membuatnya harus menjual aset demi bertahan hidup.
Fenomena artis bangkrut ini menjadi pengingat bahwa dunia hiburan penuh ketidakpastian.
Popularitas dan kekayaan bukan jaminan akan bertahan selamanya.
Roda kehidupan terus berputar, dan setiap publik figur dituntut menjaga sikap, profesionalisme, serta manajemen keuangan agar tetap bertahan di industri yang kompetitif.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina