RADAR TULUNGAGUNG - Fenomena bisnis influencer Indonesia yang dianggap gagal kembali ramai diperbincangkan publik.
Banyak figur publik dan kreator digital mencoba peruntungan di dunia usaha dengan mengandalkan nama besar serta jutaan pengikut di media sosial.
Namun, bisnis influencer Indonesia ternyata tak selalu berjalan mulus meski didukung popularitas dan promosi masif.
Era digital memang membuka peluang besar bagi selebriti dan YouTuber untuk melebarkan sayap ke sektor kuliner, fashion, hingga olahraga.
Sayangnya, tak sedikit usaha yang justru berujung tutup, merugi, atau menuai kontroversi.
Berikut deretan bisnis para influencer dan artis Tanah Air yang sempat viral, tetapi kemudian dianggap gagal oleh netizen.
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
Nama Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tak asing di dunia hiburan.
Pasangan yang dijuluki Sultan Andara ini memiliki banyak lini usaha, mulai dari kuliner, fashion, hingga klub sepak bola.
Namun beberapa bisnis mereka sempat meredup.
Minuman Mango Bomb yang dirilis pada 2017 misalnya, awalnya dijual Rp50 ribu per gelas sebelum turun harga drastis.
Isu kualitas produk pun sempat menjadi sorotan.
Selain itu, bisnis kue kekinian Gigieat Cake ikut tutup saat tren kue artis meredup.
Produk camilan Nagitos dan King Kong Snack juga perlahan menghilang dari pasaran.
Di sektor olahraga, Raffi juga membeli klub RANS Nusantara FC.
Klub tersebut sempat promosi ke Liga 1 sebelum akhirnya kembali turun kasta ke Liga 2.
Baim Wong dan Bisnis Kuliner
Aktor sekaligus YouTuber Baim Wong juga pernah terjun ke bisnis kuliner lewat Bakmi Wong.
Antusiasme publik cukup tinggi saat pertama dibuka di Depok dan Blok M.
Namun, usaha tersebut akhirnya tutup permanen dan dikabarkan merugi hingga miliaran rupiah.
Isu sertifikasi halal sempat menjadi spekulasi penyebab tutupnya restoran tersebut.
Ria Ricis dan Syahrini
YouTuber Ria Ricis sempat dikaitkan dengan brand fashion Kekeyi Girl atau KGOW.
Namun akun bisnis tersebut sudah lama tak aktif.
Tidak ada klarifikasi resmi mengenai kelanjutan usaha tersebut.
Sementara itu, penyanyi Syahrini juga pernah meramaikan tren kue artis lewat Princess Cake.
Pada masa jayanya, masyarakat rela antre panjang.
Namun bisnis itu akhirnya tutup diduga karena tren menurun dan harga yang dinilai cukup mahal.
Ruben Onsu yang Masih Bertahan
Berbeda dari yang lain, bisnis kuliner Ruben Onsu relatif bertahan.
Geprek Bensu sempat diterpa sengketa merek dengan pihak lain.
Meski harus menghadapi proses hukum panjang, jaringan usahanya tetap berjalan.
Manajemen bahkan mengklaim sebagian besar mitra mencapai titik impas dalam waktu enam bulan.
Gerainya kini tersebar di berbagai kota hingga luar negeri.
Jerome Polin dan Kontroversi Menantea
Nama Jerome Polin juga masuk daftar perbincangan.
Bisnis minuman Menantea miliknya sempat viral karena skema crowdfunding yang melibatkan ribuan investor.
Dana miliaran rupiah berhasil dihimpun.
Awalnya usaha tersebut laris manis.
Namun belakangan muncul keluhan mengenai performa gerai dan pembagian dividen.
Jerome pun sempat diterpa tudingan miring meski kemudian berbagai klarifikasi disampaikan.
Popularitas Tak Menjamin
Kisah bisnis influencer Indonesia ini membuktikan bahwa popularitas tidak otomatis menjamin kesuksesan usaha.
Strategi manajemen, kualitas produk, legalitas, serta konsistensi menjadi faktor krusial.
Tren yang cepat berubah juga membuat bisnis berbasis momentum viral rentan meredup.
Meski demikian, tidak semua berakhir gagal total.
Sebagian memilih evaluasi dan bangkit dengan konsep baru.
Sebagian lain fokus pada lini usaha yang lebih stabil.
Fenomena ini menjadi pelajaran bahwa membangun bisnis membutuhkan lebih dari sekadar jumlah followers.
Perencanaan matang, transparansi, serta adaptasi terhadap pasar menjadi kunci bertahan di tengah persaingan ketat industri hiburan dan UMKM.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina